EVALUASI NILAI DAYA LELEH DAN NILAI ORGANOLEPTIK ESKRIM BERBAHAN DASAR SUSU SAPI KOMBINASI DENGAN KACANG MERAH PADA LEVEL YANG BERBEDA
DOI:
https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v2i2.9237Keywords:
es krim, kacang merah, organoleptik, daya lelehAbstract
Es krim memiliki cita rasa yang beragam dan nilai gizi yang tinggi sehingga digemari oleh semua kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, dewasa dan orang tua. Bahan utama eksrim adalah susu sapi dengan penambahan biji kacang merah memberikan nilai rasa tersendiri bagi eskrim. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan nilai organoleptic dan nilai daya leleh eskrim dengan penambahan kacang merah dengan level yang berbeda. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan Ko (sebagai control), K1,K2, K3. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan Uji organoleptic (Warna, rasa, tekstur dan aroma) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) sedangkan untuk daya leleh eskrim berbahan dasar susu sapi kombinasi dengan kacang merah bepengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecepatan daya leleh es krim. Kesimpulan dari penelitian adalah Persentase kacang merah(phaseoulus vulgaris L) pada es krim berpengaruh pada karakteristik organoleptik meliputi rasa, aroma, warna, dan tekstur, persentase kacang merah (Phaseoulus vulgaris L) yang paling baik digunakan dalam es krim yaitu persentase 10%, Semakin tinggi presentase penambahan kacang merah (Phaseoulus vulgaris L) dalam pembuatan es krim, maka semakin rendah daya leleh es krim.
References
Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI., 1998, Daftar Komposisi Bahan Makanan, Jakarta
Lanusu, A., D. Surtijono, Karisoh, dan Sondakh. 2017. Sifat Organoleptik Es Krim Dengan Penambahan Uji Jalar Ungu (Ipomea batatas L). Jurnal Zootek (“Zootek†Journal). Vol. 37 No. 2 : 474 – 482.
Legowo, A., M. Kusrahayu, dan Mulyani, S. 2009. Ilmu dan Teknologi Susu.BP UNDIP Semarang.
Midayanto, D dan Yuwono, S. 2014. Penentuan Atribut Mutu Tekstur Tahu untuk Direkomendasikan sebagai Syarat Tambahan dalam Standar Nasional Indonesia. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(4): 259-267.
Nurlita, Hermanto dan Asyik N. 2017. Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) Dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap Penilaian Organoleptik Dan Nilai Gizi Biskuit.
Nurwantoro. 2009. Bahan Ajar Dasar Teknologi Hasil Ternak. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Semarang
Padaga. 2005. Membuat Es Krim Yang Sehat. Trubus Agrisana. Surabaya.
Syafarini, Isnaini. 2009. “Karakteristik Produk Tepung Es Krim dengan Penambahan Hidrokoloid Karaginan dan Alginatâ€. (Skripsi S-1 Program Studi Teknologi Hasil Perikanan). Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
Thompson, K. R., D. H. Chambers dan Anal E. Chambers. 2009. Sensory Characteristic of Ice Cream. Produced in The Unileal States and Italy. Published in Journal of Sensory Studies. 24: 394-414.
Uswatun, A. 2011. Kandungan Gizi dan Serat Pada Pembuatan Es Krim Kacang Merah. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.
Verawati. 2015. Pengaruh Substitusi Tepung Kacang Merah Terhadap Kualitas Kulit Pie. Skripsi. Universitas Negeri Padang. Padang.
Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.


_-_Copy1.jpg)