KERAGAMAN FENOTIPE DAN KARAKTERISASI SIFAT REPRODUKSI SAPI BALI (Bos sondaicus) BETINA PADA DUA KECAMATAN DI KABUPATEN BERAU

Authors

  • Muhammad Supriadi Universitas Mulawarman
  • Surya Nur Rahmatullah Universitas Mulawarman
  • Muhammad Ichsan Haris Universitas Mulawarman
  • Ibrahim Ibrahim Universitas Mulawarman
  • Suhardi Suhardi Universitas Mulawarman
  • Abrani Sulaiman Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v4i2.18583

Keywords:

sapi Bali betina, karakterisasi, sifat reproduksi

Abstract

Sapi Bali merupakan salah satu bangsa sapi lokal yang memiliki kemampuan dalam hal mengenal lingkungan yang baru dengan baik. Informasi keragaman dan penampilan reproduksi pada sapi Bali betina masih belum memiliki banyak informasi terkait karakterisasi dan penampilan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman fenotipe dan sifat reproduksi pada sapi Bali betina yang terdapat di kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2020 di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sambaliung dan Talisayan, Kabupaten Berau. Penelitian menggunakan sapi Bali betina dengan umur 24-36 bulan. Data yang diambil dari pengukuran yang telah dilakukan kepada sapi Bali betina yang meliputi pengukuran tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada serta kinerja reproduksi sapi Bali Betina. Data yang diperoleh dianalisis koefisien keragaman, regresi linear sederhana dan rataan dari kinerja reproduksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai keragaman dari tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada berturut-turut, 3,81%, 5,16% dan 4,02%.  Panjang badan memiliki nilai keragaman yang paling tinggi dibandingkan sifat fenotipe lain yaitu lingkar dada dan tinggi Pundak sebesar 5,16%.  Hasil analisis regresi menunjukan bahwa semua sifat fenotipe memiliki hasil yang signifikan (P<0,01) sehingga menunjukan perubahan sifat ukuran tubuh akan mempengaruhi pertambahan bobot badan.  Berdasarkan sifat reproduksi, diketahui rata-rata umur pertama kali bunting pada sapi Bali betina yaitu 18,2 bulan, diketahui juga rata – rata umur pertama kali melahirkan yaitu 17,93 dan untuk berapa kali melahirkan di umur 2-3 tahun diketahui rata- rata 0,67.  Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa adanya keterkaitan antara kualitas fenotipe yang mempengaruhi penampilan reproduksi pada sapi Bali betina.

References

Agustriadi, A., Kurnia, D., dan Anwar, P. 2019. Identifikasi fenotip pola warna dan pola bentuk tanduk sapi kuantan sebagai penciri plasma nutfah lokal Riau. Journal Of Animal Center (Jac). 1(2): 46-55.

Astuti, H. 2019. Kinerja Reproduksi Sapi Bali Pada Peternakan Rakyat Di Dataran Tinggi Dan Dataran Rendah Di Kabupaten Gianyar. (Doctoral dissertation). Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Berau. 2019. Kabupaten Berau Dalam Angka 2019. Berau: Badan Pusat Statistik.

Domili, Adelia, Z. Gobel, F. Datau, S.Fathan, N.K.Laya, dan S.Dako. 2021. Tampilan Kualitatif Dan Analisis Korelasi Ukuran Tubuh Sapi Bali Jantan. Jambura Journal of Animal Science. 4(1): 46-52.

Fauzi, N. F. R., Hartono, M., Siswanto, S., dan Suharyati, S. 2020. Faktor-faktor yang mempengaruhi service per conception pada sapi krui di kecamatan Pesisir selatan. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals). 4(3): 188-196.

Habaora, F., Fuah, A. M., Abdullah, L., Priyanto, R., Yani, A., dan Purwanto, B. P. 2019. Performans reproduksi sapi Bali berbasis agroekosistem di Pulau Timor. TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production. 20(2): 141-156.

Hikmawaty, H., Bellavista, B., Mahmud, A. T. B. A., dan Salam, A. 2019. Korelasi bobot badan dan variabel-variabel ukuran tubuh sebagai dasar seleksi calon induk sapi Bali. AGROVITAL: Jurnal Ilmu Pertanian. 3(1): 11-13.

Krisna, R. 2014. Hubungan Tingkat Kepemilikan dan Biaya Usaha dengan Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat (Studi Korelasi). Jurnal Aplikasi Manajemen. 12(2): 295-305.

Mahmud, dan A. Salam. 2019. Korelasi Bobot Badan Dan Variabel-Variabel Ukuran Tubuh Sebagai Dasar Seleksi Calon Induk Sapi Bali. Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian. 3(1): 11-13.

Monica, T. 2017. Hubungan Antara Pertambahan Ukuran-Ukuran Tubuh Dengan Pertambahan Bobot Badan Sapi Bali Betina Di Ptpn Vi Provinsi Jambi. (Doctoral Dissertation) Universitas Jambi.

Niam, H. U. M., Purnomoadi, A., dan Dartosukarno, S. 2012. Hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan sapi bali betina pada berbagai kelompok umur. Animal Agriculture Journal. 1(1): 541-556.

Purnomo, S. H., Rahayu, E. T., dan Antoro, S. B. 2017. Strategi pengembangan peternakan sapi potong rakyat di kecamatan Wuryantoro kabupaten Wonogiri. Buletin Peternakan. 41(4): 484-494.

Puspitasari, D. R., Ardika, I. N. dan Sukmawati, N. M. S. 2018. Variasi ukuran tubuh dan bobot badan sapi bali jantan pada umur 8 bulan di balai pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak Denpasar. Journal of Tropical Animal Science. 6: 83-89.

Rahmatullah, S. N., Jakaria, and Noor. R.R. 2016. Identification of growth hormone gene variation in exon region at Indonesian Local Cattle based on PCR-SSCP method. Biodiversitas Journal of Biological Diversity.17(2):492-497.

Ris, A., Suatha, I. K., dan Batan, I. W. 2012. Keragaman silak tanduk sapi bali jantan dan betina. Fakultas Kedokteran Hewan. Buletin Veteriner Udayana. 4(2): 87-93.

Rosyidi, A., Depamede, S. N., Wariata, W., Sriasih, M., dan Ali, M. 2020. Upaya pencegahan dan pengobatan penyakit Zoonosis Cacing Hati (Fasciola sp) pada sapi Bali di kelompok Iye Gati desa Sukadana kecamatan Pujut kabupaten Lombok Tengah. Prosiding PEPADU. 2: 283-288.

Saputra, D. A., Maskur, M., dan Rozi, T. 2019. Karakteristik morfometrik (ukuran linier dan lingkar tubuh) sapi bali yang dipelihara secara semi intensif di kabupaten Sumbawa. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI), Indonesian Journal of Animal Science and Technology. 5(2): 67-75.

Siregar, S. B. 2008. Penggemukan Sapi Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sugiyono. 2017. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Suharyati, S., dan Hartono, M. 2016. Pengaruh manajemen peternak terhadap efesiensi reproduksi sapi bali di kabupaten Pringsewu provinsi Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 16(1): 61-67.

Syaiful, F. L., Khasrad, K., dan Maulida, S. 2020. Identifikasi Ukuran Tubuh Sapi Bali dan Simbal (Simmental-Bali) di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 15(2): 219-226.

Takandjandji, M., dan Sawitri, R. 2015. Ukuran morfometrik banteng (Bos javanicus D’alton, 1823) untuk menduga bobot badan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 12(1): 59-73.

Utama, B. P. 2020. Analisis kelayakan finansial usaha peternakan sapi potong. Stock Peternakan.2(1): 10-15.

Downloads

Published

2023-02-10

How to Cite

Supriadi, M., Rahmatullah, S. N., Haris, M. I., Ibrahim, I., Suhardi, S., & Sulaiman, A. (2023). KERAGAMAN FENOTIPE DAN KARAKTERISASI SIFAT REPRODUKSI SAPI BALI (Bos sondaicus) BETINA PADA DUA KECAMATAN DI KABUPATEN BERAU. REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan, 4(2), 32–38. https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v4i2.18583