REKONTEKSTUALISASI LIMA KAIDAH FIQIH DASAR DALAM PEMBARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA: ANALISIS BERDASARKAN TEORI ISTIṢLĀḤ
DOI:
https://doi.org/10.33474/jas.v7i2.24618Abstract
Social transformation, changing gender relations, and the development of national law require continuous reform of Islamic family law in Indonesia to ensure its relevance and substantive justice. Islamic family law can no longer be understood merely through a textual approach but must be recontextualized by prioritizing maṣlaḥah as the primary objective of Islamic law. This study addresses the central question of how the recontextualization of the five fundamental fiqh maxims al-umūr bi maqāṣidihā, al-yaqīn lā yazūlu bi al-syakk, al-masyaqqah tajlibu al-taysīr, lā ḍarar wa lā ḍirār, and al-‘ādah muḥakkamah contributes to the reform of contemporary Islamic family law in Indonesia through the theoretical framework of istiṣlāḥ. The research aims to analyze the role of these fiqh maxims as methodological instruments in constructing an adaptive, just, and maqāṣid-oriented Islamic family law that aligns with Indonesia’s positive legal system. This study employs a normative juridical method with conceptual and statutory approaches, examining Law No. 1 of 1974 on Marriage, the Compilation of Islamic Law (KHI), religious court decisions, as well as classical and contemporary fiqh literature. The findings indicate that the recontextualization of the five fundamental fiqh maxims based on istiṣlāḥ theory strengthens substantive justice, legal certainty, protection of vulnerable parties, and legal flexibility in responding to modern socio-legal realities. The novelty of this research lies in positioning the five fiqh maxims as an integrated methodological framework for Islamic family law reform in Indonesia, rather than merely as normative principles, thereby offering both theoretical and practical contributions to the development of a more humanistic and contextual Islamic family law system.
Keywords: Recontextualization, Fiqh Maxims, Istiṣlāḥ, Islamic Family Law, Maqāṣid al-Sharī‘ah.
Abstrak
Perkembangan sosial, perubahan relasi gender, serta dinamika hukum nasional menuntut adanya pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia agar tetap relevan dan berkeadilan. Hukum keluarga Islam tidak lagi cukup dipahami secara tekstual, tetapi perlu direkontekstualisasikan dengan mempertimbangkan kemaslahatan sebagai tujuan utama syariat. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana rekontekstualisasi lima kaidah fiqih dasar al-umūr bi maqāṣidihā, al-yaqīn lā yazūlu bi al-syakk, al-masyaqqah tajlibu al-taysīr, lā ḍarar wa lā ḍirār, dan al-‘ādah muḥakkamah dapat berkontribusi terhadap pembaruan hukum keluarga Islam kontemporer di Indonesia melalui pendekatan teori istiṣlāḥ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lima kaidah fiqih tersebut sebagai instrumen metodologis dalam membangun hukum keluarga Islam yang adaptif, berkeadilan, dan selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah serta hukum positif Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, melalui analisis terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), putusan peradilan agama, serta literatur fiqih klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekontekstualisasi lima kaidah fiqih dasar berbasis teori istiṣlāḥ mampu memperkuat prinsip keadilan substantif, kepastian hukum, perlindungan terhadap pihak rentan, serta fleksibilitas hukum keluarga Islam dalam merespons realitas sosial modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan lima kaidah fiqih dasar sebagai kerangka metodologis terpadu dalam pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia, bukan sekadar sebagai dasar normatif, sehingga memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan hukum keluarga Islam yang lebih humanis dan kontekstual.
Kata kunci: Rekontekstualisasi, Kaidah Fiqih, Istiṣlāḥ, Hukum Keluarga Islam, Maqāṣid al-Syarī‘ah.
References
Al-Ghazālī. (1993). Al-Mustaṣfā min ‘ilm al-uṣūl. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Syāṭibī. (1996). Al-Muwāfaqāt fī uṣūl al-syarī‘ah (Vol. 2). Beirut: Dār al-Ma‘rifah.
Andriyani, L. (2020). Rekontekstualisasi hukum keluarga Islam dalam perspektif istiṣlāḥ dan kesetaraan gender. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 30(2), 245–268.
Ash-Shiddieqy, H. (1990). Falsafah hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Auda, J. (2008). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. London: International Institute of Islamic Thought.
Fajar, M. N. D., & Achmad, Y. (2020). Dualisme penelitian hukum normatif dan empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hambali, M. R. (2021). Pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dalam pembaruan hukum Islam di Indonesia. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 15(1), 1–20
Harīsudin, M. N. (2021). Transformasi kaidah fiqh dalam hukum keluarga Islam. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 15(2), 213–230.
Huda, N. (2023). Keadilan gender dalam hukum keluarga Islam: Perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 33(2), 189–210.
Irfan, M. N. (2022). Harmonisasi hukum Islam dan hukum nasional melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 10(1), 45–62.
Ishomuddin, M. (2021). Maslahah sebagai paradigma pembaruan fiqh keluarga di Indonesia. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 21(2), 233–252.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Masud, M. K. (1977). Islamic legal philosophy. Islamabad: Islamic Research Institute.
Mulia, S. M. (2021). Harmonisasi hukum Islam dan hukum nasional. Jurnal Hukum Islam Indonesia, 4(1), 1–15.
Munif, A. (2023). Rekonstruksi hukum Islam dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah: Sebuah pendekatan terhadap pembaruan hukum keluarga. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 17(2), 211–228.
Nasution, H. B. J. (2018). Metode penelitian ilmu hukum. Bandung: Mandar Maju.
Rahman, A. A. (1997). Qawā‘id fiqhiyyah: Kaidah-kaidah hukum Islam dalam menyelesaikan masalah praktis. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Romlah, S. (2023). Penerapan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah dalam hukum keluarga Islam di Indonesia. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 33(1), 95–114.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat (Cet. ke-18). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Syarifuddin, A. (2014). Ushul fiqh (Jilid II). Jakarta: Kencana.
Syāṭibī, A. I. (1996). Al-muwāfaqāt fī uṣūl al-syarī‘ah. Beirut: Dār al-Ma‘rifah.
Wahyudi, J. (2022). Pendekatan perundang-undangan dalam penelitian hukum Islam. Jurnal Hukum dan Syariah, 8(2), 145–160.
Zuḥailī, W. (2001). Uṣūl al-fiqh al-islāmī. Damaskus: Dār al-Fikr.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ririh Krishnani, Syafuri, Ahmad Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.