VARIASI BAHASA DAN PEMERTAHANAN BAHASA OLEH LESSOR DI KAWASAN WISATA PELABUHAN RATU
DOI:
https://doi.org/10.33474/basa.v5i1.23156Keywords:
sociolinguistics, language variation, local language maintenanceAbstract
This study examines language variation in rental transactions between tourists and boat lessors at Pelabuhan Ratu Beach and explores the maintenance of local languages. Using a qualitative approach with documentation and interview methods, the study found that: (1) lessors adjust their language use according to the tourists' backgrounds, (2) there are differences in language use when interacting with local versus international tourists, and (3) the maintenance of local languages remains strong in daily activities, although it is less dominant in transactional contexts. These findings highlight the importance of linguistic adaptability in tourism services while emphasizing efforts to preserve local languages.
References
Abdurrahman, A. (2008). Sosiolinguistik: Teori, peran, dan fungsinya terhadap kajian bahasa sastra. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 3(1).
Arifianti, I. (2024). Sosiolinguistik. Cahya Ghani Recovery.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Newbury House.
Hasnital. (2023). Sosiolinguistik dalam perspektif kebahasaan. Penerbit Nusantara.
Hendrastuti, R. (2017). Variasi penggunaan bahasa pada ruang publik di Kota Surakarta. Kandai, 11(1), 29–43.
Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.
Khotimah, N. (2019). Faktor pembeda dalam komunikasi lintas budaya antara wisatawan asing dengan masyarakat lokal di Desa Wisata Kandri Gunung Pati Kota Semarang. Jurnal An- Nida, 10(1), 6–10.
Kusumah, G. (2023). Meningkatkan pengalaman wisata dengan bahasa dan komunikasi yang tepat. Universitas Pendidikan Indonesia. https://mpar.upi.edu/meningkatkan-pengalaman- wisata-dengan-bahasa-dan-komunikasi-yang-tepat/
Malabar, S. (2015). Sosiolinguistik. Ideas Publishing.
Maryanto, D. (2023). Trigatra bangun bahasa: Strategi pelestarian bahasa di era globalisasi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(2), 123–134.
Maulianda. (2017). Interaksi wisatawan asing di Kota Banda Aceh (Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry).
Nur, T., Lukman, & Ibrahim, N. (2022). Bahasa Melayu Betawi pada era globalisasi (studi pemertahanan bahasa). Penerbit Merah Putih.
Rahmawati, D. (2022). Komunikasi lintas budaya dan strategi adaptasi linguistik. Jurnal Linguistik Terapan, 14(1), 45–58.
Rijal, A. S. (2021). Penggunaan bahasa dalam ranah pariwisata: Studi di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Maros, Sulawesi Selatan. Sasdaya: Gajah Mada Journal of Humanities, 5(1), 37–51.
Rokhman, F. (2013). Sosiolinguistik: Suatu pendekatan pembelajaran bahasa dalam masyarakat multikultural. Graha Ilmu.
Setiawan, I. (2021). Potensi destinasi wisata di Indonesia menuju kemandirian ekonomi. Prosiding Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu & Call for Papers Unisbank (Sendi_U).
Sunarti, S. (2019). Pariwisata Pelabuhan Ratu Jawa Barat dilihat dari aspek lingkungan hidup. Tulip: Tulisan Ilmiah Pariwisata, 2(1), 13–28.
Susanti, D. I. (n.d.). Variasi bahasa dan campur kode pada penamaan objek wisata di Kabupaten Sleman Yogyakarta. WACANA: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 3(1), 4–9.
Syaharani, A., & Saddhono, K. (2024). Pengaruh bahasa hokkien dalam dialek betawi dan penggunaannya sebagai bahasa gaul di komentar media aplikasi tiktok. BASA Journal of Language & Literature, 4(1), 18-23.
Utami, S. S. (2016). Variasi bahasa masyarakat pesisir Kampung Tambak Wedi Baru, Surabaya: Kajian sosiolinguistik. Skriptorium, 6(1–9), 3.
Widianto, E. (2018). Pemertahanan bahasa daerah melalui pembelajaran dan kegiatan di sekolah. Jurnal Kredo, 1(2), 1–13.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anggel Lika Tiana, Isma Nurrahma, Najma Sahla Latifah, Reisya Amalia Irawan, Rizka Aulia Hidayah, Sofia Yanifah, Nunung Sitaresmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



