Pembuatan madu lemu (madu, albumin lele, dan ekstrak temulawak) sebagai makanan tinggi protein untuk pencegahan stunting
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i2.23746Keywords:
stunting, protein, madu, albumin, temulawakAbstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Desa Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan asupan protein hewani, salah satunya melalui konsumsi albumin ikan. Bahan tersebut dapat dikombinasikan dengan madu untuk memperbaiki rasa dan temulawak sebagai penambah nafsu makan, menjadi produk fungsional bernama Madu Lemu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada kader posyandu di Desa Polokarto mengenai pemanfaatan bahan alam tinggi protein serta teknik pembuatan Madu Lemu. Kegiatan dilaksanakan selama Juli–Agustus 2024 kepada 36 kader yang terbagi dalam 12 kelompok. Metode yang digunakan adalah service learning dengan evaluasi melalui instrumen pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari skor rata-rata 62,58 menjadi 95,16. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman kader tentang bahan alam bergizi tinggi dan keterampilan membuat produk Madu Lemu. Para kader juga telah meneruskan pelatihan ini di tingkat RT. Upaya ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penurunan angka stunting secara berkelanjutan di tingkat desa.
References
Aisyah, S. E., Aizah, S., & Ernawati, S. (2022). Efektifitas temuawak dalam meningkatkan nafsu makan pada anak usia toddler di posyandu Cemara Desa Patianrowo Kec. Patianrowo Kab. Nganjuk Jawa Timur. Seminar Nasional Sains, Kesehatan, Dan Pembelajaran 2022, 2(1), 306–310. https://doi.org/10.29407/seinkesjar.v2i1.3036
Ananta, Z. A., Masfufatun, Setijowati, E. D., & Utami, S. L. (2024). madu apis cerana sebagai antibiofilm terhadap candida albicans. Medika Kartika : Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 7(3), 219–230. https://doi.org/10.35990/mk.v7n3.p219-230
Ariyanti, L., Semartini, A., & Sa’ad, M. (2024). Penekanan angka stunting melalui edukasi bahaya dan pencegahan stunting pada kader posyandu di Desa Polokarto, Sukoharjo. Abdimas Galuh, 6(2), 1814–1821. https://doi.org/10.25157/ag.v6i2.15602
Atmanto, Y. K. A. A., Asri, L. A., & Kadir, N. A. (2022). Media pertumbuhan kuman. Jurnal Medika Hutama, 4(1), 3069–3075. https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/565
Bimantara, A. (2018). Uji proximat daging ikan lele yang dibudidayakan dengan perbedan manajemen kualitas air dan pakan. Jurnal IImiah Perikanan Dan Kelautan, 10(1), 40–45. https://doi.org/10.20473/jipk.v10i1.8541
Fitri, I. (2025). Indikator promkes menurut RPJMN 2025-2029 Kementerian Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, April.
Fitriliyani, I., Suhanda, J., & Sari, D. K. (2019). Screening profile albumin dan protein jenis ikan konsumsi dari perairan umum Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 4(1), 18–22.
Fretty, H., Misnaniarti, & Flora, R. (2020). Hubungan lama kerja menjadi kader, sikap dan pengetahuan dengan kinerja kader posyandu di Kota Palembang. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 5(2). https://doi.org/10.36729/jam.v5i2.387
Hendrawati, S., & Zidni, I. (2017). Gambaran konsumsi ikan pada keluarga dan anak PAUD RW 07 Desa Cipacing. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 101–106. https://jurnal.unpad.ac.id/pkm/article/view/16297
Hidayatullah, M., Handoko, C., & Maring, A. J. (2022). SNI madu dan manfaat madu untuk kesehatan. STANDAR: Better Standard Better Living, 1(6), 23–26.
Holida, S. S., Yusfar, K. M., & Karimah, S. D. (2024). Hubungan antara pengetahuan kader posyandu dengan keterampilan kader dalam deteksi stunting di Desa Mandalamekar. Healthy Journal, 13(2), 141–152. https://doi.org/10.55222/5dxfw707
Kemenkes. (2023). 4 cara mencegah stunting. UPK Kemenkes.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Buku saku hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022.
Lestari, T. R. . (2023). Stunting di Indonesia: Akar masalah dan solusinya. Info Singkat: Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual Dan Strategis, XV(14), 21–25.
Novikasari, L., & Setiawati, S. (2021). Efektivitas pemberian temulawak dan madu terhadap peningkatan berat badan anak dengan status gizi kurang. Holistik Jurnal Kesehatan, 15(2), 197–202. https://doi.org/10.33024/hjk.v15i2.1666
Permana, S., Wildan, Santi, & Fitriani, N. (2023). Efektivitas emulsi ekstrak rimpang temulawak sebagai amara pada mencit dengan teknologi potrtable. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education (e-Journal), 3(3), 2775–3670. https://doi.org/10.37311/ijpe.v3i3.22409
Purba, J. A. (2022). Pengaruh konsumsi madu terhadap nafsu makan anak usia toddler di wilayah kerja puskesmas Jati Karya Binjai. Jurnal Kebidanan, Keperawatan Dan Kesehatan (J-BIKES), 1(3), 79–86. https://doi.org/10.51849/j-bikes.v1i3.13
Sa’ad, M., & Muhtadi. (2023). Protein profiles of Snakehead (Channa striata), Catfish (Pangasius hypopthalmus), and Mackerel (Rastrelliger spp.) and their effectiveness as antidiabetic agents. Proceedings of the 4th International Conference Current Breakthrough in Pharmacy (ICB-Pharma 2022), 3(Dm), 189–197. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-050-3_16
Santana, S. A., Maesaroh, T. F., Angela, E., Andriana, & Kunaedi, A. (2023). Penyuluhan tentang “manisnya madu penuh manfaat” kepada anak-anak. Jurnal SOLMA, 12(1), 172–177. https://doi.org/10.22236/solma.v12i1.10556
Semartini, A., & Ariyanti, L. (2022). Relationship between culture, nutrition during pregnancy, and birth weight of babies on stunting in Cawas, Klaten. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 30–38. https://doi.org/10.24903/kujkm.v8i1.1405
Wulandari, D. D. (2017). Kualitas madu (keasaman, kadar air, dan kadar gula pereduksi) berdasarkan perbedaan suhu penyimpanan. Jurnal Kimia Riset, 2(1), 16–22. https://doi.org/10.31938/jsn.v6i2.160
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Sa'ad, Lilik Ariyanti, Atur Semartini, Diah Pratimasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
