PROTECTION CUSTODY RIGHTS AND CHILD EDUCATION AFTER DIVORCE: A NORMATIVE-EMPIRICAL STUDY IN THE LUMAJANG RELIGIOUS COURT

Authors

  • Laila Nur Fadhilah Universitas Al falah Assunniyyah Kencong Jember
  • Beni Ashari Universitas Al Falah Assunniyyah Kencong Jember

DOI:

https://doi.org/10.33474/jas.v8i1.25113

Abstract

A supernatural divorce occurs when one party's whereabouts are unknown, leading to a default decision. This situation raises concerns about the protection of children's rights, particularly custody (hadhanah) and educational rights. Prior research has focused more on the procedural aspects of supernatural divorce and the legality of default decisions. However, little research examines how religious court practices protect children's rights after a supernatural divorce. This study analyzes how judges at the Lumajang Religious Court consider the right to hadhanah and the right to education after a supernatural divorce, using the theories of legal protection and maslahah mursalah. This study uses an empirical juridical method involving interviews, decision analysis, and analysis of laws and regulations. The results show that the right to hadhanah is not automatically applied under Article 105 of the Compilation of Islamic Law, but rather through an analysis of each party's actual situation, parental presence, and the principle of the best interests of the child. Judges establish legal protection by ensuring that the child's education is guaranteed, even if one parent is absent. The novelty of this research lies in integrating guarantees of children's education into decision-making as a form of implementing maslahah (beneficial interests) that are often overlooked in default decisions. This finding confirms that supernatural divorce resolutions must prioritize substantive protection and the best interests of the child.

Keywords: supernatural divorce, hadhanah rights, children's right to education, legal protection, default judgment.

PERLINDUNGAN HAK ASUH DAN PENDIDIKAN ANAK PASCA CERAI GHAIB: STUDI NORMATIF-EMPIRIS DI PENGADILAN AGAMA LUMAJANG

 

Abstrak

Perceraian ghaib terjadi apabila keberadaan salah satu pihak tidak dapat diketahui, sehingga perkara diselesaikan melalui putusan verstek. Keadaan tersebut memunculkan persoalan mengenai pemenuhan kepentingan anak, terutama dalam aspek pengasuhan dan akses pendidikan. Penelitian sebelumnya cenderung lebih menitikberatkan pembahasan pada prosedur cerai ghaib serta keabsahan putusan verstek. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang menelaah praktik Pengadilan Agama dalam menjamin kepentingan anak setelah terjadinya cerai ghaib. Penelitian ini mengkaji cara hakim Pengadilan Agama Lumajang mempertimbangkan pengasuhan dan keberlanjutan pendidikan anak pasca cerai ghaib melalui teori perlindungan hukum dan maslahah mursalah. Penelitian ini menerapkan metode yuridis empiris melalui kegiatan wawancara, telaah putusan, serta penelaahan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengasuhan anak tidak diberlakukan secara langsung berdasarkan Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam, tetapi ditentukan dengan memperhatikan kondisi konkret masing-masing pihak, kehadiran orang tua, serta asas kepentingan terbaik bagi anak. Hakim membentuk jaminan hukum dengan memastikan pendidikan anak tetap berjalan meskipun salah satu orang tua tidak hadir. Kebaruan penelitian ini terdapat pada penyertaan jaminan pendidikan anak dalam dasar pertimbangan putusan sebagai wujud penerapan maslahah yang kerap kurang diperhatikan dalam putusan verstek. Temuan tersebut menegaskan bahwa penyelesaian perkara cerai ghaib perlu mengedepankan jaminan hukum secara substantif serta kepentingan terbaik bagi anak.

Kata Kunci: cerai ghaib, hak hadhanah, hak pendidikan anak, perlindungan hukum, putusan verstek.

References

Adriansyah, Pancasilawati, A., & Yuni, A. L. (2021). Pemenuhan Hak Perempuan Dan Anak Pada Putusan Verstek Di Pengadilan Agama. Fenomina: Jurnal Penelitian, 13(2). https://doi.org/https://doi.org/10.21093/fj.v13i2.4500

Dahlan, A., Purnamasari, R., & Nur Suraya Ishak, S. (2022). Perceraian Gugat Ghoib Dalam Perspektif Hukum Islam (Analisis Cerai Gugat Ghoib Tahun 2021 Di Pengadilan Agama Sumber Kelas 1A). https://doi.org/10.30868/am.v10i001.3356

Dewi, A. P., Sawaya, N., Nasution Naufal Ariq, SIregar, P., & Akbar, A. (2024). Hak Asuh dalam Perceraian Menurut Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.13069

Handoyo, E., & Waluyo, E. (2025). Dampak Perceraian Terhadap Hak dan Perlindungan Anak dalam Perkembangan Pendidikan di Kota Cirebon The Impact of Divorce on Children’s Rights and Protection in Educational Development in Cirebon. (2), 785–795. https://doi.org/https://doi.org/10.61227/arji.v7i2.390

Harahap, H. T. , Sukiati, S. , & Harahap, M. Y. (2025). Yurisprudensi hukum mafqud sebagai alasan gugatan cerai melalui putusan pengadilan. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4)., 5(4), 88–0. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20046

Hardani S, Asmiwati, A., & Nofrita, D. (2019). Perkara Mafqud Di Pengadilan Agama Di Provinsi Riau Dalam Perspektif Keadilan Gender. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 17(2), 135. https://doi.org/10.24014/marwah.v17i2.4810

Hayati, Z., & Hidayat, T. (2025). Reactualization of Child Custody Law After Divorce in Indonesia: The Concept of Co-Parenting and the Best Interests of the Child Reaktualisasi Hukum Hak Asuh Anak Pasca Perceraian di Indonesia: Konsep Co-Parenting dan Kepentingan Terbaik Anak. Article Info Abstract. Corresponding Author: History. Jurnal Hukum Mimbar Justitia (JHMJ), 11(2), 2477–5681. https://doi.org/https://doi.org/10.35194/jhmj.v11i2.5883

Husaini, A. (2024). Analisis hukum perceraian dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam. ’Aainul Haq: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(I), 5–270. https://doi.org/https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/ainulhaq/article/view/712

Hutabarat, S., & Ananda, F. (2024). Ketidakpastian Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Orang Tua. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8386

Kisworo, B., bin Ridwan, R., & Saputra, H. (2020). Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, XI(2), 2549–4171. https://doi.org/https://doi.org/10.30739/darussalam.v11i2.626

Masrukhin, & Damayanti, M. (2020). Hukum Progresif Penanganan Hak Nafkah Anak dalam Kasus Perceraian di Pengadilan Agama (Studi di Pengadilan Agama Karesidenan Surakarta). Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 5(1). https://doi.org/10.22515/al-ahkam.v5i1.1794

Rahayu, D. M., & Indrawati, S. (2024). Akibat Hukum Perceraian Terhadap Perlindungan Hak Asuh Anak (Studi Putusan Perkara Nomor 264/Pdt.G/2020/PA.Pwr). Eksaminasi: Jurnal Hukum, 3(2). https://doi.org/DOI10.37729/eksaminasi.v3i2.2635

Ristianawati, E. (2024). Problematika Cerai Ghoib dan Upaya Hukumnya. Jurnal Syntax Admiration, 5(8), 2938–2948. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i8.1388

Saadah, S. M. (2026). Wawancara Hakim Pengadilan Agama Lumajang tentang Hak Hadhanah dalam Cerai Ghaib.

Sabiq, S. (1999). FIkih Sunnah (Muhammad Nasiruddin Al-Albani, Tran.; Vol. 3). Pustaka Azam.

Saleh, S. (2023). Mengenal Penelitian Kualitatif: Panduan Bagi Peneliti Pemula. https://eprints.unm.ac.id/33391/1/Buku%20Referensi%20Mengenal%20Penelitian%20Kualitatif.pdf

Sepma, A., & Erwita, Y. (2020). Pemberian Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian di Pengadilan Agama Jambi. Zaaken: Journal of Civil and Business Law. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 1(2). https://doi.org/10.22437/zaaken.v1i2.9434

Soekanto, S. (2015). Pengantar Ilmu Hukum.

Suherman, J., & Hafis, M. (2022). The Obligation To Attend Witness In Talak In Religious Courts And Its Relevance To Ibnu Hazm’s Views. In Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS) (Vol. 4). https://doi.org/10.33474/jas.v4i1.16620

Suryantoro, D. D. (2024). Hak Asuh Anak Pasca Perceraian Menurut Kompilasi Hukum Islam: Analisis Yuridis Dan Konseptual. Legal Studies Journal, 4(1). https://doi.org/10.33650/lsj.v4i1.9444

Susanti, J. (2019). Analisis Putusan Verstek Dalam Perkara Cerai Gugat Perspektif Maslahah Mursalah. Yustitia, 20. https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=3271656&title=ANALISIS+PUTUSAN+VERSTEK+DALAM+PERKARA+CERAI+GUGAT+PERSPEKTIF+MASLAHAH+MURSALAH&val=28707

Tarmizi, Pradiba, Y., & Usman, K. (2023). Hak Asuh Anak (Hadhanah) Pasca Perceraian Serta Akibat Hukumnya. Jurnal Ilmu Hukum Pengayoman, 1(1). https://doi.org/https://journal.uniasman.ac.id/index.php/JIHP/article/view/38

Yanova, M. H., Komarudin, P., & Hadi, H. H. (2023). Metode Penelitian Hukum: Analisis Problematika Hukum Dengan Metode Penelitian Normatif Dan Empiris. Badamai Law Journal Magister Hukum Universitas Lambung Mangkurat, 8(2). https://doi.org/10.32801/damai.v8i2.17423

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

Laila Nur Fadhilah, & Beni Ashari. (2026). PROTECTION CUSTODY RIGHTS AND CHILD EDUCATION AFTER DIVORCE: A NORMATIVE-EMPIRICAL STUDY IN THE LUMAJANG RELIGIOUS COURT. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS), 8(1), 39–54. https://doi.org/10.33474/jas.v8i1.25113