Pengembangan Objek Wisata Hutan Mangrove berbasis Ekowisata
PDF

Keywords

ekowisata
hutan mangrove
masyarakat
objek wisata

Abstract

Salah satu desa yang berpotensi untuk wisata Hutan Mangrove di Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon adalah Desa Waihru. Desa ini terletak pada wilayah dataran tinggi dengan luas daerah sebesar 2.250 Ha, dan panjangnya sekitar 1,5 km. Desa Waiheru memiliki kawasan Hutan Mangrove yang terletak di Pantai Teluk Ambon Desa Waiheru dan berpotensi untuk dijadikan kawasan wisata. melihat potensi yang ada dari hutan mangrove tersebut kami sebagai mahasiswa KSM PPM TEMATIK yang mengabdi di Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon turut serta membantu dalam pengembangan objek wisata tersebut. bersama dengan pemuda-pemudi Karang Taruna dan warga Desa Waiher. Berbagai kegiatan dilakukan untuk pengembangan wisata hutan Mangrove di Desa Waiheru antara lain: penanaman pohon Bakau di kawasan Pantai wisata hutan mangrove, pembersihan sampah, pembuatan plang informasi, pembuatan spot selfie untuk mengundang daya tarik wisatawan, dan Kegiatan ini mendapat respon positif dari baik dari warga sekitar.
https://doi.org/10.33474/jp2m.v2i3.13440
PDF

References

Fathani, A. H. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan Desa Mandiri Dan Sejahtera Berbasis Entrepreneur Melalui Pemanfaatan Buah Salak. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(1), 55–58. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i1.5008

Fitriani, P. (2018). Persepsi Masyarakat Terhadap Potensi Obyek Wisata Puncak Ahuawali di Desa Ahuawali Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 3(4), 84–96. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Hakim, L. (2010). Industri Pariwisata dan Pembangunan Nasional. Among Makarti, 3(5), 70–78. https://jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/article/view/18

Hawing, H., Mutmainnah, & Nengsi R, R. (2019). Kemitraan Pemerintah Daerah Dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah Dalam Pemasaran Objek Wisata Permandian Alam Ompo Kabupaten Soppeng. Jurnal Komunikasi Dan Organisasi (J-KO), 1(1), 18–24. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/jko/article/view/1771

Natan, N. (2016). Prospek Pariwisata Morotai. Media Wisata, 14(1), 305–316. https://doi.org/10.36276/mws.v14i1.150

Primadany, S. R., Mardiyono, & Riyanto. (2013). Analisis Strategi Pengembangan Pariwisata Daerah (Studi Pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Daerah Kabupaten Nganjuk). Jurnal Administrasi Publik Mahasiswa Universitas Brawijaya, 1(4), 135–143.

Risman, A., Wibhawa, B., & Fedryasyah, M. (2016). Kontribusi Pariwisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 1–154. https://doi.org/10.24198/jppm.v3i1.13622

Rumijati, A., Asfiah, N., & Fiandari, Y. R. (2021). Peningkatan potensi desa wisata melalui pengembangan kemasan oleh-oleh. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 4(1), 90–99. https://doi.org/10.33474/jipemas.v4i1.9049

Setiawan, I. (2015). Potensi Destinasi Wisata Di Indonesia Menuju Kemandirian Ekonomi. Prosiding Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu & Call For Papers UNISBANK (SENDI_U), 978–979. https://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/sendi_u/article/view/3321

Sugianto, A., & Sholihah, A. (2018). Kelompok Petani Jamur Tiram Putih Di Desa Blayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 1(2), 129–136. https://doi.org/10.33474/jipemas.v1i2.1517

Wolah, F. F. C. (2016). Peranan Promosi Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Di Kabupaten Poso. Jurnal Acta Diurna, 5(2), 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/article/view/11722

Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Malang menerapkan ketentuan Hak Cipta dan Lisensi sebagai berikut:

 

Hak cipta:

  • Hak Cipta pada setiap naskah adalah milik penulis.
  • Penulis mengakui bahwa Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) berhak sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Attributions-ShareAlike 4.0 International License.
  • Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M).


Lisensi:

  • Atribusi: Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
  • Berbagi Serupa: Apabila Anda menggubah atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
  • Tidak ada batasan tambahan: Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.

Anda bebas untuk:

  • Berbagi menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
  • Beradaptasi mengubah dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
  • Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi ini.

Pemberitahuan:

  • Anda tidak perlu menaati lisensi untuk bagian materi ini yang telah berada di bawah domain publik atau untuk penggunaan yang diizinkan di bawah pengecualian atau pembatasan.
  • Tidak ada jaminan yang diberikan oleh lisensi ini. Lisensi ini mungkin tidak memberikan izin yang sesuai dengan tujuan penggunaan Anda. Sebagai contoh, hak-hak lainnya seperti hak atas potret, hak atas privasi, atau hak moral dapat membatasi penggunaan materi berlisensi Creative Commons.

 

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.