Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pelatihan pengolahan susu fermentasi
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v4i3.20995Keywords:
daun kelor, pateurisasi, biokul, yoghurtAbstract
Yoghurt merupakan produk hasil teknologi pangan dari olahan susu yang difermentasikan oleh bakteri asam laktat (Streptococcust thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus). Kombinasi kedua bakteri tersebut berfungsi untuk mengubah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat yang mengakibatkan penurunan pH dan terbentuknya gumpalan disebabkan koagulasi protein susu oleh asam, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas karena mengandung komponen flavor seperti diasetil, asetaldehit dan karbondioksida. Dalam pembuatannya ditambahkan sari daun kelor untuk meningkatkan kandungan nutrisi yoghurt yang dihasilkan. Pembuatan yoghurt dilakukan dengan cara sederhana, susu UHT ditambahkan sari daun kelor, di pasteurisasi pada suhu 60 oC selama 30 menit, setelah itu susu didinginkan sampai suhu 30-40oC kemudian ditambahkan biokul dengan perbandingan 1:1. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keterampilan anggota IKM-MB LA melalui pengolahan susu sapi fermentasi. Pelatihan pengolahan yoghurt terdiri dari presentasi tentang susu dan manfaatnya, kelor dan manfaatnya, pengolahan susu serta pelatihan pembuatan yoghurt kelor. Dengan terselenggaranya pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan produk baru yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi keluarga anggota IKM-MB LA.
References
Agusti, U. W. 2022. Pelatihan pembuatan yoghurt susu dengan metode sederhana menggunakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 1(2):66-78. DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2022.001.02.06
Andi T.O. R. 2020. Identifikasi Senyawa yang Terkandung pada Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera). Indonesian Journal of Fundamental, 6(2):63-70. DOI: https://doi.org/10.26858/ijfs.v6i2.16870
Diantoro, A., Muzaki, R., Ratna, B., dan Hapsari T.P. 2015. Pengaruh penambahan ektrak daun kelor (Moringa Oleifera L.) terhadap kualitas yoghurt. Jurnal Teknologi Pangan 6 (2): 59-66. http://doi.org/10.35891/tp.
Duria, A.I. dan Rita, I. 2015. Pengaruh penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan waktu inkubasi terhadap sifat organoleptic yogurt. e-Journal Boga, Volume 04 (3): 151-159. file:///C:/Users/winXpro/Downloads/13191-Article%20Text-17032-1-10-20150827%20(1).pdf. diakses tanggal 13 September 2023.
Habibah., Rabiatul, W., dan Norlena, S. 2023. Pembinaan IKM MB Desa Lianganggang dalam meningkatkan Variasi dan Kualitas Produk Berbahan Tanaman Kelor (Moringga Oleifera. L). Jurnal Pengabdianmu, 8 (2) 239-247. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i2.4318
Hidayati, H., Zharifa, A., Helga, R.T., Indah, P.S., Yuni, A dan Resti, F. 2021. Pembuatan yoghurt sebagai minuman probiotik untuk menjaga Kesehatan usus. Prosiding SEMNAS BIO 2021 Universitas Negeri Padang ISSN: 2809-8447. http://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol1/229.
Mafatikhul, A.J., Anang, M.L., Yoyok, B.P., Ahmad, N.A., & Setya, B.M.A. 2014. Total Bakteri Asam Laktat, pH, Keasaman, Citarasa dan Kesukaan Yogurt Drink dengan Penambahan Ekstrak Buah Belimbing. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 3 (2):7-11. https://jatp.ift.or.id/index.php/jatp/article/view/36
Miskiyah. 2011. Kajian standar nasional Indonesia susu cair di Indonesia. Jurnal Standardisasi 13(1): 1-7. http://dx.doi.org/10.31153/js.v13i1.3
Perayanti, D.S., Risjunardi, D., Thiur, D. S., Sumarny, T. P., dan Marlindoaman, S. 2023. Penyuluhan tentang manfaat mengkonsumsi yoghurt dan cara pembuatannya guna mendorong ekonomi serta Kesehatan masyarakat di Kelurahan Sukamakmur Pematangsiantar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hite, 3(1):23-27. https://doi.org/10.36985/jpmsm.v3i1
Surajudin, Kusuma. F. R., dan Purnomo, D. 2006. Yoghurt, Susu fermentasi yang Menyehatkan. Agromedia Pustaka. Jakarta. https://www.google.co.id/books/edition/Yoghurt_Susu_Fermentasi_yg_Menyehatkan/8ufSnZ9V82UC?hl=en&gbpv=1&dq=Yoghurt,+Susu+fermentasi+yang+Menyehatkan&printsec=frontcover. Diakss tanggal 18 Oktober 2023.
Soriah, I.A. & Supriyanto, S. 2006. Pengaruh konsentrasi starter terhadap karakristik yoghurt. Jurnal Penyuluhan Pertanian 1(1):28-33. https://doi.org/10.51852/jpp.v1i1
Syainah, E., Sari, N dan Rusmini, Y. 2014. Kajian pembuatan yoghurt dari berbagai jenis susu dan inkubasi yang berbeda terhadap mutu dan daya terima. Jurnal Skala Kesehatan 5 (1):1-8. https://doi.org/10.31964/jsk.v5i1.10.
SNI. 1992. Badan Standasi Nasional Yoghurt. SNI 01-2981-1992. https://www.academia.edu/16510989/47518497_SNI_Yogurt. Diakses tanggal 13 Oktober 2023.
Ratna, V. F. 2022. Pengaruh penggunaan jenis susu dan starter terhadap hasil yoghurt daun kelor (Moringa yoghurt). Jurnal Gizi Unesa. 02(03): 172-180. file:///C:/Users/winXpro/Downloads/50288-Article%20Text-98684-1-10-20230105%20(3).pdf diakses tanggal 20 Oktober 2023.
Rahma, I. P., Zultsatunni’mah., Dwi, H. P., Resti, F., dan Linda, A. 2021. Making yoghurt using a biokul as a starter. Prosiding Seminar Nasional Biologi 1 (1): 335-344 Universitas Negeri Padang e-ISSN: XXXX-XXXX. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol1/45.
Rizqi, Z.I., Dewi, C., Mustika, N.H dan Sri, H. 2017. Penentuan umur simpan yoghurt sinbiotik dengan penambahan tepung gembolo modifikasi fisik. Edufortech 2 (1):1-6. DOI:10.17509/edufortech.v2i1.6168
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Habibah, Rabiatul Wahdah, Maulidiya Rahmah, Oktaviani Fatimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
