IMPLEMENTASI PERDA KOTA MEDAN NOMOR 10 TAHUN 2021 TERHADAP PENGUTIPAN SUMBANGAN DALAM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH

Authors

  • Rachma Syarina Aatifa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Mhd Yadi Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.33474/jas.v7i2.24106

Abstract

This study aims to examine the implementation of Medan City Regional Regulation Number 10 of 2021 regarding the collection of public donations, both those conducted with official permission and those without legal authorization. Using a normative-empirical method and a juridical-sociological approach, the research combines statutory analysis with empirical data obtained from interviews with the Social Service Office of Medan City and three legal charitable institutions: Lazpersis Foundation (Medan Sunggal), Dompet Dhuafa Muhammadiyah (Medan Tembung), and Al-Bukhari Mosque (Medan Johor). The findings show that the regulation provides a legal foundation to restrict unauthorized donation activities that tend to lack transparency and misuse public trust. In contrast, licensed institutions demonstrate accountable and lawful practices aligned with maqāṣid al-sharī‘ah, such as supporting orphans, educational scholarships, and places of worship. From the perspective of siyāsah dustūriyyah, this regulation affirms the state’s responsibility to uphold public benefit (maṣlaḥah ‘āmmah) and social order through just and ethical governance.

Keywords: Medan Regulation, Public Donation, Siyāsah Dustūriyyah

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 terhadap praktik pengutipan sumbangan di ruang publik, baik yang dilakukan oleh lembaga berizin maupun oleh pihak tanpa izin resmi. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, yang mengombinasikan kajian peraturan perundang-undangan dengan data lapangan melalui wawancara di tiga kecamatan, yakni Medan Johor, Medan Tembung, dan Medan Sunggal, serta Dinas Sosial Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perda ini telah efektif dalam memberikan kerangka hukum untuk membatasi praktik pengumpulan sumbangan tanpa izin yang tidak akuntabel. Lembaga seperti Yayasan Lazpersis, Dompet Dhuafa Muhammadiyah, dan Masjid Al-Bukhari telah menunjukkan tata kelola sumbangan yang sah, transparan, dan sesuai prinsip maqāṣid al-syarī‘ah. Perspektif siyasah dusturiyah menegaskan peran negara dalam menjaga ketertiban umum dan mencegah kemudaratan publik melalui regulasi yang adil dan maslahat.

Kata Kunci: Perda Kota Medan, Pengutipan Sumbangan, Siyasah Dusturiyah

References

Abdul Wahab. (2023). Penegakan hukum terhadap aktivitas sosial tanpa izin: Tinjauan siyasah ijtihadiyyah. Jurnal Fikih Hukum dan Masyarakat Sipil, 5(1), 66–81.

Aldiva, A. R., & Firdausy, A. G. (2024). Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Ketertiban Dan Ketentraman Masyarakat Dalam Meningkatkan Ketaatan Masyarakat Di Kabupaten Kebumen. Jurnal Kritis Studi Hukum, 9(5), 7–18.

Al-Ghazali, A. H. M. (1993). Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Mawardi, A. H. (1985). Al-Ahkam al-Sultaniyyah wa Wilayat al-Diniyyah. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Qarāfī, A. I. (1994). Al-Furūq. Kairo: Dār al-Salām.

Bahri, S. (2023). Dasar hukum administratif lembaga sosial dalam perspektif siyasah dusturiyah. Jurnal Administrasi Negara dan Fiqih Siyasah, 6(1), 91–109.

Fauzan, M., & Sulaiman, N. (2023). Optimalisasi otoritas negara dalam menjaga stabilitas sosial berbasis maqasid. Siyasah Syar‘iyyah: Kebijakan Hukum Islam di Indonesia, 2(2), 48–64.

Fitriani, A., & Kurniawan, R. (2023). Insentif kepatuhan hukum lembaga sosial di Kota Bandung dan Surabaya: Studi good governance. Journal of Social Governance, 5(2), 45–62.

Hadi, M. (2023). Regulasi negara dan etika publik: Antara intervensi dan penjagaan syariat. Jurnal Islam dan Etika Publik, 3(1), 34–50.

Hanifah, A., Suharyanto, A., & Simamora, B. (2023). Strukturasi : Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik Penerapan Peraturan Walikota Medan Nomor 10 Tahun 2021 : Ketentraman Dan Ketertiban Umum untuk Pedagang Kaki Lima di Pasar Sukaramai Implementation of Mayor of Medan Regulation No . 10 of 2021 : Pub. Strukturasi: Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik, 5(2), 115–124. https://doi.org/10.31289/strukturasi.v5i2.2696

Hutasuhut, U. M., Zuhraini, Z., Hermanto, A., & Triono, T. (2022). Problematika Implementasi Kebijakan Kota Bandar Lampung dalam Mewujudkan Ketentraman dan Ketertiban Umum: Perspektif Siyasah Dusturiyah. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 2(2), 135–152. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v2i2.12961

Ibn al-Qayyim al-Jawziyyah. (1997). I‘lam al-Muwaqqi‘in ‘an Rabb al-‘Alamin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Ibn Taimiyah. (1966). Siyasah al-Syar‘iyyah fi Islah al-Ra‘i wa al-Ra‘iyyah. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabiyyah.

Lembaga Kajian Sosial Medan. (2023). Survei Opini Publik: Persepsi Masyarakat terhadap Sumbangan Jalanan dan Lembaga Sosial Resmi. Medan: LKSM Press.

Luth, H., & Maulana, D. (2024). Sinkronisasi kebijakan antarinstansi dalam pengelolaan dana sosial lokal. Regional Governance and Policy, 4(1), 58–74.

Ma’arif, A. S. (1993). Islam dan Masalah Kenegaraan. Jakarta: Bulan Bintang.

Maulana, A. (2023). Partisipasi publik dan penguatan regulasi sosial berbasis syariah. Jurnal Politik Islam dan Kemaslahatan Umum, 4(2), 113–128.

Mitra Perdana, & Mukhsin, A. (2025). Auditable governance: Analisis mekanisme pelaporan publik pada lembaga sosial Islam. Equity of Law and Governance, 2(1), 22–39.

Munawir Sjadzali. (1991). Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran. Jakarta: UI Press.

Nugroho, I. (2024). Integrasi maqasid syariah dalam regulasi lokal: Studi kasus Kota Medan. Fiqih Publik dan Governance Islam, 3(3), 101–120.

Perda Kota Medan No. 10 Tahun 2021 Tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. (2021). Pemerintah Kota Medan.

Rahmawati, T., Yusuf, A., & Hasibuan, D. (2024). Audit syariah digital dalam pengelolaan donasi: Perspektif maqasid dan teknologi. Jurnal Ekonomi Islam dan Teknologi Syariah, 6(1), 88–104.

Siregar, Y. (2023). Resistensi sosial terhadap kebijakan ketertiban pemerintah: Analisis pada pengutipan sumbangan hijau. Jurnal Hukum Islam dan Sosial, 2(1), 59–78.

Solikhudin, A., & Zainullah, Z. (2022). Prinsip kemaslahatan dan praktik sosial Islam dalam politik lokal. Al-Qisthu: Jurnal Fikih dan Politik Islam, 8(2), 23–38.

Surur, M., & Adhitya, F. (2024). Literasi hukum dan keagamaan dalam pembinaan filantropi Islam. Jurnal Siyasah dan Masyarakat Madani, 5(1), 41–58.

Taufiqi, D., & Ariani, K. R. (2022). The effect of good governance, accountability, and transparency of village funds on public trust. Procedia of Social Sciences and Humanities, 3, 184–191.

Tarigan, D. N. B., Setiawan, A., & Fauzi, L. M. (2025). Implementasi Peraturan Daerah Tentang Kepariwisataan Kabupaten Pandeglang. Jurnal Praxis Ideal, 02(02), 1–10.

Tri Wahyudiono, et al. (2023). Digitalisasi sistem pengawasan pada lembaga zakat: Implementasi siyasah ijtihadiyah. Journal of Islamic Policy Studies, 2(1), 17–35.

Ubaidillah, M. (2019). Pengaruh tata kelola terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Journal of Islamic Finance and Accounting, 2(1), 15–27.

Utami, P., Basrowi, B., & Nasor, M. (2021). Inovasi tata kelola zakat untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia. International Journal of Islamic Studies and Humanities, 4(1), 1–15.

Wahyuni-TD, I. S., Haron, H., & Fernando, Y. (2021). Good governance dan pencegahan fraud pada lembaga zakat di Indonesia. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 14(4), 692–712.

Wibisono, Y. (2023). Zakat Management in Modern State: Kepercayaan Publik dan Tata Kelola. Jakarta: Ziswaf Institute.

Yusuf al-Qaradawi. (1998). Al-Siyasah al-Shar‘iyyah: Fiqh al-Daulah fi al-Islam. Kairo: Maktabah Wahbah.

Published

2025-08-14

How to Cite

Rachma Syarina Aatifa, & Mhd Yadi Harahap. (2025). IMPLEMENTASI PERDA KOTA MEDAN NOMOR 10 TAHUN 2021 TERHADAP PENGUTIPAN SUMBANGAN DALAM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS), 7(2), 250–269. https://doi.org/10.33474/jas.v7i2.24106