Pemberdayaan lansia untuk pengelolaan sampah dan sanitasi berbasis ekonomi sirkular

Authors

  • Punik Mumpuni Wijayanti Universitas Islam Indonesia
  • Utami Universitas Islam Indonesia
  • Ridwan Universitas Janabadra

DOI:

https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.24623

Keywords:

pemberdayaan lansia, pengelolaan sampah desa, sanitasi lingkungan

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan sanitasi lingkungan masih menjadi tantangan di wilayah perkotaan, termasuk Kalurahan Kotabaru, Yogyakarta. Di sisi lain, tingginya proporsi penduduk lanjut usia di Daerah Istimewa Yogyakarta membuka peluang pemberdayaan lansia sebagai agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan melalui pemberdayaan lansia dengan pendekatan Community Action Plan (CAP). Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Agustus 2025 di Kalurahan Kotabaru, Yogyakarta, melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan partisipatif, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Program melibatkan kelompok lansia, kader lingkungan, pengelola bank sampah, perangkat kelurahan, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 10 peserta mengikuti pelatihan pengelolaan sampah dan sanitasi, serta 10 keluarga mampu mengolah sampah organik secara mandiri melalui pembuatan eco-enzyme dan budidaya Black Soldier Fly (BSF). Selain itu, sekitar 40% rumah tangga mulai melakukan pemilahan sampah dari sumbernya dan 50% warga berpartisipasi dalam kampanye lingkungan. Program juga menghasilkan produk berbasis pengolahan sampah dan membentuk Surat Kesepakatan Bersama sebagai komitmen keberlanjutan program. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan lansia melalui CAP berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan. Integrasi pemberdayaan lansia, ekonomi sirkular, dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas memperkaya model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan adaptif terhadap karakteristik demografis wilayah.

References

Asteria, D., & Heruman, H. (2016). Bank sampah sebagai alternatif strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Tasikmalaya. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 23(1), 136–141. https://doi.org/10.22146/jml.18783

BPS DIY. (2024). Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Diener, S., Zurbrügg, C., & Tockner, K. (2011). Conversion of organic material by black soldier fly larvae: Establishing optimal feeding rates. Waste Management & Research, 27(6), 603–610. https://doi.org/10.1177/0734242X09103838

Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2017). The circular economy: a new sustainability paradigm? Journal of Cleaner Production, 143(757–768). https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.12.048

Laverack, G. (2006). Improving health outcomes through community empowerment: A review of the literature. Journal of Health Population and Nutrition, 24(1), 113–120. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16796158/

Mikkelsen, B. (2012). Methods for development work and research: A new guide for practitioners (2nd ed.). Sage Publications. https://doi.org/10.4135/9788132108566

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Book Review: Qualitative Data Analysis. A Methods Sourcebook (3 (ed.); Vol. 28, Issue 4). SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.1177/239700221402800402

Narayan, D. (2002). Empowerment and poverty reduction: a sourcebook (D. Narayan (ed.)). World Bank. https://doi.org/10.1596/0-8213-5166-4

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of american community. Simon & Schuster.

Rosdiana, R. (2024). Organic waste management behavior through cultivating Black Soldier Fly (BSF). Jurnal Info Kesehatan, 22(1), 72–81. https://doi.org/10.31965/infokes.Vol22Iss1.1450

Sulastri, G., & Diswandi, D. (2024). Analysis of BSF maggot farming income in the context of organic waste management in NTB Province, Indonesia. International Journal of Multidisciplinary Research and Analysis, 7(6), 2844–2847. https://doi.org/10.47191/ijmra/v7-i06-55

Surendra, K. C., Olivier, R., Tomberlin, J. K., Jha, R., & Khanal, S. K. (2016). Bioconversion of organic wastes into biodiesel and animal feed via insect farming. Renewable Energy, 98, 197–202. https://doi.org/10.1016/j.renene.2016.03.022

Syam, D. M., & Bungawati, A. (2024). The effectiveness of community-led total sanitation cadre intervention in improving stunting knowledge and behavior. Healthcare in Low-Resource, 33(1), 5–62. https://doi.org/10.4081/hls.2024.13109

WHO. (2002). Active ageing: A policy framework. World Health Organization. https://iris.who.int/handle/10665/67215

Wijayantia, D. R., & Suryani, S. (2015). Waste bank as community-based environmental governance: A lesson learned from Surabaya. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 184, 171–179. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.05.077

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Wijayanti, P. M., Utami, & Ridwan. (2026). Pemberdayaan lansia untuk pengelolaan sampah dan sanitasi berbasis ekonomi sirkular. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(3), 774–782. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.24623

Issue

Section

Articles