SISTEM KONVERSI ENERGI BERBASIS AIR LAUT GUNA MENDAPATKAN ENERGI LISTRIK DENGAN METODE SEL VOLTA

Taufiqur Rohman, Bambang Dwi Sulo, Oktriza Melfazen

Sari


Energi listrik alternatif merupakan sumber energi yang perlu dikembangkan mengingat semakin habis energi fosil di bumi. Salah satu sumber energi yang tidak akan habis adalah air laut. Air laut mengandung campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material berupa garam, gas terlarut, bahan organik dan partikel tak terlarut. Senyawa yang terkandung dalam air laut adalah Natrium Clorida (NACL) dan oleh H20 diraikan menjadi Na+ dan Cl-. Bertemunya dua partikel bebas Na+ dan Cl- yang dipadukan dengan metode sel volta akan menghasilkan perubahan/ konversi menjadi arus listrik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada air laut di pantai selatan kota Malang dengan volume 100 ml sampai 2000 ml, hasil tetinggi pada saat siang hari dengan cuaca normal suhu 30° C dan kelembaban 68% menghasilkan energi 1,78 Watt, pada saat pasca hujan dengan suhu 25° C dan kelembaban 70% menghasilkan energi 1,8 Watt, dan pada malam hari dengan suhu 23,5° C dan kelembaban 84% menghasilkan energi 2,56 Watt. Untuk menghasilkan energi yang lebih besar maka dilakukan step up dengan dirangkai menjadi cell-cell yang dihubungkan seri sebanyak 10 cell dengan volume 250 ml pada masing-masing cell menghasilkan energi listrik sebesar 11,73 Watt. Jadi energi yang dihasilkan air laut dapat dipengaruhi oleh volume, suhu, kelembaban dan pergerakan air laut.
Kata kunci : energi alternatif, air laut, sel volta, listrik


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.