Edukasi kesehatan era digital: Peran augmented reality dalam meningkatkan kesadaran kelompok prolanis pasien diabetes
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i1.23378Keywords:
augmented reality, diabetes melitus, edukasi, prolanisAbstract
Edukasi bagi pasien diabetes melitus (DM) sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan manajemen penyakit guna mencegah komplikasi. Augmented Reality (AR) dipilih sebagai media edukasi karena mampu menyajikan informasi secara interaktif, menarik, dan mudah dipahami. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien untuk mencapai keberhasilan terapi. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien, terutama bagi kelompok prolanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan AR dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien DM kelompok prolanis serta melihat perubahan kadar gula darah sebelum dan sesudah edukasi. Studi ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain pre-post test. Intervensi diberikan melalui program edukasi berbasis AR yang menampilkan visualisasi 3D komplikasi diabetes. Analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada variabel pengetahuan (p=0,03) dan perilaku (p=0,02) setelah intervensi. Sementara itu, kadar gula darah mengalami penurunan dari 193 mmHg menjadi 187 mmHg, meskipun perubahan ini tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi berbasis AR efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pasien DM kelompok prolanis. Meskipun penurunan kadar gula darah tidak signifikan, AR tetap berpotensi menjadi alat edukasi inovatif dalam mendukung manajemen DM jangka panjang.
References
Aisyiah, Wowor, T. J., & Wahyuningsih, S. (2022). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia di kelurahan pasar minggu Jakarta Selatan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 13(5), 73–76. https://doi.org/10.33846/sf13nk212
Bandura, A. (1998). Health promotion from the perspective of social cognitive theory. Psychology and Health, 13(4), 623–649. https://doi.org/10.1080/08870449808407422
Bower, M., Howe, C., McCredie, N., Robinson, A., & Grover, D. (2014). Augmented Reality in education - cases, places and potentials. Educational Media International, 51(1), 1–15. https://doi.org/10.1080/09523987.2014.889400
Care, D., & Suppl, S. S. (2018). Classification and diagnosis of diabetes: Standards of medical care in Diabetesd2018. Diabetes Care, 41(January), S13–S27. https://doi.org/10.2337/dc18-S002
Cheng, K. H., & Tsai, C. C. (2013). Affordances of Augmented Reality in Science Learning: Suggestions for Future Research. Journal of Science Education and Technology, 22(4), 449–462. https://doi.org/10.1007/s10956-012-9405-9
Iranmanesh, M., Senali, M. G., Foroughi, B., Ghobakhloo, M., Asadi, S., & Babaee Tirkolaee, E. (2024). Effect of augmented reality applications on attitude and behaviours of customers: cognitive and affective perspectives. Asia-Pacific Journal of Business Administration, April. https://doi.org/10.1108/APJBA-07-2023-0292
Kerner., & B. (2019). Definition, Classification and Diagnosis of Diabetes Mellitus. Experimental and Clinical Endocrinology and Diabetes, 127, S1–S7. https://doi.org/10.1055/a-1018-9078
Kiik, S. M., Sahar, J., & Permatasari, H. (2018). Peningkatan Kualitas Hidup Lanjut Usia (Lansia) Di Kota Depok Dengan Latihan Keseimbangan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(2), 109–116. https://doi.org/10.7454/jki.v21i2.584
Kora, F., & Retaningsih, V. (2022). Peningkatan kualitas hidup pasien dm dengan menjaga kadar gula darah. Jurnal Informasi Kesehatan & Administrasi Rumah Sakit (IKARS), 1(2), 50–52. https://doi.org/10.55426/ikars.v1i2.214
Manuntung, A. (2020). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Pola Makan Sebagai Faktor Resiko Diabetes Melitus. Media Informasi, 15(2), 138–142. https://doi.org/10.37160/bmi.v15i2.393
Michie, S. . (2014). ABC of Behaviour Change Theories. Silverback, Publishing.
Nappoe, S. A., Djasri, H., & Kurniawan, M. F. (2023). Chronic disease management programme (PROLANIS) in Indonesia: Case study. In Iris.Who.Int.
Ozdemir, M., Sahin, C., Arcagok, S., & Demir, M. K. (2018). Öğrenme sürecinde artırılmış gerçeklik uygulamalarının etkililiği: Bir meta-analiz çalısması. Egitim Arastirmalari - Eurasian Journal of Educational Research, 2018(74), 165–186. https://doi.org/10.14689/ejer.2018.74.9
Rohmah, A. I. N., Purwaningsih, & Bariyah, K. (2019). Kualitas hidup lanjut usia. Jurnal Keperawatan, 3(2), 120–132. https://doi.org/10.22219/jk.v3i2.2589
Supriyanto, S., Joshua, Q., Abdullah, A. G., Tettehfio, E. O., & Ramdani, S. D. (2023). Application of Augmented Reality (AR) in vocational education: A systematic literature review. Jurnal Pendidikan Vokasi, 13(2), 205–213. https://doi.org/10.21831/jpv.v13i2.54280
Widianingtyas, A., Purbowati, M. R., Dewantoro, L., & Mustikawati, I. F. (2021). Hubungan Keikutsertaan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) dengan Tingkat Efikasi Diri Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas 1 Kembaran. Muhammadiyah Journal of Geriatric, 1(2), 33. https://doi.org/10.24853/mujg.1.2.33-39
Wilkie, S., Townshend, T., Thompson, E., & Ling, J. (2018). Restructuring the built environment to change adult health behaviors: a scoping review integrated with behavior change frameworks. Cities and Health, 2(2), 198–211. https://doi.org/10.1080/23748834.2019.1574954
Zhu, E., Hadadgar, A., Masiello, I., & Zary, N. (2014). Augmented reality in healthcare education: An integrative review. PeerJ, 2014(1), 1–17. https://doi.org/10.7717/peerj.46
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Titiek Hidayati, Tri Pitara Mahanggoro, Akhsanul Fuadi, Bramastha Alfanda Subroto, Adinda Aning Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
