TELAAH ISTINBATH HUKUM IMAM SYAFII TENTANG KADAR SUSUAN YANG MENGHARAMKAN PERNIKAHAN

Authors

  • Amullah Hayatudin Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.33474/jas.v2i1.6748

Abstract

Fiqih Munakahat mengatur bahwa hubungan persusuan menjadi sebab haramnya penikahan. Namun yang menjadi permasalahan adalah berapa kadar susuan yang dapat mengharamkan pernikahan. Dalam hal ini peneliti berusaha mengkaji pendapat salah satu ulama besar yaitu Imam Syafii terkait dengan Kadar susuan yang mengharamkan Pernikahan. Jenis penelitian dalam penilitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), dengan pendekatan bersifat deskriptif analisis. Dan Hasil studi ini menunjukan hasil bahwa imam syafii dalam istinbath-nya dengan menggunakan dua metode yaitu dengan al-Quran Surat An Nisa ayat 23 dan al-Sunnah. Dalam memahami ayat 23 Surat An Nisa tersebut, imam syafii berpendapat bahwa ayat tersebut masih bisa ditakhsis dengan hadits riwayat Aisyah. Sehingga menurut Imam Syafii kadar susuan yang mengharamkan pernikahan adalah lima kali susuan yang terputus-putus.

References

A. Mas’adi, G. (1998). Pemikiran Fazlur Rahman tentang Metodologi Pembaharuan Hukum Islam. Raja Grafindo Persada.

Al-Shiddiqie, H. (1997). Pokok-pokok Fiqih Islam. Bulan Bintang.

Al-Syarqawi, A. (1981). Aimmah al-Figh al-Tis’ah. Dar Iqra.

Al Syafii, A. I. I. (n.d.). Al Umm. Dar al-Fikr.

Azhari, F. (2015). Metode Istinbath Hukum Ibn Rusyd Dalam Kitab Bidayah al-Mujtahid. Tashwir, 3(8), 351–374.

Departemen Agama. (2010). Al Qur’an Tajwid dan Terjemahnya. CV. Dipenogoro.

Djazuli, A. (2000). Ushul Fiqh, Metodologi Hukum Islam. PT. Raja Grafindo Persada.

Faturahman, M. Y. dan. (1997). Dasar-dasar Pembinaan Fiqh Islam. PT. Al Maarif.

Habibullah, E. S. (2017). Pandangan Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i tentang Al-Istihsan. Al Mashlahah Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 4(07), 451–466.

Hasan, A. H. (2002). Perbandingan Mazhab. PT. Grafindo Persada.

Hayatudin, A. (2018). Istinbath Hukum Imam Malik Ibn Anas Tentang Kadar Susuan Yang Mengharamkan Pernikahan. TAHKIM, Jurnal Peradaban Dan Hukum Islam, 1(2), 23–39.

Hidayat, R. (2018). Pemikiran Pendidikan Islam Imam As - Syafi ’ i dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam di Indonesia. Almufida, III(01), 107–131.

Ismail al Bukhari, M. (1987). Shahih Bukhari. Dar Ibn Katsir al Yamamah.

Lara, L. B. (2017). Metode Istinbath Hukum Imam Syafi ’ i : Telaah atas Konsep Kadar Nafkah Istri. IN RIGHT; Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 6(2), 266–292.

Mubarok, J. (2000). Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam. PT. Remaja Rosdakarya.

Mughniyah, M. J. (1996). Fiqih Lima Madzhab. PT. Lentera Basritama.

Mulyosari, E. T. (n.d.). Perjalanan Pemikiran Hukum asy-Syafi’i. 251–266.

Ningrum, I. S. (2017). Dasar-Dasar Para Ulama Dalam Berijtihad dan (Fundamentals of Scholars in Conducting ijtihad and IstinbÄÅ£h Methods of Law). Mizan: Jurnal Ilmu Syariah, 5(1), 93–108.

Rohidin, R. (2004). Historisitas Pemikiran Hukum Imam Asy-Syafi’i. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 11(27), 97–105. https://doi.org/10.20885/iustum.vol11.iss27.art9

Sabiq, S. (2010). Fikih Sunnah. Pena Pundi Aksara.

Syarifuddin, A. (1997). Ushul Fiqih II. Logos.

Vani, E. (2016). Studi Analisis Metode Istinbath Hukum Imam Hanafi dan Imam Syafii tentang Wali Mujbir. Skripsi, 1–129.

Yanggo, H. T. (1997). Pengantar Perbandingan Madzhab. Logos.

Zahroh, A. (n.d.). Tarikh al-Mazahib al-lslamiyah. Dar al-Fikr al- ’ Arabi.

Downloads

Published

2020-06-30