Literasi informasi dan etika digital untuk mencegah hoaks pada anak asuh pesantren
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.25057Keywords:
karakter, literasi, media, sosial, etika, pesantrenAbstract
Penyebaran hoaks di media sosial menjadi tantangan serius bagi remaja, termasuk anak asuh di lingkungan pesantren, yang sering menerima informasi digital tanpa proses verifikasi yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif melalui pelatihan literasi informasi dan etika digital untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menyaring informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi informasi dan kesadaran etika digital pada anak asuh Pesantren Ruhama. Kegiatan melibatkan 54 peserta yang terdiri dari 20 pengurus pesantren dan 34 anak asuh melalui pelatihan literasi digital, diskusi interaktif, simulasi kasus, dan pendampingan penggunaan media sosial yang etis. Evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan desain pra–pasca tes dan kuesioner persepsi. Hasil menunjukkan peningkatan skor literasi media sosial dari 54,3 menjadi 79,6 atau meningkat sebesar 46%. Selain itu, 82% peserta mampu mengidentifikasi hoaks dan misinformasi, serta 76% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman etika komunikasi digital. Program ini berkontribusi dalam penguatan literasi informasi dan pendidikan karakter digital di lingkungan pesantren.
References
Agostini, D., & Petrucco, C. (2023). Problematic smartphone use and university students’ academic performance. Journal of E-Learning and Knowledge Society, 19(2), 30–38. https://doi.org/10.20368/1971-8829/1135747
Agustiningsih, N., Yusuf, A., Ahsan, A., & Fanani, Q. (2024). The impact of bullying and cyberbullying on mental health : a systematic review. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 13(2), 513–520. https://doi.org/10.11591/ijphs.v13i2.23683
Amrizal, Riza, F., Asiyah, Herliani, P., & Sopian. (2025). Peningkatan literasi digital santri melalui strategi cerdas dan bijak dalam bermedia sosial di era digital di Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah. J-PKM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 33–37. https://jurnalinspirasimodern.com/index.php/J-PKM/article/view/164
Fahmi, A., Yenti, A., Rahmania, F., & Hendrizal, H. (2024). Pembentukan akhlak melalui pemdidikan pondok pesantren dilihat dari perspektif pendidikan Islam di Indonesia. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Dan Konseling Islam, 7(1), 43–52. https://doi.org/10.59027/alisyraq.v7i1.508
Guess, A. M., Nyhan, B., & Reifler, J. (2020). Exposure to untrustworthy websites in the 2016 U.S. election. National Library of Medicine, 4(5), 472–480. https://doi.org/10.1038/s41562-020-0833-x
Iskandar, S., Rosmana, P. S., Husna, M., Herlina, P., & Supriatna. (2024). Literasi digital sebagai jembatan penguatan pendidikan karakter di era 5.0. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(2), 166–180. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i2.3096
Livingstone, S., & Mascheroni, G. (2018). European research on children’s internet use: Assessing the past and anticipating the future. New Media & Society, 20(3), 1103–1122. https://doi.org/10.1177/1461444816685930
Mihailidis, P., Tully, M., Foster, B., & Riewestahl, E. (2021). Do media literacies approach equity and justice? Journal of Media Literacy Education, 13(2), 1–14. https://doi.org/10.23860/JMLE-2021-13-2-1
Wahid, M. S. A., & Mutaqin, U. I. (2026). Tantangan pendidikan karakter berbasis pondok pesantren di era media sosial. Bildung: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 36–41. https://journal.bihacendekia.com/bjip/article/view/43
Zuhdi, M. (2018). Challenging moderate muslims: Indonesia’s muslim schools in the Midst of religious conservatism. Religions, 9(10). https://doi.org/10.3390/rel9100310
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Shela Indah Savitri, Indra Januar Rukmana, Syawaludin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
