KAJIAN ISLAM TERHADAP PROBLEM POLITIK UANG DALAM PILKADA DI INDONESIA

Abdul Wahid

Abstract


It's not only the citizen (constituent) who determines the image of mayor election (Pilkada) but also anybody who influences the citizen in order to gain the support from people has big influence through the image of democracy. One of political bad habits and law deviations which blot the image of mayor election (Pilkada) is money politics. It's the time for each people to not mortgage the democracy through money politics, since money politics can only make the future of country becomes even worse as a non-ethics country. In the Islamic doctrine, money politics can be categorized as bribing practice or a forbidden activity


Keywords


money politics, bribing practice, democracy, Islam, mayor election

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Hamim, 2009, Kehancuran Demokrasi: Duri dalam Membangun Republik, makalah disampaikan dalam diskusi di Yayasan Permata Hati, tanggal 4 Mei 2009.

El-Manaf, Sirozi. 2008. Politik Uang dan Gerakan Pemelamahan Demokrasi,Surabaya: Cahyapres.

Faisol, Moh. 2009. Politik Uang Menghegemoni Demokrasi dan Hukum, makalah disampaikan dalam diskusi di Yayasan Permata Hati, 15 Desember 2009.

Fathkuri, http://www.gp-ansor.org/opini/politik- uang-dan-uang-politik. html, tanggal 15 Maret 2010 dari www. Google.

Fatwa, AM. Pelita, 26 November 2008. "Melawan Praktik Politik Uang"

Ghafar, Abdul. 2008. Uang dan Politikus, Yogya: Penyebar Demokrasi http://www.indonesiamenulis.com/2009/05/politik-

uang-dan-marginalisasi-demokrasi.html Jannah, Maulana. 2005. Politik Uang dalam diakses

Pilkada, dipublikasikan: 18/10/2005 14:35:18 Munawar, Choirul. 2009. Politik Uang, Berhala Kontemporer. Surabaya: . Gagasan Indonesia Baru.

Prayitno, Irwan, 2010, Perkembangan Demokrasi di Indonesia, Cabaran dan Pengharapan, www.pas.org.my/kertaskerj a/

Shahab, Alwi, 2008, Sogok, Republika, 6 Maret 2008

Staquf, Yahya Cholil, Politik Uang, http:// mimbardemokrasi.blogspot.com /2009/04/ politik-uang_07.html.

Wahid, Abdul. 2010, Kearifan Bernegara, Surabaya: Mahirsindo Pustaka.. Perkemhttp: 11, diakses tanggal 15 Maret 2010,

Kabul, Imam, 2007, Dari Langit Menjadi Negarawan, Jakarta: Nirmana Media.

Kansil. CST. 2000. Pengantar Tata Hukum Indonesia dan Pengantar IImu Hukum, Jakarta: Balai Pustaka.

Mubammad, Najib, 2003, Belajar Menjadi Negarawan, Bandung: Humanika

Nur R, Endah, 2009, Menjadi Manusiawi, Republika, 21 Juli 2009.

Santoso, Thomas (Editor), 2002, Teori-Teori Kekerasan, Jakarta: Ghalia Indonesia & Universitas Kristen Petra. Santoso, Topo, dkk, 2001, Kriminologi, Jakarta: Rajawali Pers.

Sidharta. Arief, 1993, Percikan Gagasan Tentang Hukum, Bandung: Citra Aditya Bhakti.

Soekanto. Soerjono. 1979. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta: Rajawali Pres.

Tanuwijaya. Fanny, 2001, Dinamika Hukum, Fakultas Hukum Universitas Islam Malang.

Wahab, Solihin Abdul. 1999. Ekonomi Politik Pembangunan, Bisnis Indonesia Era Orde Baru dan di tengah Krisi Moneter, Malang: Danar Wijaya.

Wahid, Abdul, 2010, Kearifan Bernegara, Surabaya: Mahirsindopersada.




DOI: http://dx.doi.org/10.33474/an-natiq.v1i1.9070

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 An-Natiq



An-Natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner is indexed by:

Creative Commons License
An-Natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner ISSN 2777-0176 (online), ISSN 2798-0200 (print) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.