Integrasi literasi kebencanaan pada wilayah pesisir dan perbukitan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25401Keywords:
tanah longsor, banjir rob, mitigasi bencanaAbstract
Desa Pelangan di Kabupaten Lombok Barat merupakan wilayah pesisir dan perbukitan yang memiliki potensi multibencana, khususnya tanah longsor dan banjir rob. Rendahnya literasi kebencanaan masyarakat serta masih terbatasnya pemahaman mengenai mitigasi bencana menjadi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat melalui pendekatan edukatif-partisipatif berbasis integrasi multibencana. Metode yang digunakan berupa pendekatan community development melalui edukasi mitigasi bencana, diskusi interaktif, identifikasi risiko lokal, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pelangan dengan melibatkan aparatur desa, kepala dusun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap materi tanah longsor dan banjir rob setelah pelaksanaan edukasi. Analisis N-Gain menunjukkan kategori efektivitas tinggi pada kedua materi yang diberikan. Pendekatan integrasi multibencana yang dipadukan dengan kondisi lokal masyarakat menjadi kebaruan kegiatan ini dalam mendukung penguatan literasi kebencanaan masyarakat pesisir dan perbukitan. Meskipun demikian, evaluasi kegiatan masih terbatas pada aspek pengetahuan dan belum mengukur kesiapan operasional masyarakat dalam menghadapi bencana secara langsung.
References
Arbon, P., Steenkamp, M., Cornell, V., Cusack, L., & Gebbie, K. (2016). Measuring disaster resilience in communities and households: Pragmatic tools developed in Australia. International Journal of Disaster Resilience in the Built Environment, 7(2), 201–215. https://doi.org/10.1108/IJDRBE-03-2015-0008
BPBD NTB. (2023). Banjir dan tanah longsor di Kec. Sekotong Kab. Lobar. Siaga.Ntbprov.Go.Id. https://siaga.ntbprov.go.id/info-kebencanaan/banjir-dan-tanah-longsor-di-kec-sekotong-kab-lobar
Friess, D. A., Rogers, K., Lovelock, C. E., Krauss, K. W., Hamilton, S. E., Lee, S. Y., Lucas, R., Primavera, J., Rajkaran, A., & Shi, S. (2019). The state of the world’s mangrove forests: Past, present, and future. Annual Review of Environment and Resources, 44, 89–115. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-101718-033302
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods : A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Imansyarh, N. (2021). Banjir melanda beberapa wilayah kecamatan di Pulau Lombok. Antara News. https://mataram.antaranews.com/berita/178453/banjir-landa-beberapa-wilayah-kecamatan-di-pulau-lombok
Koran Online. (2026). Sekotong dikepung bencana: jembatan putus, jalan longsor, hingga akses limbah medis terhambat. Koranonline.Id. https://www.koranonline.id/2026/01/sekotong-dikepung-bencana-jembatan.html
Marliana, T., Mariay, I. F., Angrianto, N. L., Imburi, C. S., & Andriyani, L. Y. (2026). Edukasi mitigasi bencana berbasis masyarakat di wilayah rawan risiko. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 21800–21811. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5716
Maulana, A. Z., Sastya, N., & Hasibuan, A. (2024). Literature riview: Analisis tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (ECOS-PRENEURS), 2(2), 186–196. https://doi.org/10.61492/ecos-preneurs.v2i2.140
Meili, M., & Sembiring, Z. (2025). Analisis kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi bencana alam di Indonesia (Studi pada bencana alam di Sumatera Utara). Al-DYAS: Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 1006–1019. https://doi.org/10.58578/aldyas.v4i2.5593
Menéndez, P., Losada, I. J., Torres-Ortega, S., Narayan, S., & Beck, M. W. (2020). The global flood protection benefits of mangroves. Scientific Reports, 10(1), 4404. https://doi.org/10.1038/s41598-020-61136-6
Mercer, J., Kelman, I., Taranis, L., & Suchet-Pearson, S. (2010). Framework for integrating indigenous and scientific knowledge for disaster risk reduction. Disasters, 34(1), 214–239. https://doi.org/10.1111/j.1467-7717.2009.01126.x
Rahmawati, D., Habibi, R., Haer, I., & Alawi, M. Z. (2023). Persepsi masyarakat Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong terhadap kelestarian lingkungan. Seminar Nasional Plano Earth Ke 2: Perencanaan Dan Pemanfaatan Ruang Berbasis Pengurangan Risiko Bencana, 2, 109–114. https://journal.ummat.ac.id/index.php/PRPE/article/view/4004
Ramadhana, A. N. (2020). Partisipasi multistakeholder dalam penanggulangan bencana di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Journal of Governance and Administrative Reform, 1(2), 122–145. https://doi.org/10.20473/jgar.v1i2.39226
Tarigan, T., & Resnawaty, R. (2022). Praktik dan dampak model locality development di Indonesia terhadap masyarakat setempat. Journal Of Sustainable Community Development (JSCD), 4(2), 66–73. https://doi.org/10.32924/jscd.v4i2.70
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heni Pujiastuti, Swahip Swahip, Adiman Fariyadin, Maya Saridewi Pascanawaty, Isfanari Isfanari, Rajabi Mubarak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
