RESPON PESERTA DIDIK PADA METODE PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING

Authors

  • Nabilah Frederica Aristawati Universitas Islam Malang

DOI:

https://doi.org/10.33474/basa.v2i2.18763

Abstract

Berbagai macam metode pembelajaran digunakan oleh pendidik dalam pembelajaran daring agar respon peserta didik lebih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon peserta didik terhadap metode pembelajaran yang digunakan oleh guru selama pembelajaran daring. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui survei yang informasinya didapatkan dari responden melalui google formulir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik menyatakan suasana pembelajaran daring cenderung pasif dan guru kurang atau belum mampu menyampaikan materi dengan baik seperti saat pembelajaran luring. Metode pembelajaran yang banyak digunakan adalah diskusi, latihan, dan ceramah dengan menggunakan media zoom meeting. Sebagian besar peserta didik menyatakan bahwa pembelajaran daring efektif dilakukan, namun beberapa lainnya menyatakan pembelajaran daring cukup, kurang, bahkan tidak efektif. Terhitung 85% dari 78 responden memilih melaksanakan pembelajaran secara luring, karena lebih mengasyikkan dan materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa minat peserta didik terhadap pembelajaran daring masih rendah, pembelajaran daring membuat tugas mereka semakin banyak dan tidak sedikit guru masuk kelas hanya memberikan tugas tanpa menjelaskan materi apapun. Hal itu menandakan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang bisa diterima oleh peserta didik, respon yang beragam menandakan bahwasanya pembelajaran daring memiliki kekurangan dalam penyampaian di berbagai kalangan.

References

Alawiyah, Dita Nadia. “Teori Belajar Robert M. Gagne.†ditanadia12.blogspot.com, 2015. http://ditanadia12.blogspot.com/2015/05/teori-belajar-robet-m-gegne.html?m=1.

Dzalila, Lizha, Annisa Ananda, and Saifuddin Zuhri. “Pengaruh Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Tingkat Pemahaman Belajar Mahasiswa.†Jurnal Signal 8, no. 2 (2020): 203–14.

Kemendikbud. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19) (2020). https://setjen.kemdikbud.go.id/setjen/files/SE Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona pada satuan pendidikan.pdf.

Kuo, Yu-Chun, Andrew E Walker, Kerstin E E Schroder, and Brian R Belland. “Interaction, Internet Self-Efficacy, and Self-Regulated Learning as Predictors of Student Satisfaction in Online Education Courses.†The Internet and Higher Education 20 (2014): 35–50.

Nasional, Departemen Pendidikan. “Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru Dan Dosen.†Jakarta: Depdiknas, 2005.

Oknisih, Nur, and Suyoto Suyoto. “Penggunaan Aplen (Aplikasi Online) Sebagai Upaya Kemandirian Belajar Siswa.†In Seminar Nasional Pendidikan Dasar, Vol. 1, 2019.

Sagala, Syaiful. Kemampuan Profesional Guru Dan Tenaga Kependidikan: Pemberdayaan Guru, Tenaga Kependidikan, Dan Masyarakat Dalam Manajemen Sekolah. Alfabeta, 2009.

Sanjaya, Wina. “Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,†2019.

Sugiyono, Prof. “Dr.,(2007), Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D).†Bandung: CV. Alfabeta, n.d.

Downloads

Published

2022-10-30