PENGARUH PENGGUNAAN PATI PUTAK (Corypha utan Lamk) SEBAGAI ADITIF TERHADAP KUALITAS FISIK SILASE LIMBAH SAYURAN PASAR
DOI:
https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v8i1.25225Keywords:
kualitas fisik, limbah sayuran, pati putak, silaseAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan pati putak sebagai aditif terhadap kualitas fisik silase limbah sayuran pasar. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0 (0%), P1 (10%), P2 (20%), dan P3 (30%) pati putak. Parameter yang diamati meliputi pH, warna, tekstur, aroma, dan keberadaan jamur. Data pH dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis lalu dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pati putak berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH, di mana P0 memiliki nilai pH tertinggi (4,875), sedangkan P2 dan P3 menunjukkan nilai pH terendah (4,125). Parameter warna, tekstur, aroma, dan keberadaan jamur juga menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan (P<0,05). Seluruh perlakuan menunjukkan skor tinggi (≥3,92) yang mengindikasikan silase dalam kondisi baik dan hampir tidak ditemukan pertumbuhan jamur. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pati putak pada level 20 % terbukti mampu meningkatkan kualitas fisik silase limbah sayuran pasar, terutama dalam menurunkan pH serta memperbaiki warna dan tekstur.
References
Aglazziyah, H., Ayuningsih, B., dan Khairani, L. (2020). Pengaruh Penggunaan Dedak Fermentasi terhadap Kualitas Fisik dan pH Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan, 2(3), 156–166. https://doi.org/10.24198/jnttip.v2i3.30290.
Anggraini, W. P. (2018). Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kandungan Nutrien dan Kualitas Fisik Jerami Kedelai. Skripsi. Universitas Mercubuana Yogyakarta.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Pertanian Kota Kupang 2024. Kupang: BPS Kota Kupang.
Bamikole, M. A., dan Babayemi, O. J. (2004). Feeding Goats with Guinea Grass-Verano Stylo and Nitrogen Fertilized Grass with Energy Concentrate. Archivos de Zootecnia, 53(201), 13–23.
Christi, R. F., A. Rochana dan I. Hernaman. (2014). Kualitas Fisik dan Palatabilitas Konsentrat Fermentasi dalam Ransum Kambing Perah Peranakan Ettawa. Jurnal Ilmu Ternak. Vol. 18(2): 121-125.
Felly, S. dan Kardaya, D. (2017). Evaluasi Kualitas Silase Limbah Sayuran Pasar yang Diperkaya dengan Berbagai Aditif dan Bakteri Asam Laktat. Jurnal Pertanian, 2(2), 117–124. https://doi.org/10.30997/jp.v2i2.576.
Hariyana, O. dan Chuzaemi, S. (2019). Pengaruh Lama Fermentasi Ampas Putak (Corypha debanga) Menggunakan Aspergillus oryzae terhadap Kualitas Fisik dan Kualitas Kimia. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2019.002.01.1.
Kojo R. M, Rustandi, Y.R. Tulung, S. Malalantang. (2015). Pengaruh Penambahan Dedak Padi dan Tepung Jagung terhadap Kualitas Fisik Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Cv. Hawai). Jurnal Zootek, Vol. 35 (1) : 21-29.
Koni, T. N. I., Wea, R., dan Dami Dato, T. O. (2020). Komponen Nutrien dan Fraksi Serat Putak yang Difermentasi menggunakan Nira Lontar. Jurnal Peternakan, 17(2), 80–87. http://dx.doi.org/10.24014/jupet.v17i2.9566.
Kung, L., Shaver, R. D., Grant, R. J., dan Schmidt, R. J. (2018). Silage review: Interpretation Of Chemical, Microbial, and Organoleptic Components of Silage. Journal of Dairy Science, 101(5), 4020–4033. https://doi.org/10.3168/jds.2017-13909.
Lalel, H. J. D. dan Rubak, Y. T. (2024). Gebang (Corypha utan Lamk.) Tree as a Food Resource For Timorese People. EAS Journal of Nutrition and Food Sciences, 6(1), 1–5. https://doi.org/10.36349/easjnfs.2024.v06i01.001.
Landupari, M., Foekh, A. H. B, dan Utami, K. B. (2020). Pembuatan Silase Rumput Gajah Odot (Pennisetum purpureum Cv. Mott) dengan Penambahan Berbagai Dosis Molasses. Jurnal Ilmu Peternakan Indonesia, 22 (2), 249–253. https://doi.org/10.25077/jpi.22.2.249-253.2020.
Lazarus, E. J. L., dan Wie Lawa, E. D. (2025). Gas Production Characteristics and In Vitro Digestibilitiy of Slow-Release Urea Based on Gewang (Corypha utan Lamk.) and Tapioca Stem Meal. IOP conference series: Earth and Environmental Science, 1482, 012014. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1482/1/012014.
Malo, J., Hilakore, M. A., Lazarus, E. J. L., dan Wie Lawa, E. D. (2023). Pengaruh Penggunaan Sumber Karbohidrat Mudah Larut yang Berbeda terhadap Sifat Fisik Silase Isi Rumen Sapi. REKASATWA: Jurnal Ilmiah Peternakan, 5(2), 43–51. https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v5i2.20815.
Makkar, H. P. S., dan Ankers, P. (2014). A Need for Generating Sound Quantitative Data at National Levels for Feed-Efficient Animal Production. Animal Production Science, 54(10), 1569–1574. https://doi.org/10.1071/AN14536.
McDonald, P. (1981). Biochemistry of Silage. JohnWiley and Sons, New York.
McDonald, P., Henderson, A. R., dan Heron, S. J. E. (1991). The Biochemistry of Silage (2nd ed.) Marlow, England: Chalcombe Publications.
Rinaldi, S. T., Hendri, dan Sadarman. (2023). Evaluasi Kualitas Fisiko-Kimia Silase Limbah Sayuran Menggunakan Sirup Komersial Afkir sebagai Sumber Glukosa. SINTECH (Science and Information Technology Journal), 3(2). https://doi.org/10.47701/sintech.v3i2.2950.
Sulistyaningrum, T. W. dan Araina, E. (2023). Pemanfaatan Limbah Ikan dan Sayuran Menjadi Silase dengan Sumber Bakteri Asam Laktat. BiosciED Journal, 4(2). https://doi.org/10.37304/bed.v4i2.10849.
Utomo, R., Budhi S. P. S dan Astuti I. F. (2013). Pengaruh Level Onggok sebagai Aditif terhadap Kualitas Silase Isi Rumen Sapi. Buletin Peternakan, 37(3) : 173-180.
Wolayan, F. R.,Tulung,Y. R. L., Bagau, B., Liwe, H dan Untu, I. M. (2019). Silase Limbah Organik Pasar sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia. Jurnal Ilmu Peternakan, Vol 1(2): 112-120.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bendelina , Edwin J.L. Lazarus , Emma D. Wie Lawa, Imanuel Benu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


_-_Copy1.jpg)