Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan ikan patin sebagai agen hayati untuk mendukung pemberantasan sarang nyamuk
DOI:
https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i3.25982Keywords:
agen hayati, demam berdarah dengue, sarang nyamukAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan pengendalian vektor secara berkelanjutan melalui keterlibatan aktif masyarakat. Di Desa Klakah, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, pengendalian jentik nyamuk masih didominasi penggunaan larvasida kimia, sedangkan pemanfaatan agen hayati belum banyak diterapkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui pemanfaatan benih ikan patin (Pangasius hypophthalmus) sebagai agen hayati yang dipadukan dengan edukasi Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan partisipatif, pelaksanaan, monitoring, dan refleksi. Implementasi program dilakukan melalui observasi lingkungan, distribusi benih ikan secara door-to-door, demonstrasi pemeliharaan ikan, serta edukasi mengenai pengendalian vektor berbasis lingkungan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif terhadap penggunaan agen hayati sebagai alternatif pengendalian jentik dan berpartisipasi aktif dalam penerapan PSN 3M Plus. Pendekatan partisipatif yang diterapkan juga memperkuat kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam mendukung pengendalian DBD berbasis masyarakat. Meskipun demikian, efektivitas penggunaan ikan patin sebagai agen pengendali larva dalam kegiatan ini masih didasarkan pada hasil observasi lapangan sehingga diperlukan monitoring jangka panjang dan pengukuran indikator entomologi untuk mengevaluasi dampaknya secara lebih komprehensif. Program ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi kesehatan dengan pemanfaatan sumber daya lokal berpotensi mendukung keberlanjutan pengendalian DBD di tingkat masyarakat.
References
Afandi, A., Sucipto, M. H., & Muhid, A. (2016). Modul participatory action research (PAR) untuk pengorganisasian masyarakat (community organizing). Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Afandi, S. T. (2024). Implementasi program kesehatan lingkungan dalam mengurangi kasus demam berdarah Dengue. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), 2(11), 895–900. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/9837
Ariyanti, K. S., Prasetyo, B., Helminasari, S., & Abigayl, I. (2025). Teori pemberdayaan dan pembangunan masyarakat (M. A. Susanto (ed.)). Pradina Pustaka.
Benelli, G., & Mehlhorn, H. (2016). Declining malaria, rising of dengue and Zika virus: insights for mosquito vector control. Parasitology Research, 115(5), 1747–1754. https://doi.org/10.1007/s00436-016-4971-z
Cakranegara, J. J. S. (2021). Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah dengue di Indonesia (2004-2019). Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 7(2), 281–311. https://doi.org/10.36424/jpsb.v7i2.274
Chandra, G., Bhattacharjee, I., Chatterjee, S., & Ghosh, A. (2008). Mosquito control by larvivorous fish. The Indian Journal of Medical Research, 127(1), 13–27. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18316849/
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Petunjuk teknis pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus dalam pengendalian demam berdarah dengue. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.
Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Book Review: Qualitative Data Analysis. A Methods Sourcebook (3 (ed.); Vol. 28, Issue 4). SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.1177/239700221402800402
Putri, N. P. D. M., Paramita, K. T. P., Apriani, N. M. Della, & Buana, K. D. M. (2026). Larvasida alami berbasis limbah sisa panen pacar air (Impatiens balsamina L.) sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti larvasida sintetis. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 6, 1–11. https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/pilar/article/view/13735
Setyawan, A. A., Desembrianita, E., Santoso, M. H., Syahril, & Kalalo, R. R. (2025). Pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kemandirian ekonomi lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 1494–1503. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1769
Sulaiman, E. S. (2021). Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan: Teori dan implementasi (Moulidvi (ed.)). Gadjah Mada University Press.
Supartha, I. W. (2008). Pengendalian terpadu vektor virus demam berdarah dengue, aedes aegypti (Linn.) dan aedes albopictus(Skuse)(Diptera: Culicidae).
Walshe, D. P., Garner, P., Adeel, A. A., Pyke, G. H., & Burkot, T. R. (2017). Larvivorous fish for preventing malaria transmission. Cochrane Database of Systematic Reviews, 12(12), CD008090. https://doi.org/10.1002/14651858.CD008090.pub3
World Health Organization. (2024). Dengue and severe dengue. https://www.who.int/health-topics/dengue-and-severe-dengue#tab=tab_1
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yoni Rina Bintari, Nur Fatimatus Sholeha, Fitrah Aurellia Sahudi, Fahmi Aziz Sugianto, Ahmad Rafi Alhakim, Muhammad Dimas Burhanuddin, Muhammad Faizul Fikri, Jibral Adam Prawira, M Virgi Virza Pratama, Muchammad Faizal, Rokhmatun Niskah, Marifatul Khoiriyah, Yesi Firdaus, Dwi Saputri Halimatus Saidah, M Ainur Rizky, Dimas Azka Maulana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_-_Copy1.jpg)
