Melangkah lebih jauh dengan mie kelor gud: Eksplorasi tepung, rasa dan bumbu instan yang menggugah selera

Authors

  • Ni Wayan Nursini Universitas Dhyana Pura
  • Ida Bagus Agung Yogeswara Universitas Dhyana Pura
  • I Gusti Ayu Wita Kusumawati Universitas Dhyana Pura

DOI:

https://doi.org/10.33474/jipemas.v7i1.19378

Keywords:

kelor, tepung, mie, betutu, ikan, maltodekstrin

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bernilai tinggi yang dapat ditemui di daerah tropis dan subtropis yang dapat dinikmati dalam bentuk olahannya. Bapak I Wayan Sumerta Dana Arta yang biasa disapa Pak Wayan Mokoh dari Desa Buahan, Tabanan, merintis usaha memanfaatkan daun kelor menjadi mie dengan nama “mie kelor gud” sejak tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi yaitu daun kelor cepat rontok dan tidak tahan lama, sedikitnya varian rasa yaitu goreng dan kuah serta bumbu mie yang terasa kurang bervolume. Metode yang digunakan yaitu community development dengan cara sosialisasi, pelatihan pendampingan dan evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini kami menawarkan solusi: 1) pengolahan daun kelor menjadi tepung, 2) penambahan varian rasa yaitu varian rasa betutu dan ikan, 3) penambahan maltodekstrin pada bumbu. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PKM ini 1)Peningkatan pengetahuan sebesar 76,36% terkait pembuatan dan manfaat penggunaan tepung kelor, 2) Meningkatnya jumlah varian rasa menjadi mie kelor goreng, mie kelor kuah, mie kelor betutu dan mie kelor ikan, 3) peningkatan pengetahuan terkait maltodekstrin dan pemanfaatannya sebesar 76,63% dan menghasilkan bumbu yang lebih bervolume. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap bahan baku, varian rasa dan bumbu yang lebih baik.

References

Ahongshangbam, S. K., & Guruaribam, S. (2017). Proximate Analysis and Mineral (Elemental) Composition of Certain Spices of Manipur, India. International Research Journal of Pharmacy, 8(1), 1–6. https://doi.org/10.7897/2230-8407.08016

Aina, Q. dan R. I. (2014). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Jenis Lemak Terhadap Hasil Jadi Rich Biscuit. Jurnal Tata Boga, 3(3), 106–115. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/8982

Arbeit, B., & Kouevi, K. K. (2013). A study on Moringa oleifera leaves as a supplement to West African weaning foods. Hamburg University of Applied Sciences.

Arianty, A. A. A. A. S., & Dewi, I. G. A. M. (2018). The Quality of Moringa Pasta as an Alternative of Healthy Food. Proceedings of the 2nd International Conference on Tourism, Gastronomy, and Tourist Destination (ICTGTD 2018), 51–59. https://doi.org/10.2991/ictgtd-18.2018.8

Astuti, N., & Anita C.H Sembiring Meirina S. Loaloka. (2021). Fortifikasi Tepung Daun Kelor Terhadap Daya Terima dan Kandungan Gizi Mi Kering Beras Hitam. Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, 14(1), 52–56. https://doi.org/10.32763/juke.v14i1.202

Darna, A. R. P., M.L.M Timbuleng, E. M. L. M. T., Azzahroh, N., Khasanah, P. U., Arofah, G. E., & Kartikasari, M. N. D. (2019). PERI DALOR (Permen Jeli Daun Kelor) : Inovasi Permen Kaya Antioksidan Sebagai Solusi Kesehatan. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat), 8(1), 35–39. https://doi.org/10.20961/semar.v8i1.22062

Julianingsih, & Prasetyo, F. (2003). Penentuan kondisi pengolahan dan penyajian bumbu rawon instan bubuk dengan metode taguchi. Jurnal Teknik Industri, 5(2), 90–100. https://doi.org/10.9744/jti.5.2.90-100

Maulida, H. M., & Ismawati, R. (2016). Pengaruh Penambahan Puree Daun Kelor dan Bubuk Daun Kelor Terhadap Hasil Jadi Mie Kering Mocaf. E-Journal Boga, 5(2), 17–26. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/15201

Mayasari, E. (2019). Karakteristik Sensoris dan Kimia Bumbu Instan dari Formulasi Bumbu Herbal Menggunakan Maltodekstrindan Tween 80 pada Proses Penegringan. Jurnal Ilmiah Teknosains, 5(1), 35–41. https://doi.org/10.26877/jitek.v5i1.3659

Mazidah, Y. F. L., Kusumaningrum, I., & Safitri, D. E. (2018). Penggunaan Tepung Daun Kelor pada Pembuatan Crackers Sumber Kalsium. Argipa (Arsip Gizi Dan Pangan), 3(2), 67–79.

Mulyaningsih, T. R., & Yusuf, S. (2018). Determination of Minerals Content in Leaves of Moringa Oleifera By Neutron Activation Analysis. GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir, 21(1), 11. https://doi.org/10.17146/gnd.2018.21.1.3683

Rahmi, Y., Wani, Y. A., Kusuma, T. S., Yuliani, S. C., Rafidah, G., & Azizah, T. A. (2019). Profil Mutu Gizi, Fisik, dan Organoleptik Mie Basah dengan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera). 6(1), 10–21. https://doi.org/10.21776/ub.ijhn.2019.006.01.2

Rohmawati, N., Moelyaningrum, A. D., & Witcahyo, E. (2019). Es Krim Kelor: Produk Inovasi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Jurnal Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 10–20. https://doi.org/10.36928/jrt.v2i1.276

Tiffani, A., Ningsih, C., & Kusuma, M. P. (2017). Inovasi Mie Basah Dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau Terhadap Daya Terima Konsumen. The Journal Gastronomy Tourism, 4(1), 51–58. https://doi.org/10.17509/gastur.v4i1.22211

Downloads

Published

2023-12-23

How to Cite

Nursini, N. W., Yogeswara, I. B. A., & Kusumawati, I. G. A. W. (2023). Melangkah lebih jauh dengan mie kelor gud: Eksplorasi tepung, rasa dan bumbu instan yang menggugah selera. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 7(1), 54–63. https://doi.org/10.33474/jipemas.v7i1.19378