Pengembangan motif batik berbasis kisah lokal untuk memperkuat identitas budaya masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25974Keywords:
batik, ekonomi kreatif, kisah lokal, pelestarian budayaAbstract
Desa Wonoayu memiliki potensi budaya berupa kisah asal-usul desa yang diwariskan secara lisan, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai identitas budaya maupun sumber pengembangan ekonomi kreatif. Kondisi tersebut menyebabkan potensi budaya lokal belum memiliki representasi visual yang mampu memperkuat branding desa sekaligus mendukung pelestarian budaya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan inovasi motif batik berbasis kisah lokal sebagai media pelestarian budaya dan penguatan identitas Desa Wonoayu. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat sebagai mitra. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi budaya, eksplorasi kisah lokal melalui observasi partisipatif dan wawancara, perancangan motif batik secara kolaboratif, validasi desain bersama mitra, sosialisasi hasil, serta evaluasi program secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil menghasilkan motif batik khas Desa Wonoayu yang mengintegrasikan unsur sejarah dan kearifan lokal ke dalam desain visual yang memiliki nilai estetika dan filosofi. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pelestarian budaya melalui pemanfaatan aset lokal sebagai sumber inovasi serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam pengembangan produk budaya kreatif. Motif batik yang dihasilkan berpotensi menjadi identitas visual desa, media edukasi budaya, sekaligus modal awal pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu menghasilkan inovasi budaya yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung keberlanjutan pelestarian budaya melalui pengembangan produk kreatif berbasis kisah lokal.
References
Adi, N. P., Murtafiah, I., & Efendi, A. K. D. (2025). Revitalisasi tradisi membatik untuk mempertahankan identitas budaya lokal di Desa Ropoh. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 1–5. https://doi.org/10.62017/jpmi
Afandi, A., Laily, N., Wahyudi, N., Umam, M. H., Kambau, R. A., Rahman, S. A., Sudirman, M., Jamilah, Kadir, N. A., Junaid, S., Nur, S., Parmitasari, R. D. A., Nurdiyanah, Wahid, M., & Wahyudi, J. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat (Suwendi, A. Basir, & J. Wahyudi (eds.)). Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. https://pendispress.kemenag.go.id/index.php/ppress/catalog/book/19
Amanda, S. (2024). Telaah konsep asset bassed comunity development Bagi pembangunan pariwisata berbasis masyarakat. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 25(1), 69–82. https://doi.org/10.7454/jurnalkessos.v25i1.1010
Febriosa, S., Latifa, M., Afriano, A., & Zora, F. (2025). Strategi pengembangan ekonomi kreatif melalui penguatan kearifan lokal di daerah wisata. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(6), 9720–9727. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i6.10675
Rahmawati, A., Agustina, M. T., Anisah, L., & Khasanah, S. (2025). Integrasi nilai budaya islami dalam motif batik pelo ati untuk pemberdayaan sosial dan ekonomi kreatif komunitas Rifaiyah. Jompa Abdi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 82–90. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2126
Ramadhan, M. B. (2023). Menggali kearifan lokal: Perancangan motif batik modern berdasarkan relief ornamentasi Sendang Duwur Paciran Lamongan. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 29(4), 128–137. https://doi.org/10.33503/paradigma.v30i4.1263
Salsabila, G., & Ekawardhani, Y. A. (2025). Nilai kearifan lokal pada batik tradisional Kudus. DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain, 5(2), 184–196. https://doi.org/10.34010/divagatra.v5i2.17222
Siswadi, & Syaifuddin, A. (2024). Penelitian tindakan partisipatif metode PAR (partisipatory action research) tantangan dan peluang dalam pemberdayaan komunitas. Ummul Qura : Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 19(2), 111–125. https://doi.org/10.55352/uq.v19i2.1174
Suliyati, T., & Yuliati, D. (2019). Pengembangan motif batik semarang untuk penguatan identitas budaya Semarang. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 4(1), 61–73. https://doi.org/10.14710/jscl.v4i1.20830
Wicaksono, A. (2016). Potensi pengembangan inovasi desain produk kriya kukm Indonesia di era industri kreatif. Corak: Jurnal Seni Kriya, 5(2), 103–112. https://doi.org/10.24821/corak.v5i2.2380
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yoyok Amirudin, Rizq Satya Pratama, Fita Marisa, Nur Rizky Marliandino, Siti Aisah, Khilma’Atur Rifqi, Mohamad Ihsan Ifandi, Fauziah Nur Afifah, Novi Putri Aulia, Saiful Asyikum Billah, Mukhammad Robith Fuadi, Margovio Freitas Pinto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
