Peningkatan kesehatan mental santri melalui pemberdayaan konselor sebaya di pesantren

Authors

  • Muallifah Muallifah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Ali Kadarisman Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Hakmi Hidayat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Aprilia Mega Rosdiana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Mas Rukhin Lubabul Huda Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Serly Amria Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

DOI:

https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.24686

Keywords:

kesehatan mental, konselor sebaya, pesantren ramah santri

Abstract

Kesehatan mental santri merupakan faktor krusial yang memengaruhi keberhasilan proses belajar dan pembentukan karakter di lingkungan pesantren. Fenomena di sejumlah pesantren di Kota Malang menunjukkan meningkatnya permasalahan seperti perundungan verbal, tekanan akademik, dan kecemasan di kalangan santri, sementara sistem dukungan psikososial belum berjalan optimal. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental santri melalui pemberdayaan konselor sebaya dalam memberikan dukungan psikososial berbasis pesantren. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 35 peserta, terdiri atas pengurus pendamping santri, guru pesantren, dan santri yang dipilih sebagai calon konselor sebaya. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahapan utama, yaitu need assessment, pelatihan konselor sebaya, pendampingan lapangan, dan evaluasi. Fokus intervensi diarahkan pada peningkatan keterampilan komunikasi empatik, kemampuan deteksi dini masalah psikologis, serta penguatan kapasitas memberikan dukungan emosional dasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi komunikasi empatik sebesar 72% dan kemampuan identifikasi masalah psikologis sebesar 68%. Selain itu, terbentuk tim peer counselor aktif yang menangani kasus santri di bawah supervisi guru pendamping. Kegiatan ini juga memunculkan perubahan budaya komunikasi yang lebih terbuka dan suportif di lingkungan pesantren. Program ini berkontribusi nyata terhadap penguatan sistem kesehatan mental berbasis komunitas pesantren serta menjadi praktik baik integrasi nilai-nilai Islam dengan pendekatan psikososial partisipatif.

References

Arief, Y. S., Krisnana, I., Kurnia, I. D., & Rachmawati, P. D. (2021). Peer group counseling in improving prosial behavior of adolescent in Surabaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan, 3(1), 18. https://doi.org/10.20473/jpmk.v3i1.24385

`Cowie, H., & Myers, C. A. (2015). Bullying among university students: Cross-national perspectives (1st ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315750132

Duggan, M., Koczela, S., Hanhan, T., Humphrey, D., Malpiede, M., Cogan, D., Eisenberg, D., Gatto, A., Harrigan, A., & Mason, M. G. (2022). Peer counseling in college mental health (Issue January).

Eelen, P. (2018). Behaviour therapy and behaviour modification background and development. Psychologica Belgica, 58(1), 184–195. https://doi.org/10.5334/pb.450

Ha, Z., & Kelly, C. (2023). Peer relationship and mental health damage from academic-stress and depersonalization in high school. Journal of Student Research, 12(3), 1–13. https://doi.org/10.47611/jsrhs.v12i3.4890

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2

Mahlke, C. I., Krämer, U. M., & Bock, T. (2014). Peer support in mental health services. Current Opinion in Psychiatry, 27(4), 276–281. https://doi.org/10.1097/YCO.0000000000000074

Miller, P. (2011). Theories of developmental psychology (3rd ed.). Catherine Woods. https://doi.org/10.1037/033859

Muhammad, S., & Kabir, S. (2017). Introduction to counseling. In Essentials of Counseling (1st ed., pp. 20–46). Abosar Prokashana Sangstha.

Mundia, L. (2023). Relationship between mental health and teaching. International Journal of Mental Health, 42(2–3), 73–98. https://doi.org/10.2753/IMH0020-7411420205

Norton, L. (2019). Action research in learning and teaching: A practical guide to conducting pedagogical research in universities (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.1177/1475725719850329

Nozawa, H., Ikegami, K., Michii, S., Sugano, R., Ando, H., Kitamura, H., & Ogami, A. (2019). Peer counseling for mental health in young people – Randomized clinical trial –. Mental Health and Prevention, 14(May), 200164. https://doi.org/10.1016/j.mph.2019.200164

Qoyyimah, N. R. H., Noorrizki, R., Sa’id, M., & Apriliana, J. (2021). Efektivitas konseling sebaya sebagai upaya penguatan kesehatan mental remaja panti asuhan. Jurnal Penelitian Pendidikan Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K), 2(2), 166–173. https://doi.org/10.51849/j-p3k.v2i2.114

Salsabila, S., Wiryantara, J., Salsabila, N., & Alhad, M. A. (2020). The role of peer counseling on mental health. Bisma The Journal of Counseling, 4(3), 242–253. https://doi.org/10.23887/bisma.v4i3.29867

Santrock, J. W. (2011). Educational psychology. Hill Company Inc.

Song, D. (2017). Effect of peer psychological counseling on mental health education of college students. Proceedings of the 2017 7th International Conference on Mechatronics, Computer and Education Informationization, 930–933. https://doi.org/10.2991/mcei-17.2017.199

Steptoe, A. (2019). Happiness and health. Annual Review of Public Health, 40, 339–359. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-040218-044150

Taukeni, S. G. (2020). Introductory chapter: Counseling and therapy. Intechopen. https://doi.org/10.5772/intechopen.92133

Downloads

Published

2026-01-17

How to Cite

Muallifah, M., Kadarisman, A., Hidayat, H., Rosdiana, A. M., Huda, M. R. L., & Amria, S. (2026). Peningkatan kesehatan mental santri melalui pemberdayaan konselor sebaya di pesantren. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(2), 374–384. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.24686

Issue

Section

Articles