Edukasi tari eklek untuk guru seni budaya: Meningkatkan konservasi pada produk budaya unggulan

Authors

  • Deasylina da Ary Universitas Negeri Semarang
  • R. Agustinus Arum Eka Nugroho Universitas Negeri Semarang
  • Moh. Fathurrahman Universitas Negeri Semarang
  • Feylosofia Putri Agry Universitas Negeri Semarang
  • Arif Widagdo Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i2.23751

Keywords:

tari eklek, guru, konservasi budaya

Abstract

Tari Eklek diakui sebagai salah satu produk budaya unggulan Kabupaten Pacitan karena lahir dari local wisdom Pacitan. Akan tetapi upaya pewarisan dan konservasi tari Eklek ini nampaknya belum maksimal. Perlu adanya upaya pewarisan tari ini ke sekolah-sekolah formal. Guru-guru seni budaya sebagai ujung tombak pewarisan budaya tentunya memegang peranan yang sangat penting. Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih guru seni budaya di Kabupaten Pacitan agar mampu menguasai teknik Tari Eklek sehingga dapat meneruskannya kepada generasi mendatang sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi 3 tahap, yaitu: (1) Ceramah dan demonstrasi untuk memperkenalkan Tari Eklek; (2) Pelatihan, untuk mendalami teknik tari; (3) Penarikan kesimpulan dan evaluasi untuk mengukur penguasaan materi oleh peserta. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan guru seni budaya dalam menarikan Tari Eklek, serta terjalinnya sinergi antara pengabdi, pemerintah daerah, dan lembaga pelestari resmi Tari Eklek untuk keberlanjutan program dalam skala yang lebih luas sebagai wujud konservasi budaya di Kabupaten Pacitan. Pelatihan ini diharapkan menjadi model bagi kegiatan konservasi budaya lainnya dan mendorong penerapan pengajaran Tari Eklek secara lebih luas di berbagai sekolah di wilayah Pacitan.

References

Akapip, N., & Kissya, V. (2023). Kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekosistem kewirausahaan pariwisata bahari berkelanjutan di Negeri Hukurila. Populis: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 18(1). https://doi.org/10.30598/populisvol18iss1pp50-64

Almaahi, M. H., Myrna, R., & Karlina, N. (2022). Collaborative governance dalam upaya pelestarian budaya daerah melalui festival langkisau di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. JANE (Jurnal Administrasi Negara), 14(1), 256–265. https://doi.org/10.24198/jane.v14i1.41312

Ary, D. Da. (2018). Proses kreatif karya seni “pacitanian” (model pendidikan seni berorientasi lingkungan). Jurnal Kreatif: Jurnal Kependidikan Dasar, 9(1), 83–96. https://doi.org/10.15294/kreatif.v9i1.16510

Ary, D. Da. (2019). Pacitanian art-edu (jalan alternatif menuju hakekat tujuan pendidikan seni di Indonesia). Mudra: Jurnal Seni Budaya, 34(2), 177–185. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i2.699

Bang, F. K., Sary, K. A., Juwita, R., & Kristian, D. (2025). Strategi komunikasi organisasi ormas LPADKT dalam melestarikan. Jurnal Professional, 12(1), 429–436. https://doi.org/10.37676/professional.v12i1.8620

Devi, C., Ariani, Margiyono, Kartini, Pratiwi, S. R., Putri, F. C., Rahmawati, M., Agusriyanti, R., & Nainggolan, Y. T. (2025). Legalitas dan pendampingan administrasi untuk penguatan sanggar tari rasat eco tarakan. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 9(2), 544–553. https://doi.org/10.29407/ja.v9i2.23397

Dewi, A. K., Manurung, H., Agus Yulistiyono, S. E., Ariningsih, K. A., Wulandari, R. W., Rif’an, A., & Harahap, E. (2021). Strategi dan pendekatan pembelajaran di era milenial. Edu Publisher.

Elvandari, E. (2020). Sistem pewarisan sebagai upaya pelestarian seni tradisi. Geter: Jurnal Seni Drama, Tari, Dan Musik, 3(1), 93–104. https://doi.org/10.26740/geter.v3n1.p93-104

Humairah, W. N., Hambali, Hariyanti, & Supentri. (2023). Peranan pemuda dalam melesarikan tradisi lampu colok di Desa Pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis. Journal on Education, 5(3), 9419–9433. https://doi.org/10.31004/joe.v5i3.1750

Kurniawan, E. Y. (2019). Upaya pewarisan kesenian tradisional ditengah zaman milenial melalui pembelajaran angklung pada siswa kelas XII IPA SMAN 13 Kabupaten Tangerang. JPKS (Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni), 4(1), 1–11. https://doi.org/10.30870/jpks.v4i1.6906

Kusumaningtyas, W. R., & Santoso, R. E. (2022). Perancangan batik tulis dengan inspirasi terciptanya tari eklek Pacitan. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(1), 16–24. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32212

Mazhud, N. (2020). Pelatihan gerakan dasar tari tradisional dalam meningkatkan keterampilan menari siswa kelas X SMA LPP UMI. Madaniya, 1(4), 56–67. https://madaniya.pustaka.my.id/journals/contents/article/view/37

Pratiwi, N. L. P. E. S., Wirantari, I. D. A. P., & Prabawati, N. P. A. (2025). Collaborative governance dalam pelestarian tradisi “meanyud-anyudan” di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud. Ijespg, 2(2). https://doi.org/10.61292/shkr.220

Prihanta, W., Zainuri, A. M., Hartini, R., Syarifuddin, A., & Patma, T. S. (2020). Pantai Taman-Pacitan ecotourism development: Conservation and community empowerment orientation. Journal of Community Service and Empowerment, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.22219/jcse.v1i1.11515

Putera, D. B. R. M., Susanti, P. H., & Wirawan, P. E. (2025). Rancangan model pengembangan desa wisata sangeh berbasis potensi desa menuju pariwisata berkelanjutan. Sibatik Journal, 4(6), 845–852. https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i6.2822

Rahayu, A., Sukmawati, & Malik, A. (2025). Pendampingan sanggar seni desa sebagai upaya pelestarian budaya lokal di Desa Pappandangan, Sulawesi Barat. Jurnal Abdimas Patikala, 4(4), 1259–1266. https://doi.org/10.51574/patikala.v4i4.3091

Rahayu, O. D., & Rahayu, E. W. (2018). Kontribusi pelem festival terhadap masyarakat Desa Pelem Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan, 2(12). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/26788

Restian, A. (2017). Pembelajaran seni tari di Indonesia dan mancanegara. UMMPress.

Sahruddin, A., Suryana, D., Astiyono, W., Hardani, Djibran, F., Bua, A. T., Muhaimin, K., Widiasari, E. W., Sulistyo, A., & Rosidah, U. (2020). Cerita inspiratif guru SD dan SMP. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan, Pendidikan Dasa, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian pendidikan dan Kebudayaan.

Sari, Y. K., Maria, A. S., & Hapsari, R. R. (2020). Kolaborasi kreatif kegiatan pariwisata dan pelestarian budaya di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Reaction, 3(1), 85–101. https://doi.org/10.17509/jithor.v3i1.21853

Setyawan, B. W., Putranto, A., & Sulaksono, D. (2023). Upacara adat sebagai ikon pengembangan cultural tourism di Kabupaten Pacitan. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 5(1), 41–54. https://doi.org/10.37253/altasia.v5i1.7090

Sukarman. (2023). Tari Eklek. In wawancara pribadi.

Susilaningtyas, W., & Pramutomo, R. M. (2023). Tari eklek sebagai dasar pembentukan kepenarian di lembaga kursus dan pelatihan pradapa loka bhakti. Journal on Education, 6(1), 8741–8757. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.4354

Umami, R. R. (2014). Analisis sektor potensial pengembangan wilayah guna mendorong pembangunan daerah di Kabupaten Pacitan. Universitas Diponegoro.

Yasa, I. K. A., Wahyuni, G. A. D., Ardiyasa, I. P., Palguna, I. K. E., Juliawan, I. N., & Darmayoga, I. K. A. (2024). Pelatihan dan pembinaan tari topeng sidhakarya dan tata rias di yayasan taksu tri datu nusa penida: Upaya pelestarian seni tradisi dalam konteks pendidikan karakter. PANAKAWAN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 58–70.

Zakariah, M. A., Afriani, V., & Zakariah, K. M. (2020). Metodologi penelitian kualitatif, kuantitatif, action research, research and development (RnD). Yayasan Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah Kolaka.

Downloads

Published

2025-07-04

How to Cite

Ary, D. da, Nugroho, R. A. A. E., Fathurrahman, M., Agry, F. P., & Widagdo, A. (2025). Edukasi tari eklek untuk guru seni budaya: Meningkatkan konservasi pada produk budaya unggulan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 6(2), 669–682. https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i2.23751

Issue

Section

Articles