Optimalisasi penurunan angka stunting pada balita: Pemberdayaan kader kesehatan

Authors

  • Tedy Apriawan Universitas Airlangga
  • Asra Al Fauzi Universitas Airlangga
  • Wihasto Suryaningtyas Universitas Airlangga
  • Andra Rizqiawan Universitas Airlangga
  • Muhammad Dwi Gatot Sugiarto Universitas Airlangga
  • Surya Pratama Brilliantika Universitas Airlangga
  • Satrio Pamungkas Universitas Airlangga
  • Tegar Maulana Universitas Airlangga
  • Vira Dwi Nisrina Universitas Airlangga
  • Rendra Dwi Putra Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25467

Keywords:

pengetahuan, pencegahan, pemberdayaan, stunting

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Desa Ketapanrame, Kabupaten Mojokerto, upaya pencegahan stunting menghadapi kendala berupa rendahnya pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang, keterbatasan kapasitas kader dalam monitoring gizi, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal desa. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting, memperkuat kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta mengoptimalkan pemanfaatan kolam ikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai sumber protein hewani bagi keluarga dengan balita stunting dan berisiko stunting. Metode: Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan analisis masalah, penentuan prioritas masalah, pengembangan program, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Program meliputi edukasi pencegahan stunting, monitoring status gizi balita, serta pemberdayaan kader melalui pengelolaan kolam ikan BUMDes mulai dari pembibitan, pemeliharaan, panen, hingga distribusi hasil perikanan kepada keluarga sasaran. Hasil: menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 67,92 menjadi 81,88 (p=0,001). Selain itu, program berhasil memperkuat peran kader dan menyediakan sumber protein hewani berkelanjutan bagi masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, kader posyandu, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program pencegahan stunting berbasis potensi lokal.

References

Aryani, N. P., Afrida, B. R., Idyawati, S., Jannati, S. H., & Salfarina, A. L. (2023). Hubungan pemanfaatan lahan dan konsumsi protein ikan lele dengan kejadian stunting. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(3), 927–936. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i3.1050

Calista, V. P., Larasati, T. A., & Sayekti, W. D. (2021). Kejadian stunting dengan perkembangan motorik halus pada balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 617–623. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.667

Djauhari, T. (2017). Gizi Dan 1000 Hpk. Saintika Medika, 13(2), 129. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/sainmed/article/view/5554

Fauziah, J., Trisnawati, K. D., Rini, K. P. S., & Putri, S. U. (2023). Stunting: Penyebab, gejala, dan pencegahan. Jurnal Parenting Dan Anak, 1(2), 1–11. https://doi.org/10.47134/jpa.v1i2.220

Fauziyah, A., Rachmi, R., Mahdalena, V., & Handayani, L. (2023). Penyuluhan pencegahan stunting pada balita di daerah Jakarta Selatan. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), 4(1), 22–26. https://doi.org/10.36590/jagri.v4i1.522

Gunardi, H. (2021). Optimalisasi 1000 hari pertama kehidupan: Nutrisi, kasih sayang, stimulasi, dan imunisasi merupakan langkah awal mewujudkan generasi penerus yang unggul. EJournal Kedokteran Indonesia, 9(1), 1–6. https://doi.org/10.23886/ejki.9.2.Pendahuluan

Intan, D. (2015). Program imunisasi meningitis meningokokus. https://www.academia.edu/7070901/program_imunisasi_meningitis_meningokokus

Mulyani, A. T., Khairinisa, M. A., Khatib, A., & Chaerunisaa, A. Y. (2025). Understanding stunting: Impact , causes, and strategy to accelerate stunting reduction - a narrative review. Nutrients, 17(9), 1493. https://doi.org/10.3390/nu17091493

Rahayu, Y. D., Yunariyah, B., & Jannah, R. (2022). Gambaran faktor penyebab kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding Tuban. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 156–162. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i2.32271

Rambu, S. H., & Ilyas, A. S. (2024). Hubungan ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 6-24 bulan pada tiga kecamatan kasus tertinggi stunting di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. EVOJES : Journal of Environmental Solitions, 1(2), 77–89. https://doi.org/10.61511/evojes.v1i2.2024.1103

Silalahi, M., Munifah, & Hasan. (2023). Analisis hubungan antara stunting dan kapasitas kognitif pada anak sekolah dasar usia 7-10 tahun: Pendekatan survei analitik desain cross-sectional. Ghaidan Jurnal Bimbingan Konseling Islam Dan Kemasyarakatan, 7(2), 203–210. https://doi.org/10.19109/ghaidan.v7i2.20786

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Apriawan, T., Fauzi, A. A., Suryaningtyas, W., Rizqiawan, A., Sugiarto, M. D. G., Brilliantika, S. P., Pamungkas, S., Maulana, T., Nisrina, V. D., & Putra, R. D. (2026). Optimalisasi penurunan angka stunting pada balita: Pemberdayaan kader kesehatan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(3), 765–773. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25467

Issue

Section

Articles