Pemberdayaan kader konseling melalui modul experiential learning untuk penguatan kompetensi sebaya dan keberlanjutan layanan dukungan psikososial

Authors

  • Adinda Krisnawati Universitas Muhammadiyah Malang
  • Rossa Anindya Raisa Mahardika Universitas Muhammadiyah Malang
  • Ni’matuzzahro Universitas Muhammadiyah Malang
  • Zainul Anwar Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.24790

Keywords:

konseling sebaya, remaja, experiential learning

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat peran Kader Konseling Remaja Smarihasta (KONRESA) di SMAN 8 Malang yang menghadapi keterbatasan keterampilan komunikasi empatik, kepercayaan diri, serta belum tersedianya sistem kaderisasi yang berkelanjutan. Permasalahan tersebut berdampak pada belum optimalnya fungsi konseling sebaya sebagai dukungan psikososial di lingkungan sekolah. Program ini dirancang dalam bentuk pemberdayaan partisipatif melalui pelaksanaan pelatihan dan pendampingan berbasis experiential learning yang melibatkan 20 kader aktif KONRESA dan guru Bimbingan Konseling sebagai mitra. Kegiatan meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan reflektif berbasis pengalaman nyata, pendampingan penerapan di sekolah, serta evaluasi kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi kader pada aspek empatik, sosial-interpersonal, dan kepercayaan diri yang tercermin dalam praktik konseling sebaya yang lebih aktif dan responsif. Dampak praktis terlihat dari terbentuknya Tim Inti KONRESA sebagai peer trainer, integrasi modul ke dalam kegiatan rutin BK, serta meningkatnya akses siswa terhadap dukungan emosional. Program ini menawarkan kebaruan berupa model pemberdayaan konselor sebaya berbasis experiential learning yang terstruktur dan berkelanjutan dalam konteks sekolah menengah.

References

Araudha, N., & Darmayanti, N. (2025). Behavior contract group counseling reduces student gadget addiction. Academia Open. https://doi.org/10.21070/acopen.10.2025.12477

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman and Company.

Beard, C., & Wilson, J. P. (2018). Experiential learning: A handbook for education, training, and coaching (3, Ed.). Kogan Page.

Claramita, M., Prabandari, Y. S., & Susilo, A. P. (2021). Penguatan kapasitas remaja melalui pelatihan peer counseling berbasis refleksi pengalaman. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(2), 134–148. https://doi.org/10.21831/jppm.v8i2

Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2, Ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Creswell, J. W. (2023). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5, Ed.). SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6, Ed.). SAGE Publications.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2023). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023. Kementerian Kesehatan Indonesia.

Janna, S. R., & Syahril, S. (2024). Emotional literacy training using role-playing techniques for junior high school students. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan. 16(2), 1019-1028. https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i2.4242

Kanyopa, P., & Munyaradzi, M. (2025). Peer counseling as a strategy for enhancing emotional competence and social leadership among adolescents. African Journal of Educational Psychology, 12(1), 45–59.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Kuspita, F. C., Sukartini, T., Ahsan, A., Nursalam, N., & Hastuti, A. P. (2024). Clinical achievement improvement through experiential learning-based training. Healthcare in Low-Resource Settings. 12(1). https://doi.org/10.4081/hls.2024.12052

Manjari, A. S., & Sudhesh, N. T. (2024). Knowledge, attitude, and stigma among adolescents: Effect of Mental Health Awareness and Destigmatisation (MHAD) program. Journal of Child and Adolescent Psychiatric Nursing, 37(4). https://doi.org/10.1111/jcap.70003

Purwanti, D., Rijanto, R., Cahyani, T. I. P., & Nurwulansari, F. (2022). Empowerment of Youth Information and Counseling Center (PIK-R) for early marriage independence among adolescent girls. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10(E), 617-621. https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.7291

Qana’a, M., & Nawangsih, E. (2018). The effectiveness of group counseling to improve students’ social skill in Telkom University Bandung. MIMBAR: Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 34(2). https://doi.org/10.29313/mimbar.v34i2.3675

Rahmi, F., Lestari, D., & Nugraha, A. (2023). Penerapan experiential learning dalam pelatihan konseling sebaya di sekolah menengah: Model dan implikasi praktis. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 5(1), 22–35.

Rogers, C. R. (1957). The necessary and sufficient conditions of therapeutic personality change. Journal of Consulting Psychology, 21(2), 95–103. https://doi.org/10.1037/h0045357

Steinberg, L. (2017). Adolescence (11, Ed.). McGraw-Hill Education.

Tindall, J. A. (2008). Peer counseling: An in-depth look at training peer helpers. Routledge.

Downloads

Published

2026-01-26

How to Cite

Krisnawati, A., Mahardika, R. A. R., Ni’matuzzahro, & Anwar, Z. (2026). Pemberdayaan kader konseling melalui modul experiential learning untuk penguatan kompetensi sebaya dan keberlanjutan layanan dukungan psikososial. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(2), 394–403. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.24790

Issue

Section

Articles