PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib) Ketika sudah berada diantara keragaman atau hidup dengan manusia lain dalam ranah multikultural, namun gagal memberikan yang terbaik atau bermanfaat bagi sesamanya (temannya), maka benar kata Sahabat Ali, bahwa ia layak disebut sosok paling lemah. Semestinya kesempatn hidup dalam ranah masyarakat multikultural ini, seseorang bisa belajar dan belajar atau mengedukasikan dirinya supaya menjadi sosok humanis dan progresif. Dalam tulisan yang dideskripsikan para periset atau penulis dalam jurnal ini menunjukkan seperti yang “dipesankan” oleh sahabat Ali di atas, bahwa di tengah pluralitas atau masyarakat multikultural, seseorang harus terlibat dalam proses pembelajaran, baik formal maupun non formal, yang proses ini akan berdampak dalam memberikan manfaat besar terhadap diri dan siapapun yang terlibat interaksi edukatif dengannya. Jurnal Pendidikan Multikultural ini diharapkan membuka wawasan dan kemudian mengembangkannya di masa-masa mendatang.


Journal Homepage Image

Vol 3, No 1 (2019): PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Table of Contents

Articles

Achmad Yusuf
PDF
1-20
Fita Mustafida
PDF
21-36
Nasruddin Nasruddin
PDF
37-62
Mohammad Jamhuri
PDF
63-72
Akhmad Thoyib Mas’udi
PDF
73-88
Syamsu Madyan
PDF
89-108
dwi ari kurniawati
PDF
109-121