PROTOTYPE INKUBATOR UNTUK ANAK BURUNG LOVEBIRD (AGAPORNIS) DENGAN KEMAMPUAN KENDALI JARAK JAUH BERBASIS SMS

Adi Tyas Iswara, Sugiono Sugiono, Oktriza Melazen

Sari


Fase anak merupakan tahapan yang sangat penting karena pada fase ini anak burung lovebird mulai dipisahkan dengan induknya, di mana lingkungannya dijaga hingga usia 30 hari atau hingga bulu-bulunya terbentuk sempurna. Untuk usia 7 hari hingga 14 hari, dibutuhkan temperatur lingkungan 33°C hingga 35°C, sedangkan usia 15 hari hingga 30 hari dibutuhkan 31°C hingga 33°C. Jika temperatur tidak terjaga pada batas tersebut, maka bulu anak burung lovebird akan rontok dan tidak bisa menjadi dewasa dengan kualitas terbaik. Dalam penelitian ini akan dibangun sebuah prototype inkubator yang mampu menjaga temperatur dan kelembaban di dalamnya secara otomatis. Pengaturan yang bisa dilakukan oleh operator adalah temperatur dan kelembaban. Sesuai dengan temperatur yang dibutuhkan anak burung lovebird pada fase anak, maka temperatur interior inkubator harus bisa memiliki rentang minimal 31°C hingga 35°C. Perangkat inkubator ini akan menggunakan pemanas dan ventilasi kipas angin untuk menjaga temperatur, kelembaban, dan memberikan udara segar dalam ruangannya. Selain itu, proses pengaturan dan monitoring juga bisa dilakukan dari jarak jauh melalui media SMS. Estimasi konsumsi energi listrik untuk proses inkubasi anak burung lovebird usia 7 hari hingga 30 hari menggunakan perangkat inkubator yang telah dibangun adalah sebesar 28.938 kWh.
Kata kunci: inkubator, lovebird, sistem kendali, temperatur, kelembaban, SMS


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.