Integrasi edukasi kesehatan dan pemanfataan herbal dalam pengendalian diabetes berbasis komunitas masjid
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25355Keywords:
skrining kesehatan, kader masjid, herbal antidiabetesAbstract
Tingginya angka diabetes melitus (DM) di wilayah padat penduduk Srengseng Sawah dipicu oleh rendahnya kesadaran deteksi dini dan keterbatasan akses layanan preventif, yang diperparah oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal. Kegiatan pengabdian ini menawarkan kebaruan (novelty) berupa transformasi masjid menjadi sentra kesehatan melalui integrasi edukasi medis konvensional dan optimalisasi tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai pendamping terapi, berbeda dari posbindu atau penyuluhan konvensional. Menggunakan pendekatan partisipatif Community Empowerment, program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan: persiapan, intervensi inti (skrining, edukasi multipakar, pelatihan), dan kemandirian. Metode evaluasi pengetahuan dianalisis menggunakan uji kuantitatif Normalized Gain (N-Gain). Skrining kesehatan pada 100 warga menunjukkan rata-rata kadar gula darah sewaktu (GDS) sebesar 145 mg/dL dan tekanan darah sistolik 138 mmHg, yang secara klinis mengindikasikan kecenderungan prediabetes dan prehipertensi pada populasi sasaran. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (p<0,05) dengan nilai rata-rata skor meningkat dari 60,63 (pre-test) menjadi 83,92 (post-test), serta perolehan nilai N-Gain dalam kategori efektivitas tinggi. Sebagai bentuk keberlanjutan, terbentuk 5 kader kesehatan masjid dan replikasi budidaya TOGA antidiabetes. Integrasi pendekatan medis-herbal berbasis masjid terbukti efektif menciptakan ekosistem promosi kesehatan mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat mitra.
References
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka.
Coletta, V. P., & Steinert, J. J. (2020). Why normalized gain should continue to be used in analyzing preinstruction and postinstruction scores on concept inventories. Physical Review Physics Education Research, 16(1), 10108. https://doi.org/10.1103/PhysRevPhysEducRes.16.010108
Cravo, M., Rosendo, I., Santiago, L. M., & Abreu, J. (2023). Health literacy and complications in people with type 2 diabetes: An exploratory study. Cureus, 15(9), 5–11. https://doi.org/10.7759/cureus.46064
Dalmeri, D. (2014). Revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat ekonomi dan dakwah multikultural. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 22(2), 321–350. https://doi.org/10.21580/ws.22.2.269
Faqih, M., Alfian, R., Yumassik, A. M., Ilahi, F. S., & Nordin, N. (2025). Hubungan kompleksitas regimen obat dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10(2), 243–259. https://doi.org/10.36387/jiis.v10i2.2810
Fitriani, F., & Sanghati, S. (2021). Intervensi gaya hidup terhadap pencegahan diabetes melitus tipe 2 pada pasien pra diabetes. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 704–714. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.682
Galicia-Garcia, U., Benito-Vicente, A., Jebari, S., Larrea-Sebal, A., Siddiqi, H., Uribe, K. B., Ostolaza, H., & Martín, C. (2020). Pathophysiology of type 2 diabetes mellitus. International Journal of Molecular Sciences, 21(17), 1–34. https://doi.org/10.3390/ijms21176275
Griana, T. P., Rachma, L. N., & Gaffar, H. D. (2021). Pembentukan dan pelatihan kader Posbindu PTM berbasis masjid di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 5(2), 211. https://doi.org/10.30595/jppm.v5i2.7473
Handayani, E. W., Rahayu, T. P., Ainni, A. N., Khoiriyah, S., & Riantika, S. (2024). Pembentukan kader kesehatan di keluarga untuk melindungi lingkungan dengan cara edukasi DAGUSIBU obat di keluarga. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUPEMAS), 5(2), 29–40. https://doi.org/10.36465/jupemas.v5i2.1404
Kaduka, L. U., Kombe, Y., Kenya, E., Kuria, E., Bore, J. K., Bukania, Z. N., & Mwangi, M. (2012). Prevalence of metabolic syndrome among an urban population in Kenya. Diabetes Care, 35(4), 887–893. https://doi.org/10.2337/dc11-0537
Magliano, D. J., & Boyko, E. J. (2021). IDF diabetes atlas 10th edition. In Diabetes Research and Clinical Practice (Vol. 102, Issue 2). https://doi.org/10.1016/j.diabres.2013.10.013
Mahessa, A., Zakir, Z. L., Dayati, R., & Wismanto, W. (2024). Revitalisasi fungsi sosial masjid: Menjadikannya sebagai pusat pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat. Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 1(4), 216–232. https://doi.org/10.61132/moral.v1i4.277
Mortada, E. M. (2024). Evidence-based complementary and alternative medicine in current medical practice. Cureus, 16(1), 1–8. https://doi.org/10.7759/cureus.52041
Murtiningsih, M. K., Pandelaki, K., & Sedli, B. P. (2021). Gaya hidup sebagai faktor risiko diabetes tipe 2. E-CliniC, 9(2), 328–333. https://doi.org/10.35790/ecl.v9i2.32852
Obert, H. A., Uly, N., & Alim, A. (2025). Peran terapi komplementer, budaya, dan edukasi dalam penatalaksanaan kanker payudara: Sebuah tinjauan literatur. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(6), 1744–1755. https://doi.org/10.33024/hjk.v19i6.1198
Saklayen, M. G. (2018). The global epidemic of the metabolic syndrome. Current Hypertension Reports, 20(2), 1–2. https://doi.org/10.1007/s11906-018-0812-z
Schlesinger, S., Neuenschwander, M., Barbaresko, J., Lang, A., Maalmi, H., Rathmann, W., Roden, M., & Herder, C. (2022). Prediabetes and risk of mortality, diabetes-related complications and comorbidities: umbrella review of meta-analyses of prospective studies. Diabetologia, 65(2), 275–285. https://doi.org/10.1007/s00125-021-05592-3
Sihombing, M., & Tjandrarini, D. H. (2015). Faktor risiko sindrom metabolik pada orang dewasa di Kota Bogor. Jurnal Penelitian Gizi Dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 38(1), 21–30. https://doi.org/10.22435/pgm.v38i1.4418.21-30
Unger, T., Borghi, C., Charchar, F., Khan, N. A., Poulter, N. R., Prabhakaran, D., Ramirez, A., Schlaich, M., Stergiou, G. S., Tomaszewski, M., Wainford, R. D., Williams, B., & Schutte, A. E. (2020). 2020 International society of hypertension global hypertension practice guidelines. Hypertension, 75(6), 1334–1357. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.120.15026
Wahyuddin, A., & Putri, T. K. E. (2025). Faktor-faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap peningkatan risiko sindrom metabolik di kalangan mahasiswa. Journal of Qualitative Health Research & Case Studies Reports, 5(6), 970–987. https://doi.org/10.56922/quilt.v5i6.1744
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zainur Rahman Hakim, Syamsudin Abdillah, Prasetiyo Andri, Hesti Utami Ramadaniati, Nayla Aisha Rahma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
