JENIS HIJAUAN PAKAN YANG DIKONSUMSI OLEH KAMBING PERANAKAN ETAWA DI DESA LOK BAHU SAMARINDA

Authors

  • Servis Simanjuntak Universitas Mulawarman
  • Ghufron Masruri Universitas Mulawarman
  • Taufan Purwokusumaning Daru Universitas Mulawarman
  • Apdila Safitri Universitas Mulawarman
  • Dinar Anindyasari Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v4i2.18977

Keywords:

hijauan, kambing Peranakan Etawa, pakan, ternak

Abstract

Kambing merupakan salah satu ternak ruminansia kecil yang banyak dipelihara di Indonesia untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Faktor penentu keberhasilan usaha ternak kambing adalah pakan. Sekitar 60-70% dari total biaya produksi ternak adalah pakan. Memberi pakan dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan status fisiologis ternak akan berdampak positif terhadap produktivitasnya. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang jenis hijauan pakan yang dikonsumsi oleh kambing peranakan etawa (PE) serta hubungannya terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) di peternakan rakyat Lok Bahu, Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskripsi kualitatif. Sebanyak 6 ekor kambing PE digunakan dalam penelitian ini dengan jenis kelamin jantan dan umur yang berbeda. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan dokumentasi.Kesimpulan penelitian ini adalahhijauan pakan ternak yang dikonsumsi oleh kambing PE di Kota Samarinda dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu: Rumput-rumputan (graminae), kacangkacangan (leguminosa) dan daun-daunan. Hijauan yang paling dominan dikonsumsi kambing PE adalah rayutan (Mikania micranta). Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) kambing PE dalam penelitian ini berkisar antara 143 g/hr hingga 571g/hr

References

Firman, A. S. 2017. Konsumsi Bahan Kering, Protein dan Mineral Pakan Kambing yang Diberi Ransum Basal Rumput Benggala dan Disuplementasi dengan Daun Lamtoro Atau Gamal. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makassar.

Herlinae. 2013. Evaluasi Nilai Nutrisi Dan Potensi Hijauan Asli Lahan Gambut Pedalaman Di Kalimantan Tengah Sebagai Pakan Ternak (Tesis). Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Huda, A., Mashudi, Yekti, A. P., Susilawati, T., Kuswati, dan Satria., A. T. 2019. Analysis Of Availability Of Ruminant Feed In Tuban Regency. The 8th International Seminar on Tropical Animal Production, 180-183.

Kurniasari, N. N., Fuah, A. M., Prianto, R. 2013. Karakteristik reproduksi dan perkembangan populasi kambing peternakan etawa di lahan paska galian pasir. Jurusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan.1(3):132-137

Nurlaha, Abdullah, L. Diapari, D. 2015. Kecukupan asupan nutrien asal hijauan pakan kambing pe di desa totallang-kolaka utara. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPNI). Vol. 20(1):18-25.

Rusdy. 2014. Dry matter yield and nutrional quality of pannicum maximum – centrosema pubescens mixtures at different plant proportions and cutting intervals. International Journalof Science, Environment and Tecchnology. 6 (3): 2231 – 2241

Sakin, N., dan Qomariyah, N. 2017. Idetifikasi Hijauan Makanan Ternak Lokal Mendukung Produktifitas Sapi Potong di sulawesi Tengah. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan veteriner, 558-565.

Siregar, I. P. 2018. Pertambahan Bobot Badan Kambing Jawarandu Pada Tingkatan Umur yang Berbeda di Usaha Peternakan Kambing “Go Farm”. Program Studi Peternakan. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya. Malang.

Sraun, T. 2012. Studi kualitatif pertumbuhan populasi kambing paket bantuan kebijakan crash program dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di kampung sekandi distrik teminabuan kabupaten sorong selatan. Jurnal Peternakan Indonesia. 14(2):392-397.

Tillman, D.A., H. Hartadi., S. Reksohadipradjo dan S. Labdosoehajo. 1991. Ilmu makanan ternak dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Downloads

Published

2023-02-10

How to Cite

Simanjuntak, S., Masruri, G., Daru, T. P., Safitri, A., & Anindyasari, D. (2023). JENIS HIJAUAN PAKAN YANG DIKONSUMSI OLEH KAMBING PERANAKAN ETAWA DI DESA LOK BAHU SAMARINDA. REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan, 4(2), 1–9. https://doi.org/10.33474/rekasatwa.v4i2.18977