LINGKUNGAN YANG MENDIDIK SEBAGAI WAHANA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK

Rosichin Mansur

Sari


ABSTRAK

Anak dalam keadaan fitrah saat menapakkan kaki kali pertama di bumi. Anak belum tampak potensi-potensinya, sifat-sifat yang dimilikinya dan atau karakternya dengan jelas. Kemampuan dan atau sifat-sifat akan tampak manakala anak sudah mendapatkan asah, asih, dan asuh oleh lingkungan, yang kemudian membentuk karakter anak. Karakter anak tidak akan jauh dari lingkungan yang ada disekitarnya, lingkungan yang mendidik, dan membentuk karakternya. Lingkungan yang mendidik, baik, dan religius akan membentuk karakter anak menjadi anak baik, kuat dan religius, dan sebaliknya lingkungan yang tidak mendidik, buruk, jauh dari nilai religi akan membawa anak pada karakter buruk. Lingkungan yang mendidik itu relatif menentukan terhadap pembentukan karakter atau kepribadian anak dibanding bawaaan potensi anak yang diberi Tuhan melalui kedua orang tuanya.

Potensi anak akan tumbuhkembang baik manakala disentuh lingkungan yang mendidik yakni lingkungan yang baik, berdampak positif dan konstruktif. Lingkungan yang pertama adalah lingkungan keluarga. Keluarga menjadi lingkungan yang sangat menentukan dalam pembetukan karakter anak, dan atau kepribadian anak karena keluarga menjadi fondasi tumbuhkembang anak, dan memiliki rentang waktu yang panjang. Lingkungan kedua, sekolah, lingkungan kedua ini yang diberi kepercayaan oleh keluarga untuk menumbuh-kembangkan kemampuan atau potensi anak. Lingkungan sekolah memiliki rentang waktunya terbatas, namun dalam keterbatasan ini lingkungan sekolah memberikan andil besar dalam pembetukan karakter anak. Lingkungan ketiga, masyarakat. Selain lingkungan keluarga dan sekolah yang membentuk karakter anak, lingkungan masyarakat pun meberikan andil dalam pembentukan karakter anak. Kadangkala lingkungan masyarakat menjadi penentu dalam pembentukan karakter anak manakala lingkungan keluarga tidak memberikan fondasi nilai-nilai kehidupan yang kuat, dan sekolah pun memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam keterbatasan dan masyarakat yang dapat memenuhinya yang dibutuhkan anak. Dan tidak dapat dipungkiri ketiga lingkungan (yang mendidik) itu merupakan wahana pembentukan karakter anak.

Kata kunci: lingkungan, wahana pembentukan, karakter


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR RUJUKAN

Arifin, M. 2000. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Daradjat, Zakiah dkk. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasbullah. 2009. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Ramayulis dan Samsul Nizar. 2010. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia

Lichona, Thomas. 2012. Mendidik untuk Membentuk Karakter. Penerjemah Juma Abdu Wamaungo. Jakarta: Bumi Aksara.

Nata, Abuddin. 2010. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Penanda Media Group.

Nata, Abuddin. 2012. Pemikiran Pendidikan Islam dan Barat. Jakarta: RajaGrafindo.

Purwanto, M. Ngalim. 2000. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Suwarno, Wiji. 2009. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Suyanto. 2006. Dinamika Pendidikan Nasional: Dalam Percaturan Dunia Global. Jakarta: PSAP Muhammadiyah.

Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.