Identifikasi Keanekaragaman Serangga pada Ekosistem Tanaman Pakcoy (Brassica rapa subsp. Chinensis) Menggunakan Yellow Sticky Trap di Kecamatan Majalaya Kab. Karawang

Authors

  • Muhamad Alvin Muharam Fahmi Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.33474/folium.v10i2.25107

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas hortikultura, termasuk tanaman pakcoy. Namun, produktivitas tanaman sering mengalami kendala akibat serangan hama serangga yang dapat menurunkan hasil dan kualitas tanaman. Serangga merupakan komponen penting dalam ekosistem pertanian karena berperan sebagai hama, predator, parasitoid, maupun organisme lain dalam jaring makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serta mengidentifikasi jenis-jenis serangga yang terdapat pada ekosistem tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di lahan Kampus 2 Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dan Laboratorium Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada bulan Agustus–Oktober 2025. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dengan pemasangan Yellow Sticky Trap (YST) pada lahan berukuran 5 × 5 m yang dibagi menjadi tiga bedengan. Pengamatan dilakukan setiap tujuh hari selama masa penelitian, kemudian serangga yang tertangkap diidentifikasi berdasarkan ordo, famili, spesies, serta peran ekologisnya. Hasil penelitian menunjukkan Kelimpahan ordo serangga yang ditemukan sebanyak tujuh ordo dengan total spesies terdapat 72 spesies dengan populasi sebanyak 2.185. Kelimpahan tertinggi ditemukan pada ordo Hemiptera, diikuti Diptera dan Coleoptera. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener sebesar 1,10 menunjukkan keanekaragaman sedang, sedangkan indeks dominasi Simpson sebesar 0,38 menunjukkan adanya dominasi oleh beberapa kelompok serangga.

Downloads

Published

2026-09-04

How to Cite

Muharam Fahmi, M. A. (2026) “Identifikasi Keanekaragaman Serangga pada Ekosistem Tanaman Pakcoy (Brassica rapa subsp. Chinensis) Menggunakan Yellow Sticky Trap di Kecamatan Majalaya Kab. Karawang”, Folium : Jurnal Ilmu Pertanian, 10(2), pp. 70–79. doi: 10.33474/folium.v10i2.25107.