Analisis Pengaruh Beban Tidak Seimbang Terhadap Rele Gangguan Tanah Pada PLN Transmisi APP Malang (Aplikasi GI Sengkaling)

M Hasbi Ashshiddiqi, Bambang Minto Basuki

Sari


Proteksi terhadap sistem kelistrikan serta peralatannya adalah hal yang sangat dibutuhkan. Sistem proteksi berperan penting dalam mendeteksi adanya gangguan dan dapat mencegah kerusakan yang diakibatkan gangguan. Koordinasi sistem proteksi yang baik akan mengisolasi daerah gangguan dan mencegah pemadaman di daerah lain. Pada GI sengkaling terdapat beberapa penyulang dimana penyulang tersebut berfungsi sebagai sarana untuk pendistribusian tenaga listrik dari gardu induk ke konsumen. Tetapi dalam kenyataannya penyulang tersebut sering mengalami gangguan, diantaranya adalah gangguan hubung singkat. Oleh karena itu untuk melokalisir gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuh persyaratan sensitifitas, keandalan, selektivitas dan kecepatan yang semuanya bergantung pada ketepatan setting peralatan proteksinya. Proteksi yang biasa digunakan untuk penyulang tegangan menengah adalah relai arus lebih (Over Current Relay) dan relai gangguan tanah (Ground Fault Relay), yaitu relai yang berfungsi untuk menginstruksikan pemutus tenaga untuk membuka, sehingga saluran udara tegangan menengah dipisahkan dari jaringan.
Data pada penyulang panorama di GI sengkaling terdapat gangguan fasa ke tanah dimana diketahui Ia sebesar 56,50 A, Ib sebesar 59,50 A, dan Ic 82,00 A. Sehingga diketahui arus gangguan yang muncul di netral yaitu sebesar 31,37 A. Dalam hal ini akan dibahas seberapa besar pengaruh ketidakseimbangan beban tersebut terhadap relai gangguan tanah.
Kata Kunci : Sistem Proteksi, Relai Gangguan Tanah, Gangguan, GI Sengkaling


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.