MASIFIKASI PENDIDIKAN KONSTITUSI SEBAGAI PROTEKSI HAK KEBINEKAAN DI ERA PANDEMI COVID-19

Abdul Wahid, Sunardi Sunardi, Dwi Ari Kurniawati

Abstract


Abstrak

 

Konstitusi merupakan pijakan dasar atau norma yuridis fundamental yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kondisi apapun, termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19. Urgensinya konstitusi ini akan bisa dirasakan oleh setiap warga negara melalui proses pendidikan (pembelajaran).  Mengingat kondisi masyarakat yang terkena pandemi Covid-19 ini sangat pluralistik, sementara setiap warga negara secara konstitusionalitas mempunyai hak atas kebinekaan, maka setiap pihak, khususnya kalangan penyelenggara pendidikan untuk melakukan masifikasi pendidikan konstitusi, yang model ini diidealisasikan dapat menegakkan keadilan sosial dan mencegah disparitas dan radikalitas  di tengah  masyarakat.

Kata kunci: masifikasi, pendidikan, konstitusi, proteksi, hak, kebinekaan

 

Abstract

 

The constitution is the basic foundation or fundamental juridical norms governing the life of the nation and state in any condition, including when facing the Covid-19 pandemic. The urgency of this constitution will be felt by every citizen through the process of Education (learning). Considering that the condition of the people affected by the Covid-19 pandemic is very pluralistic, while every citizen constitutionality has the right to diversity, then each party, especially the education providers to carry out the constitutional education masification, which this model is idealized can uphold social justice and prevent disparity and radicality in the community. Keywords: masification, education, constitution, protection, rights, diversity


Full Text:

PDF

References


Buku

Ahmad Tafsir, 2006, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Chabib Thoha, 1996, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

DPD RI dan Universitas Brawijaya, 2009, Konstruksi Perwakilan Daerah Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Malang: Pusat Pengkajian Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Erman Hermawan, 2001, Politik Membela yang Benar, Teori Kritik dan Nalar, Jakarta: Garda Bangsa.

Lukman Saidi, 2012, Belajar Sejarah dari Negarawan, Jakarta: Javamedia.

Muhammad Tholhah Hasan, 1987, Islam dalam Perspektif Sosial Budaya, Jakarta: Galasa Nusantara.

Mulawarman Rais, 2011, Politik Membangun Otonomi Daerah, Jakarta: Himas

Ni`matul Huda, 2005, Hukum Tata Negara, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Pan Muhammad Faiz, 2012, Mengawal Demokrasi Melalui Constitutional Review: Sembilan Pilar Demokrasi Putusan Mahkamah Konstitusi.

Sadu Wasisto, 2003, Kapita Selekta Manajemen Pemerintahan Daerah, Bandung: Fokus Media

Sekretariat Jenderal MPR, 2012, Presiden Bicara Pancasila, Jakarta: Sekjen MPR.

Syed Sajjad Husain dan Syed Ali Ashraf, 1986, Crisis Muslim Education., Terj. Rahmani Astuti, Krisis Pendidikan Islam, Bandung: Risalah.

Tim ICCE UIN Jakarta. 2003, Pendidikan Kewargaan (Civic Eduatin) Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani, Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah.

Makalah dan Prosiding

Ahmad Fadeli, dkk Pendidikan Islam sebagai pembentuk Karakter Peserta Didik, LKPPI, 15 Agustus, 2015, Malang. 2.

Kuntowijoyo dalam Hajriyanto Y Tohari, “Strategi Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Sosial dan Politik Dalam Perspektif ke-Indonesiaan”, dalam Pusat Studi Pancasila UGM, Prosiding Kongres Pancasila V 2013 (Strategi Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menguatkan Semangat ke-Indonesia-an), Yogyakarta, 31 Mei-1 Juni 2013.

Syarif Hidayat, “Desentralisasi untuk Pembangunan Daerah”, Jentera: Peraturan Daerah edisi 14 Tahun IV, Oktober-Desember 2006.

Internet

Kompas.com dengan judul "Ancaman Kelaparan dan Krisis Pangan Global Setelah Pandemi Corona", https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/24/142919365/ancaman-kelaparan-dan-krisis-pangan-global-setelah-pandemi-corona, akses 29 April 2020.




DOI: http://dx.doi.org/10.33474/yur.v3i2.6737

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Abdul Wahid, Sunardi Sunardi, Dwi Ari Kurniawati



Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Yurispruden Visitor