Revitalisasi wisata peninggalan sejarah melalui pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan cagar budaya

Authors

  • Qurroti A'yun Universitas Islam Malang
  • M. Noufal Abror Universitas Islam Malang
  • Popi Dwi Wulandari Universitas Islam Malang
  • Choirul Husin Universitas Islam Malang
  • Fitria Ningrum Universitas Islam Malang
  • Nur Afifah Kholidatuzziyah Universitas Islam Malang
  • A. Raihan Aly Ramadhani Universitas Islam Malang
  • Firda Dewi Saputri Universitas Islam Malang
  • Maria Faruq Al-Mahdy Universitas Islam Malang
  • Roy Achmad Saputra Universitas Islam Malang
  • Ahmad Makhrus Maulidin Universitas Islam Malang
  • Syamsul Hilal Universitas Islam Malang
  • Dimas Prayoga Universitas Islam Malang

DOI:

https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.24953

Keywords:

revitalisasi, cagar budaya, wisata sejarah

Abstract

Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memiliki potensi warisan budaya berupa situs sejarah yang bernilai tinggi, salah satunya adalah kawasan wisata Boto Rubuh di Desa Gunungrejo. Namun, kondisi kawasan tersebut mengalami penurunan kualitas fisik, kurangnya penataan lingkungan, terbatasnya fasilitas pendukung, serta rendahnya pemanfaatan sebagai destinasi wisata edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi kawasan wisata sejarah Boto Rubuh sebagai upaya pelestarian cagar budaya sekaligus pengembangan potensi wisata lokal berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, penataan lingkungan kawasan, pembersihan area wisata, penanaman tanaman hias, pengecatan fasilitas mushola, serta pemasangan papan informasi sejarah sebagai media edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kondisi fisik kawasan yang lebih bersih, tertata, dan estetis, serta tersedianya informasi sejarah bagi pengunjung. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kawasan cagar budaya. Revitalisasi ini memberikan dampak positif secara sosial dan berpotensi mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata sejarah berbasis masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan potensi wisata lokal secara berkelanjutan.

References

Ashworth, G. J., & Tunbridge, J. E. (2000). The tourist-historic city, retrospect and prospect of managing the heritage city (S. Page (ed.)). Routledge Taylor & Francis Group.

Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5

Firdausi, N. A. (2024). Sustainable heritage tourism development : A study systematic literature review. JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Journal, 33(2), 211–220. https://doi.org/10.17509/jpis.v33i2.73073

Jauhar, Setijanti, P., & Hayati, A. (2021). Revitalisasi kawasan cagar budaya dengan pendekatan pariwisata berkelanjutan, studi kasus: Benteng Tindoi, Kab. Wakatobi. Jurnal Arsitektur Zonasi, 4(3), 388–398. https://doi.org/10.17509/jaz.v4i3.32516

Mahindra, D. A., & Megawati, S. (2022). Implementasi kebijakan revitalisasi kawasan cagar budaya (Studi pada Jalan Panggung Kota Lama, Surabaya). Journal Publika, 10(1), 219–230. https://doi.org/10.26740/publika.v10n1.p219-230

McKercher, B., Ho, P. S. Y., & Cros, H. du. (2005). Relationship between tourism and cultural heritage management: evidence from Hong Kong. Tourism Management, 26(4), 539–548. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2004.02.018

Pendit, N. S. (1986). Ilmu pariwisata: Sebuah pengantar perdana. Pradnya Paramita.

Rahardjo, S. (2013). Beberapa permasalahan pelestarian kawasan cagar budaya dan strategi solusinya. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, 7(2), 4–17. https://doi.org/10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v7i2.109

Roberts, P., & Sykes, H. (2008). Urban regeneration: A handbook. Geography, Earth & Environmental Science. https://doi.org/10.4135/9781446219980

Wuisang, C. E. V, Sutrisno, A., & Sondakh, J. A. R. (2019). Strategi revitalisasi kawasan heritage di pusat kota lama Kota Manado. Prosiding Temu Ilmiah, 8(1), 103–110. https://doi.org/10.32315/ti.8.a103

Zain, Z. (2014). Strategi perlindungan terhadap arsitektur tradisional untuk menjadi bagian pelestarian cagar budaya dunia. NALARs Journal of Architecture, 13(1). https://doi.org/10.24853/nalars.13.1.%25p

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

A’yun, Q., Abror, M. N., Wulandari, P. D., Husin, C., Ningrum, F., Kholidatuzziyah, N. A., Ramadhani, A. R. A., Saputri, F. D., Al-Mahdy, M. F., Saputra, R. A., Maulidin, A. M., Hilal, S., & Prayoga, D. (2026). Revitalisasi wisata peninggalan sejarah melalui pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan cagar budaya. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(2), 647–658. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.24953

Issue

Section

Articles