Monopoly exercise (Monocise) sebagai inovasi permainan berbasis edukasi

Authors

  • Arif Pristianto Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Yumnariffa Ulayya Ridwan Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Adnan Faris Naufal Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i3.23294

Keywords:

monopoli, latihan fisik, permainan, pengetahuan, motivasi

Abstract

Sedentary lifestyle yang semakin meningkat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada remaja. Exercise atau latihan fisik adalah aktivitas yang dilakukan secara terencana dan berulang guna meningkatkan kebugaran serta menjaga kesehatan tubuh. Manfaat exercise mencakup peningkatan daya tahan tubuh, kebugaran jantung, dan pencegahan berbagai penyakit tidak menular. Namun, rendahnya kesadaran dan motivasi dalam melakukan exercise menjadi kendala utama. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan inovasi permainan edukatif MONOCISE (Monopoly Exercise) yang menggabungkan konsep exercise dengan mekanisme permainan monopoli. Permainan ini dirancang untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa dalam melakukan exercise secara rutin. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 2 Sukoharjo menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan observasi, penyuluhan, diskusi kelompok, serta implementasi permainan MONOCISE. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 75% setelah mengikuti sesi edukasi dan permainan. MONOCISE terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa untuk berlatih fisik secara rutin guna menjaga kebugaran tubuh. Diharapkan inovasi ini dapat membantu siswa menerapkan kebiasaan hidup sehat dan mengurangi risiko penyakit akibat gaya hidup sedentari.

References

Amanda, P., & Dineva R, F. (2024). Relationship of peer support and physical activity among adolescents in a public Islamic High School in the District of Aceh Besar. NURSE: Journal of Nursing and Health Science, 3(1), 24–33. https://doi.org/10.15408/nurse.v3i1.38143

Andayasari, L., & Anorital, A. (2012). Gangguan muskuloskeletal pada praktik dokter gigi dan upaya pencegahannya. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 22(2), 70–77. https://doi.org/10.22435/mpk.v22i2

Dasso, N. A. (2019). How is exercise different from physical activity? A concept analysis. Nursing Forum, 54(1), 45–52. https://doi.org/10.1111/nuf.12296

Fahrizqi, E. B., Aguss, R. M., & Yuliandra, R. (2021). Pelatihan penanganan cidera olahraga di SMA Negeri 1 Pringsewu. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 11. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v2i1.876

Gazdula, J., & Farr, R. (2020). Teaching risk and probability: Building the monopoly® board game into a probability simulator. Management Teaching Review, 5(2), 133–143. https://doi.org/10.1177/2379298119845090

Haditya, Y., & Griadhi, I. P. A. (2017). Hubungan faktor penghalang berolahraga terhadap tahap perilaku olahraga berdasarkan model transteori pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Denpasar. E-Jurnal Medika, 6(4), 49–55. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/28438

Jones, G., & Wilson, E. (2019). Everyday sports injuries, the essential step-by-stepguide to prevention, diagnosis, and treatment. DK Publishing.

Justine, M., Azizan, A., Hassan, V., Salleh, Z., & Manaf, H. (2013). Barriers to participation in physical activity and exercise among middle-aged and elderly individuals. Singapore Medical Journal, 54(10), 581–586. https://doi.org/10.11622/smedj.2013203

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Mengatasi ancaman sedentary lifestyle untuk kesehatan. Ayosehat.Kemkes.Go.Id. https://ayosehat.kemkes.go.id/mengatasi-ancaman-sedentary-lifestyle-untuk-kesehatan

Park, J. H., Moon, J. H., Kim, H. J., Kong, M. H., & Oh, Y. H. (2020). Sedentary lifestyle: Overview of updated evidence of potential health risks. Korean Journal of Family Medicine, 41(6), 365–373. https://doi.org/10.4082/KJFM.20.0165

Pluta, B., Korcz, A., Krzysztoszek, J., Bronikowski, M., & Bronikowska, M. (2020). Associations between adolescents’ physical activity behavior and their perceptions of parental, peer and teacher support. Archives of Public Health, 78(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s13690-020-00490-3

Pristianto, A., Andini, R. M., & Naufal, A. F. (2022). Kejadian cedera muskuloskeletal saat melakukan exercise selama masa pandemi Covid-19. Quality : Jurnal Kesehatan, 16(1), 73–81. https://doi.org/10.36082/qjk.v16i1.439

Rahmat, A., & Mirnawati, M. (2020). Model participation action research dalam pemberdayaan masyarakat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6(1), 62–71. https://doi.org/10.37905/aksara.6.1.62-71.2020

Rohman, M. A., & Mutmainah, S. (2015). Pengembangan media permainan monopoli dalam pelajaran seni budaya dan keterampilan kelas VI SDN Tanamera I. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 3(1), 47–56. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/10165

Yuniarti, E., & Afriwardi, U. (2014). Pengaruh latihan fisik submaksimal terhadap kadar f2-isoprostan pada siswa pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar Sumatera Barat. Jurnal Sainstek IAIN Batusangkar, 6(2), 16–21. https://doi.org/10.31958/js.v6i2.118

Downloads

Published

2025-07-30

How to Cite

Pristianto, A., Ridwan, Y. U., & Naufal, A. F. (2025). Monopoly exercise (Monocise) sebagai inovasi permainan berbasis edukasi. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 6(3), 831–841. https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i3.23294

Issue

Section

Articles