Revitalisasi wisata peninggalan sejarah melalui pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan cagar budaya
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.24953Keywords:
revitalisasi, cagar budaya, wisata sejarahAbstract
Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memiliki potensi warisan budaya berupa situs sejarah yang bernilai tinggi, salah satunya adalah kawasan wisata Boto Rubuh di Desa Gunungrejo. Namun, kondisi kawasan tersebut mengalami penurunan kualitas fisik, kurangnya penataan lingkungan, terbatasnya fasilitas pendukung, serta rendahnya pemanfaatan sebagai destinasi wisata edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi kawasan wisata sejarah Boto Rubuh sebagai upaya pelestarian cagar budaya sekaligus pengembangan potensi wisata lokal berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, penataan lingkungan kawasan, pembersihan area wisata, penanaman tanaman hias, pengecatan fasilitas mushola, serta pemasangan papan informasi sejarah sebagai media edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kondisi fisik kawasan yang lebih bersih, tertata, dan estetis, serta tersedianya informasi sejarah bagi pengunjung. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kawasan cagar budaya. Revitalisasi ini memberikan dampak positif secara sosial dan berpotensi mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata sejarah berbasis masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan potensi wisata lokal secara berkelanjutan.
References
Ashworth, G. J., & Tunbridge, J. E. (2000). The tourist-historic city, retrospect and prospect of managing the heritage city (S. Page (ed.)). Routledge Taylor & Francis Group.
Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5
Firdausi, N. A. (2024). Sustainable heritage tourism development : A study systematic literature review. JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Journal, 33(2), 211–220. https://doi.org/10.17509/jpis.v33i2.73073
Jauhar, Setijanti, P., & Hayati, A. (2021). Revitalisasi kawasan cagar budaya dengan pendekatan pariwisata berkelanjutan, studi kasus: Benteng Tindoi, Kab. Wakatobi. Jurnal Arsitektur Zonasi, 4(3), 388–398. https://doi.org/10.17509/jaz.v4i3.32516
Mahindra, D. A., & Megawati, S. (2022). Implementasi kebijakan revitalisasi kawasan cagar budaya (Studi pada Jalan Panggung Kota Lama, Surabaya). Journal Publika, 10(1), 219–230. https://doi.org/10.26740/publika.v10n1.p219-230
McKercher, B., Ho, P. S. Y., & Cros, H. du. (2005). Relationship between tourism and cultural heritage management: evidence from Hong Kong. Tourism Management, 26(4), 539–548. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2004.02.018
Pendit, N. S. (1986). Ilmu pariwisata: Sebuah pengantar perdana. Pradnya Paramita.
Rahardjo, S. (2013). Beberapa permasalahan pelestarian kawasan cagar budaya dan strategi solusinya. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, 7(2), 4–17. https://doi.org/10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v7i2.109
Roberts, P., & Sykes, H. (2008). Urban regeneration: A handbook. Geography, Earth & Environmental Science. https://doi.org/10.4135/9781446219980
Wuisang, C. E. V, Sutrisno, A., & Sondakh, J. A. R. (2019). Strategi revitalisasi kawasan heritage di pusat kota lama Kota Manado. Prosiding Temu Ilmiah, 8(1), 103–110. https://doi.org/10.32315/ti.8.a103
Zain, Z. (2014). Strategi perlindungan terhadap arsitektur tradisional untuk menjadi bagian pelestarian cagar budaya dunia. NALARs Journal of Architecture, 13(1). https://doi.org/10.24853/nalars.13.1.%25p
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Qurroti A'yun, M. Noufal Abror, Popi Dwi Wulandari, Choirul Husin, Fitria Ningrum, Nur Afifah Kholidatuzziyah, A. Raihan Aly Ramadhani, Firda Dewi Saputri, Maria Faruq Al-Mahdy, Roy Achmad Saputra, Ahmad Makhrus Maulidin, Syamsul Hilal, Dimas Prayoga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
