PENGARUH PEMASAKAN TEPUNG BONGGOL PISANG DENGAN UREA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN PRODUK FERMENTASI SECARA IN VITRO

Authors

  • Agnes Babang Universitas Nusa Cendana
  • Edwin J.L. Lazarus Universitas Nusa Cendana
  • Emma D. Wie Lawa Universitas Nusa Cendana
  • Maritje A. Hilakore Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v7i2.23467

Keywords:

pemasakan, tepung bonggol pisang, urea, produk fermentasi, ruminansia

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea berbeda terhadap kercernaan bahan kering, bahan organik  dan produk fermentasi secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pemasakan dilakukan secara tradisional menggunakan pemanas kompor dalam durasi waktu 2 jam. Perlakuan yang diuji adalah P0 = Pemasakan tepung bonggol pisang tanpa urea, P1 = Pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea 2%, P2 = Pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea 4%, P3 = Pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea 6%. Parameter yang diukur meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), Total VFA, N-NH3 dan pH. Data yang dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KcBK, KcBO, Total VFA, N-NH3 dan pH. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea berbeda memberikan pengaruh dan peningkatan yang nyata terhadap kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan produk fermentasi secara in vitro dengan level urea terbaik adalah 6%.

References

Afifah, A. N. (2018). Evaluasi fermentasi onggok menggunakan Aspergillus niger terhadap konsentrasi NH3 dan kecernaan in vitro. Universitas Brawijaya.

Cherdthong, A., dan Wanapat, M. (2010). Development of a thermotolerant bacterial consortium for the bioconversion of waste materials to animal feed. Bioresource Technology. 101(19), 7988-7995.

Febriyani, W. (2019). Pengaruh amoniasi dan fermentasi menggunakan Aspergillus niger pada kulit kopi terhadap VFA total dan NH3 cairan rumen sapi secara in vitro. Universitas Lampung.

Hartati, E. (1998). Supplemen Minyak Lemuru dan Seng kedalam Ransum yang Mengandung Silase Pod Coklat dan Urea untuk Memacu Pertumbuhan sapi Holstein Jantan. Disertasi Program Pasca Sarjana - Institut Pertanian Bogor.

Harrison, G.A. and T.P. Karnezos. (2005). Can we improve the efficiency of nitrogen utilization in lactating dairy cows? Pp 145-154. In: Recent Advances in Animal Nutrition. Vol. 15. T.P. Lyons and K.A. Jacques (ed), Altech Inc., Australia.

Indriani, N., T. R. Sutardi, dan Suparwi. (2013). Fermentasi limbah soun dengan menggunakan Aspergillus nigerditinjau dari volatile fatty acid (VFA) total dan amonia (NH3) secara in vitro. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1(3): 804—812.

Kusumaningrum, C. E., Sugoro, I., & Aditiawati, P. (2018). Pengaruh Silase Sinambung Jerami Jagung Terhadap Fermentasi Dalam Cairan Rumen Secara In Vitro. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran. 18(1), 28. https://doi.org/10.24198/jit.v1 8i1.14460.

Lazarus E.J.L. and Lawa E.D.W. (2022). Effect of cooking time and urea level on dry matter loss, nitrogen fixation, and digestibility of dry matter, organic matter in vitro in the combined products of urea-pith Gewang (Corypha Utan Lamk.) starch. GSC Advanced Research and Reviews, 12(02), 058–068.

Mapato, C., Wanapat, M., & Cherdthong, A. (2010). Effects of urea treatment of straw and dietary level of vegetable oil on intake, digestibility, and rumen fermentation in goats. Tropical Animal Health and Production, 42(8), 1635-1642.

McDonald, P., Edwards, R. A., Greenhalgh, J. F. D., Morgan, C. A., Sinclair, L. A., & Wilkinson, R. G. (2002). Animal nutrition. England: Prentice Hall.

Mohapatra, D., Mishra, S., Sutar, N., & Das, T. B. (2010). Banana and its by-product utilisation: an overview. Journal of Scientific and Industrial Research, 69.

Richana, N., dan Sunarti, T. C. (2004). Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Umbi dan Tepung Pati dari Umbi Ganyong, Suweg, Ubi Kelapa dan Gembili. Jurnal Pascapanen. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Bogor. 1(1).

Shultz TA, Shultz E, Chicco CF. (1972). Pressure-cooked urea-cassava meal for lambs consuming low-quality hay. J Anim. Sci. 35: 865-870.

Steel R. G. D, and Torrie, J. H. 1990. Prinsip dan Prosedur Statistik. Suatu Pendekatan Biometrik. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sutardi, T. 1980. Landasan ilmu nutrisi (Vol. 1). Bogor: Departemen Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Tilley, J. M. A., and Terry, R.A. (1963). A two-stage technique for the in vitro digestion of forage crops. Journal of the British Grassland Society. 18:104-111.

Downloads

Published

2025-12-13

How to Cite

Babang, A., Lazarus, E. J., Lawa, E. D. W., & Hilakore, M. A. (2025). PENGARUH PEMASAKAN TEPUNG BONGGOL PISANG DENGAN UREA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN PRODUK FERMENTASI SECARA IN VITRO. REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan, 7(2), 50–57. https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v7i2.23467