PENGARUH KETEBALAN MULSA ORGANIK KI RINYUH (Chromolaena odorata) TERHADAP PRODUKSI BAHAN SEGAR, BAHAN KERING, DAN BAHAN ORGANIK RUMPUT MULATO (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
DOI:
https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v6i2.22254Keywords:
Brachiaria hybrid cv. Mulato, ki rinyuh, mulsa organik,, produksi, bahan segar, bahan kering, bahan organikAbstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap produksi bahan segar, bahan kering, dan bahan organik rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, total 16unit percobaan. Perlakuan tersebut adalah: M0 (tanpa mulsa), M1 (ketebalan 1cm/0.6525m2), M3 (ketebalan 3cm/0.5625m2), M5 (ketebalan 5cm/0.5625m2). Variabel yang diteliti adalah produksi bahan segar, bahan kering, dan bahan organik. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi bahan segar tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi bahan kering dan bahan organik. Hasil uji lanjut Duncan pada produksi bahan segar menunjukkan bahwa antara perlakuan M0:M1;M3:M5 memiliki perbedaan yang nyata. Kesimpulan bahwa penambahan mulsa Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) dengan ketebalan 3cm mampu memberikan produksi bahan segar (115,18 gram) dan bahan kering (23,09 gram) serta bahan organik (20,16 gram) tertinggi pada rumput Brachiaria hybrid cv. Mulato.
References
Abdurachman, A., S. Sutomo, dan N. Sutrisno. 2005. Teknologi pengendalian erosi lahan berlereng dalam teknologi pengelolaan lahan kering menuju pertanian produktif dan ramah lingkungan. Puslitbangtanak. Bogor.
Armayani, M & Irwan, M. 2021. Studi komparatif pertumbuhan rumput mulato pada lahan pasca tambang yang diberi pupuk berbeda. Jurnal Sains Dan Teknologi Industri Peternakan. 1(1): 6-10.
Argel, J.P., Miles, J.W., Guiot, J.D., Cuadrado, H. and Lascano, C.E. 2007. Cultivar Mulato II (Brachiaria hybrid CIAT 36087). High Quality Forage Grass, Resistant to Spittlebug and Adapted to WellDrained Acid Tropical Soils. CIAT, Columbia.
Atmojo, S. 2007. Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap produksi bahan kering dan bahan organik brachiaria. Jurnal Pertanian Lahan Kering.12(1): 122-129.
Blair, Graeme J., C. P. Mamaril, A. Pangerang Umar, E. O. Momuat, and Christine Momuat. 1979. Sulfur Nutrition of Rice. I. A Survey of Soils of South Sulawesi, Indonesia 1. Agronomy Journal. 71 (3): 473–77.
BMKG, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. 2023. Data Curah Hujan Dan Suhu Udara Kecamatan Kelapa Lima. Kupang.
Bustami &Azis. 2012. Serapan Hara Dan Efisiensi Pemupukan Phosfat serta Pertumbuhan Padi Varietas Lokal.Prosiding Seminar dan Kongres Nasional Sumber Daya Genetik ,Medan.
Cahyono, B. 2003. Kacang Buncis Teknik Budi Daya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius. Yogyakarta.
Dwidjoseputro. 1992. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Firmansyah, F., Sudirja, R., Sandrawati, A., Arifin, M., dan Susilawati, I. 2022. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) pada Tiga Lokasi yang Berbeda. Soilrens. 20(1), 7-15.
Harjadi, S. 2007. Analisis Kimia Tumbuhan. Edisi ketiga. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Hardjowigeno, S. 1989. Sifat-sifat dan potensi tanah gambut Sumatera untuk pengembangan pertanian. In Dalam proseding seminar tanah gambut untuk perluasan pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara. Medan (Vol. 309).
Jelima, M. Mersiana., Nastiti, H. P., &Osa, D. B. 2022. Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Produksi Bahan Kering dan Bahan Organik Brachiria Hybrid cv. Mulato Panen Ketiga.Jurnal Peternakan Lahan Kering, 4(3): 2206 – 2213.
Kadarso.2008. Kajian Penggunaan Jenis Mulsa terhadap Hasil Tanaman Cabai Merah Varietas Red Charm.Jurnal Pertanian Agros, Universitas Janabadra. Yogyakarta.
Karieen. 2007. Bahan Organik. http : //Karieen.Wordpress.Com.
Konda, M. H., Manggol, Y. H. & Temu, S.T. 2021. Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Crhomolaena Odorata)Terhadap Produksi Bahan Segar Dan Bahan Kering Serta Bahan Organik Tanaman Rumput Brachiaria Hybrid Cv. Mulato. Skripsi, Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Kononova, M. .1961). Soil Organic Matter. Its nature, Its Role in Soil Formation and in Soil Fertility. New York: Pergamon Press.
Rusman, M., Miftah H., &L. Wangi. 2010. Mengenal Rumput Mulato (Mulato hybrid cv. Mulato) sebagai Hijauan Pakan Ternak. Balai Pengkajian Teknologi Pertainan Sulawesi Tenggara.
Saptorini. 2018. Mentimun (Cucumis sativus L.) pada Kombinasi Perlakuan Bhokashi dan Pupuk NPK. Jurnal Agrinika, VOL.2 NO. 1: 2579-3659.
Saputra, D. 2010. Produksi Rumput Raja (Pennisetum purpoides) yang ditanam dalam polybag dengan pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang pada pemotongan pertama.Skripsi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.Pekan Baru.
Savitri, Mei Via, Herni Sudarwati, and Hermanto Hermanto. 2012. “Pengaruh Umur Pemotongan Terhadap Produktivitas Gamal (Gliricidia Sepium).” Jurnal Ilmu- Ilmu Peternakan 23 (2): 25–35.
Seseray et al,. (2013). Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang diberi pupuk N, P dan K dengan Dosis 0,50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45. Sains peternakan: Jurnal penelitian Ilmu Peternakan, 2013, 11.1: 49-55.
Stevenson, F. J. 1982. Humus Chemistry Genesis, Composition, Reactions. John Wiley & Son. New York.
Suardin, N. Sandiah, R. Aka. 2014. Kecernaan bahan kering dan bahan organik campuran rumput mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) dengan jenis legum berbeda menggunakan cairan rumen sapi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO). 1(1): 16-22.
Subowo, G., J. Subagja, dan M. Sudjadi. 1990. Pengaruh bahan organik terhadap
pencucian hara tanah Ultisol Rangkasbitung Jawa Barat. Pemberitaan Penel. Tanah dan Pupuk. 9 : 26-31.
Toe, Paskalis., Koten B. B., Wea Redempta., Oematan J. S & Ndoen B. 2016. Pertumbuhan dan Produksi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Pada Berbagai Level Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Babi.Jurnal Ilmu Ternak, Vol 16(2).
Untari, S. 2008. Pengantar Produksi Hijauan Pakan Ternak. Semarang: UniversitasSemarang Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Putra Eden Imanuel Yahbrob, Herayanti Panca Nastiti, Stefanus Tany Temu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


_-_Copy1.jpg)