Pembuatan citrus lactomarinas dengan penambahan acidifier probiotik plus sebagai anti amoniak di kandang ayam petelur

Authors

  • Brahmadhita Pratama Mahardika Universitas Islam Malang
  • M. Farid Wadjdi Universitas Islam Malang
  • Umi Kalsum Universitas Islam Malang
  • Dyah Lestari Yulianti Universitas Islam Malang
  • Dedi Suryanto Universitas Islam Malang

DOI:

https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25262

Keywords:

citrus lactomarinas, anti amoniak, ayam petelur

Abstract

Permasalahan yang dihadapi peternak unggas di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur adalah adanya bau tidak sedap di sekitar kandang yang menyebabkan penurunan imunitas ternak dan masyarakat. Hal ini terjadi akibat penumpukan ekskreta yang menyebabkan peningkatan emisi gas amonia. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu peternak di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang mengatasi polusi udara di sekitar kandang unggas akibat emisi amonia yang tinggi dari kotoran melalui penerapan tanaman jeruk laktotamarina. Kegiatan ini dilaksanakan di Eko Farm, sebuah kelompok peternak yang terdiri dari 20 peternak yang berlokasi di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu tahap awal berupa survei, kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan penerapan produk inovatif di kandang ayam petelur Eko Farm, serta kegiatan akhir yaitu evaluasi hasil penerapan, yaitu Citrus Lactomarinas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Action Program), yaitu melibatkan peternak secara aktif mulai dari tahap perencanaan, pelatihan, pembuatan produk, aplikasi di kandang, hingga evaluasi dampak terhadap kadar amonia. Rata-rata pemahaman mitra terhadap produk anti amoniak adalah 83,05% sedangkan ketrampilannya adalah 86,35%.   Masalah polusi udara di kandang ayam petelur berhasil diatasi dengan menerapkan Citrus Lactotamarinas, yaitu larutan probiotik plus acidifier anti-amonia untuk unggas dengan cara menyemprotkan larutan pada ekskreta di dalam kandang. Penurunan amonia setelah satu bulan penyemprotan Citrus Lactotamarinas adalah 52,57%.

Author Biography

Dyah Lestari Yulianti, Universitas Islam Malang

 

References

Ashari, A. H., Afnan, R., & Abdullah, L. (2022). Analisis performa ayam broiler pada jarak transportasi berbeda dan pemberian gula aren dengan konsentrasi berbeda. Jurnal Triton, 13(2), 249–263. https://doi.org/10.47687/jt.v13i2.286

Dewi, A. M. (2020). Analisis risiko kesehatan lingkungan akibat paparan gas amonia (NH3) pada pekerja di Peternakan BPTU-HPT Sembawa Kabupaten Banyuasin. Universitas Sriwijaya.

El-Hack, M. E. A., El-Saadony, M. T., Shafi, M. E., Qattan, S. Y. A., Batiha, G. E., Khafaga, A. F., Abdel-Moneim, A.-M. E., & Alagawany, | Mahmoud. (2020). Probiotics in poultry feed: A comprehensive review. Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition, 104(4), 1835–1850. https://doi.org/10.1111/jpn.13454

Elbehiry, A., Abalkhail, A., Marzouk, E., Elmanssury, A. E., Almuzaini, A. M., Alfheeaid, H., Alshahrani, M. T., Huraysh, N., Ibrahem, M., Alzaben, F., Alanazi, F., Alzaben, M., Anagreyyah, S. A., Bayameen, A. M., Draz, A., & Abu-Okail, A. (2023). An overview of the public health challenges in diagnosing and controlling human foodborne pathogens. Vaccines (Basel), 11(4), 725. https://doi.org/10.3390/vaccines11040725

Faizah, A. U., Raharjo, M., & Setiani, O. (2023). Analisis konsentrasi gas amonia (NH 3) pada berbagai tipe kandang ayam broiler dan hubungannya terhadap gangguan pernapasan. Journal of Noncommunicable Diseases, 3(2), 134–146. https://doi.org/10.5236/jond.v3i2.931

Mahardika, N. S., Savitri, D. A., & Rusdianto, A. S. (2018). Pembuatan pakan ternak fermentasi dan penerapan zero waste sebagai upaya pemberdayaan peternak ayam broiler di Kabupaten Bondowoso. Seminar Nasional Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Ritz, C. W., Fairchild, B. D., & Lacy, M. P. (2004). Implications of ammonia production and emissions from commercial poultry facilities: A review. Journal of Applied Poultry Research, 13(4), 684–692. https://doi.org/10.1093/japr/13.4.684

Rosikin, M. K., Perdanasari, L., Azis, T. A. I., & Amalia, N. (2023). Implementasi sistem otomatisasi monitoring suhu, kelembapan, dan amonia pada kandang ayam petelur menggunakan metode fuzzy. Jurnal Teknologi Informasi Dan Terapan (J-TIT), 10(2), 75–82. https://doi.org/10.25047/jtit.v10i2.325

Seedorf, J., & Hartung, J. (1999). Survey of ammonia concentrations in livestock buildings. The Journal of Agricultural Science, 133(4), 433–437. https://doi.org/10.1017/S0021859699007170

Singh, A., Casey, K. D., King, W. D., Pescatore, A. J., Gates, R. S., & Ford, M. J. (2009). Efficacy of urease inhibitor to reduce ammonia emission from poultry houses. The Journal of Applied Poultry Research, 18(1), 34–42. https://doi.org/10.3382/japr.2008-00046

Sjofjan, O., Nuningtyas, Y. F., Natsir, M. H., Nurgiartiningsih, V. M. A., & Andriani, R. D. (2022). Effect of the addition of phytobiotic and acidifier as feed additive on carcass quality of hybrid ducks. Brawijaya International Conference, 669–674. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-140-1_67

Such, N., Mezőlaki, Á., Rawash, M. A., & Tewelde, K. G. (2023). Diet composition and using probiotics or symbiotics can modify the urinary and faecal nitrogen ratio of broiler chicken’s excreta and also the dynamics of in vitro ammonia emission. Animals, 13(3). https://doi.org/10.3390/ani13030332

Wyer, K. E., Kelleghan, D. B., Blanes-Vidal, V., Schauberger, G., & Curran, T. P. (2022). Ammonia emissions from agriculture and their contribution to fine particulate matter: A review of implications for human health. Journal of Environmental Management, 323, 116285. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.116285

Downloads

Published

2026-06-06

How to Cite

Mahardika, B. P., Wadjdi, M. F., Kalsum, U., Yulianti, D. L., & Suryanto, D. (2026). Pembuatan citrus lactomarinas dengan penambahan acidifier probiotik plus sebagai anti amoniak di kandang ayam petelur. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(3), 719–727. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25262

Issue

Section

Articles