Monopoly exercise (Monocise) sebagai inovasi permainan berbasis edukasi
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i3.23294Keywords:
monopoli, latihan fisik, permainan, pengetahuan, motivasiAbstract
Sedentary lifestyle yang semakin meningkat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada remaja. Exercise atau latihan fisik adalah aktivitas yang dilakukan secara terencana dan berulang guna meningkatkan kebugaran serta menjaga kesehatan tubuh. Manfaat exercise mencakup peningkatan daya tahan tubuh, kebugaran jantung, dan pencegahan berbagai penyakit tidak menular. Namun, rendahnya kesadaran dan motivasi dalam melakukan exercise menjadi kendala utama. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan inovasi permainan edukatif MONOCISE (Monopoly Exercise) yang menggabungkan konsep exercise dengan mekanisme permainan monopoli. Permainan ini dirancang untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa dalam melakukan exercise secara rutin. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 2 Sukoharjo menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan observasi, penyuluhan, diskusi kelompok, serta implementasi permainan MONOCISE. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 75% setelah mengikuti sesi edukasi dan permainan. MONOCISE terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa untuk berlatih fisik secara rutin guna menjaga kebugaran tubuh. Diharapkan inovasi ini dapat membantu siswa menerapkan kebiasaan hidup sehat dan mengurangi risiko penyakit akibat gaya hidup sedentari.
References
Amanda, P., & Dineva R, F. (2024). Relationship of peer support and physical activity among adolescents in a public Islamic High School in the District of Aceh Besar. NURSE: Journal of Nursing and Health Science, 3(1), 24–33. https://doi.org/10.15408/nurse.v3i1.38143
Andayasari, L., & Anorital, A. (2012). Gangguan muskuloskeletal pada praktik dokter gigi dan upaya pencegahannya. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 22(2), 70–77. https://doi.org/10.22435/mpk.v22i2
Dasso, N. A. (2019). How is exercise different from physical activity? A concept analysis. Nursing Forum, 54(1), 45–52. https://doi.org/10.1111/nuf.12296
Fahrizqi, E. B., Aguss, R. M., & Yuliandra, R. (2021). Pelatihan penanganan cidera olahraga di SMA Negeri 1 Pringsewu. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 11. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v2i1.876
Gazdula, J., & Farr, R. (2020). Teaching risk and probability: Building the monopoly® board game into a probability simulator. Management Teaching Review, 5(2), 133–143. https://doi.org/10.1177/2379298119845090
Haditya, Y., & Griadhi, I. P. A. (2017). Hubungan faktor penghalang berolahraga terhadap tahap perilaku olahraga berdasarkan model transteori pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Denpasar. E-Jurnal Medika, 6(4), 49–55. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/28438
Jones, G., & Wilson, E. (2019). Everyday sports injuries, the essential step-by-stepguide to prevention, diagnosis, and treatment. DK Publishing.
Justine, M., Azizan, A., Hassan, V., Salleh, Z., & Manaf, H. (2013). Barriers to participation in physical activity and exercise among middle-aged and elderly individuals. Singapore Medical Journal, 54(10), 581–586. https://doi.org/10.11622/smedj.2013203
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Mengatasi ancaman sedentary lifestyle untuk kesehatan. Ayosehat.Kemkes.Go.Id. https://ayosehat.kemkes.go.id/mengatasi-ancaman-sedentary-lifestyle-untuk-kesehatan
Park, J. H., Moon, J. H., Kim, H. J., Kong, M. H., & Oh, Y. H. (2020). Sedentary lifestyle: Overview of updated evidence of potential health risks. Korean Journal of Family Medicine, 41(6), 365–373. https://doi.org/10.4082/KJFM.20.0165
Pluta, B., Korcz, A., Krzysztoszek, J., Bronikowski, M., & Bronikowska, M. (2020). Associations between adolescents’ physical activity behavior and their perceptions of parental, peer and teacher support. Archives of Public Health, 78(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s13690-020-00490-3
Pristianto, A., Andini, R. M., & Naufal, A. F. (2022). Kejadian cedera muskuloskeletal saat melakukan exercise selama masa pandemi Covid-19. Quality : Jurnal Kesehatan, 16(1), 73–81. https://doi.org/10.36082/qjk.v16i1.439
Rahmat, A., & Mirnawati, M. (2020). Model participation action research dalam pemberdayaan masyarakat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6(1), 62–71. https://doi.org/10.37905/aksara.6.1.62-71.2020
Rohman, M. A., & Mutmainah, S. (2015). Pengembangan media permainan monopoli dalam pelajaran seni budaya dan keterampilan kelas VI SDN Tanamera I. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 3(1), 47–56. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/10165
Yuniarti, E., & Afriwardi, U. (2014). Pengaruh latihan fisik submaksimal terhadap kadar f2-isoprostan pada siswa pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar Sumatera Barat. Jurnal Sainstek IAIN Batusangkar, 6(2), 16–21. https://doi.org/10.31958/js.v6i2.118
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arif Pristianto, Yumnariffa Ulayya Ridwan, Adnan Faris Naufal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
