POLITIK IDENTITAS KIAI (STUDI KASUS DI DESA KALANGANYAR SEDATI SIDOARJO)

Authors

  • Ach Faisol

DOI:

https://doi.org/10.33474/jas.v1i2.4916

Abstract

Ada kesan bahwa politik identitas muncul dari monoritas yang ditindas baik oleh negara terhadap negara lain, negara melawan rakyatnya sendiri, komunitas warga negara terhadap komunitas lain dari sesama warga negara, pengikut agama tertentu dengan pengikut agama lain, dan seterusnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan apakah politik identitas dapat muncul dari mayoritas. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian lapangan dengan mengamati, bertemu fave to face, berteman, dan bergaul selama bertahun-tahun dari 1995 hingga 2019. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa politik identitas dapat muncul dari mayoritas. Politik identitas tidak selalu datang dari minoritas; Politik identitas tidak selalu identik dengan kekerasan; Ekspresi Politik identitas Kiai tampil dalam bentuk “lembut†baik ketika dalam kondisi penuh “tekanan†oleh penguasa maupun ketika dalam kondisi “bebas†karena menjadi penguasaPolitik identitas tidak selalu datang dari minoritas; Politik identitas tidak selalu identik dengan kekerasan; Ekspresi Politik identitas Kiai tampil dalam bentuk “lembut†baik ketika dalam kondisi penuh “tekanan†oleh penguasa maupun ketika dalam kondisi “bebas†karena menjadi penguasa

 

Kata kunci: Politik, Identitas, Kiai

References

A’la, Abd., Jahiliyah Kontemporer dan Hegemoni Nalar Kekerasan: Merajut Islam Indonesia Membangun Peradaban Dunia, (Yogyakarta: LKiS, 2014).

Barton, Greg, Biografi Gus Dur, (Yogyakarta: LKiS, 2003).

Fauzi, Ihsan Ali- dan Samsu Rizal Panggabean (penyunting), Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita, (Jakarta: Paramadina, 2010).

Feillard, Andree, NU via-a-vis Negara: Pencarian Isi, Bentuk, dan Makna (Yogyakarta: LKiS, 1999).

Hilmy, Masdar, Kertas Kerja yang disampaikan dalam Pidato Ilmiah Pengukuhan Guru bidang Ilmu-ilmu Sosial pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya para Rabu, 6 April 2016 berjudul: “Mengurai Jalan Buntu Teoritik dalam Ilmu-ilmu Sosial: Islamisme Radikal dalam Perspektif Teori Modus Produksiâ€.

Karim, Khalil Abdul, Kontroversi Negara Islam: Radikalisme vs Moderatisme, (Yogyakarta: INDeS, 2015).

Kauffman, L.A., “The Anti-Politics of Identityâ€, Socialist Review, No. 1, Vol. 20 (Jan.-March 1990) 1990), h. 67-80 dalam: Ihsan Ali-Fauzi dan Samsu Rizal Panggabean (penyunting), Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita, (Jakarta: Paramadina, 2010).

Lawrence, Bruce, Defenders of God: The Fundamentalist Revolt Against the Modern Age, (New York: I.B. Tauris, 1990).

Muhammad, Reno, ISIS: Mengungkap Fakta Terorisme Berlabel Islam, (Jakarta: Nooura Books, 2015).

Musa, Ali Maschan, Nasionalisme Kiai: Konstruksi Sosial Berbasis Agama (Yogyakarta: LKiS, 2007).

Ridwan, Nur Khalik, NU & Bangsa 1914-2010: Pergulatan Politik & Kekuasaan (Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2010).

Shepard, William E., “Islam and Ideology: Towards Typology†dalam International Journal of Middle Eastern Studies, No. 19, 1987.

Wahid, Abdurrahman, Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, (Jakarta: The Wahid Institute, Cet. ke-2, 2006).

https://id.wikipedia.org/wiki/Terorisme di Indonesia. Diunduh 10-04-2016.

Downloads

Published

2019-12-30