Pemberdayaan peternak melalui diseminasi teknologi silase rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand)
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i1.23801Keywords:
fermentasi rumput pakchong, sirkular ekonomi, participatory learningAbstract
Keterbatasan bahan pakan hijauan berkualitas pada musim kemarau menjadi hambatan utama produktivitas usaha ternak rakyat di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan ketahanan pakan lokal melalui diseminasi teknologi pembuatan silase berbasis Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand) yang diberi aditif pollard, molasses, dan inokulan EM4. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Learning and Action) meliputi survei kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi lapang (demplot), praktik pembuatan silase, dan monitoring pasca-pelatihan. Evaluasi meliputi perubahan pengetahuan (pre-test/post-test), kualitas fisik silase (warna, aroma, tekstur, pH), serta observasi adopsi awal oleh 21 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 65% peserta memahami konsep silase menjadi 100% setelah intervensi; silase yang dihasilkan memenuhi kriteria organoleptik dan pH (≈4,0–4,2). Selain itu, terdapat indikasi awal perubahan perilaku berupa peningkatan kesiapan mencoba teknologi (intent-to-adopt), praktik pembuatan mandiri pada 6 kelompok kecil, dan pergeseran motivasi dari sekadar 'tabungan darurat' menuju pemikiran produktivitas yang lebih berorientasi bisnis. Analisis mendalam mengaitkan efektivitas intervensi dengan faktor-faktor: (1) relevansi teknologi terhadap kebutuhan musiman, (2) kemudahan rekayasa teknis (bahan lokal + silo sederhana), (3) pembelajaran langsung (demplot & praktik), dan (4) insentif awal berupa bantuan kecil (EM4 dan silo). Temuan ini merekomendasikan skala-up yang memprioritaskan pendampingan berkala, integrasi teknik pengolahan limbah pertanian, dan studi ekonomi lanjut untuk mengukur dampak produktivitas dan profitabilitas.
References
Akzar, R., Umberger, W. J., & Peralta, A. (2023). Understanding heterogeneity in technology adoption among Indonesian smallholder dairy farmers. Agribusiness, 39(2), 347–370. https://doi.org/10.1002/agr.21782
Berampu, I. S., Asril, A., & Delima, M. (2020). Kualitas fisik silase rumput gajah mini (pennisetum purpureum CV. Mott) akibat pemberian probiotik EM-4 dengan tambahan bahan aditif yang berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5(1), 198-202. https://doi.org/10.17969/JIMFP.V5I1.13223
Blitarkab.bps.go.id. (2022). Kecamatan Doko Dalam Angka 2023. Diakses pada 2Agustus 2024.
Budiman, C. & Yani, A. (2022). Penerapan bioteknologi pakan ternak dengan penambahan silikat cair (sio2) plus sebagai feed suplement untuk meningkatkan produktivitas kambing peranakan ettawa. Jurnal Agroteknologi, 2(2), 55-65. https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/agroteknologi/article/view/935
Christi, R. F., Setyatwan, H., Ismiraj, M. R., Kholiq, B., & Yuniarti, E. (2021). Pembuatan pakan silase di kelompok ternak roudhatul ghonam Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Farmers: Journal of Community Services, 2(2), 63-67. https://doi.org/10.24198/fjcs.v2i2.34590
Karyono, T., Herlina, B., Adlan, Z. U., & Trianah, Y. (2024). Komposisi fermentasi silase jerami padi dan legume indigofera (Indigofera zollingeriana) terhadap kualitas fisik dan nutrisi pakan ternak ruminansia. Jurnal Peternakan Silampari, 3(1), 31-42. https://doi.org/10.58328/jps.v3i1
Kusmiah, N., Mahmud, A.T.B.A., & Darmawan, A. [2021]. Pakan fermentasi sebagai solusi penyediaan pakan ternak di musim kemarau. SIPISSANGNGI jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(2): 31-36. https://doi.org/10.35329/sipissangngi.v1i2.2030
Larangahen, A., Bagau, B., Imbar, M. R., & Liwe, H. (2017). Pengaruh penambahan molases terhadap kualitas fisik dan kimia silase kulit pisang sepatu (Mussa paradisiaca formatypica). Zootec, 37(1), 156-166. https://doi.org/10.35792/zot.37.1.2017.14419
Laurin, C., Liman, L., Erwanto, E., & Muhtarudin, M. (2024). Pengaruh berbagai jenis amelioran terhadap kualitas rumput pakchong pada tanahultisol. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals), 8(3), 500-506. https://doi.org/10.23960/jrip.2024.8.3.500-506
Nahak, O. R., Tahuk, P. K., Bira, G. F., Bere, A., & Riberu, H. (2019). Pengaruh jenis aditif yang berbeda terhadap kualitas fisik dan kimia silase komplit berbahan dasar sorgum (Shorgum bicolor (L.) Moench). Journal of Animal Science (JAS), 4(1), 3-5. https://doi.org/10.32938/ja.v4i1.649
Naibaho, T., Despal & Permana, I. G. (2017). Perbandingan silase ransum komplit berbasis jabon dan jerami untuk meningkatkan ketersediaan pakan sapi perah berkualitas secara berkesinambungan. Buletin Makanan Ternak, 104(2), 12–20.
Raguati, R., Darlis, D., Afzalani, A., Ningsi, Z., Hoesni, F., & Musnandar, E. (2022). Pengaruh lama ensilase dan aras bioaktivator EM4 terhadap kualitas fisik dan kandungan HCN silase kulit ubi kayu (Manihot utilissima Pohl). Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(1), 510-516. http://dx.doi.org/10.33087/jiubj.v24i2
Ramadhanti, M. A., Dadi, D., & Sutresna, Y. (2022). Perbedaan kandungan nutrisi pakan ternak domba hasil fermentasi menggunakan jenis rumput yang berbeda. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 3(2), 428-432. http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v3i2.6674
Ritonga, M. R. N., Qisthon, A., Erwanto, E., & Wanniatie, V. (2022). Pengaruh subtitusi silase daun singkong dengan rumput pakchong (Pennisetum cv. Thailand) terhadap konsumsi BK dan produksi susu kambing PE. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals), 6(4), 385-390. https://doi.org/10.23960/jrip.2022.6.4.385-390
Saun, R. & Heinrichs, J. (2008). Troubleshooting silage problems: How to identify potential problem. Proceedings of the mid-atlantic conference, 26-28
Superianto, S., Harahap, A. E., & Ali, A. (2018). Nilai nutrisi silase limbah sayur kol dengan penambahan dedak padi dan lama fermentasi yang berbeda. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 13(2), 172-181. https://doi.org/10.31186/jspi.id.13.2.172-181
Suroto., Fadilah, N., & Hidayat, R. (2023). Sosialisasi dan pelatihan pembuatan silase kelompok peternak kambing PKK Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring, 3(1), 20-26. DOI: https://doi.org/10.59900/pkmagri.v3i1.148
Suryanti, R., Mardiharini, M., Kisworo, A. N., & Untari, F. D. (2025). Improving the sustainability of silage adoption in dairy cattle farming: Analysis of determining factors and strategies for increasing farm capacity. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 20(1), 14–28. https://doi.org/10.51852/7eayjd09
Susanti, A.D., Cahyadi, M., Paryanto, & Fadilah [2021]. Penerapan teknologi silase dan fermentasi untuk ketahanan pakan ternak di daerah sub-optimal Rejosari, Bantul. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat. 6(1), 614-622. https://doi.org/10.21067/jpm.v6i1.4983
Sutaryono, Y. A., Harjono, H., Mastur, M., & Sumiati, S. (2021). Manajemen pemberian pakan berkualitas di kelompok ternak sapi pantang mundur Desa Nyerot Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. Jurnal Pepadu, 2(2), 210-213. http://jurnal.lppm.unram.ac.id/index.php/jurnalpepadu/index
Tira, H., Widianti, L. A., Hadi, L. M. K., Rohman, J. P., Aisyah, N. P., Anugrah, F.R., & Indriani, N. (2024). Sosialisasi pembuatan pakan silase di Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Bakti Nusa, 5(1), 34-38. https://doi.org/10.29303/baktinusa.v5i1.127
Yonatan, K., Solomon, D., Taye, T., & Yehenew, G. (2014). Effect of effective microorganism (EM) on the nutritive quality of coffee husk silage. International journal of scientific & technology research, 3(7), 1-19. https://www.researchgate.net/publication/329177377_Effect_Of_Effective_Microorganism_EM_On_The_Nutritive_Quality_Of_Coffee_Husk_Silage
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anie Eka Kusumastuti, Aulita Maryansari, Radella Argianti, Danung Nur Adli, Puji Akhiroh, Nanang Febrianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
