Potensi pengembangan produk inovatif pangan dari limbah tahu sebagai produk diversifikasi bernutrisi tinggi
DOI:
https://doi.org/10.33474/jipemas.v8i3.24137Keywords:
limbah tahu, inovasi pangan, peluang usahaAbstract
Limbah tahu sering menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti bau tidak sedap, pencemaran air dan tanah, gangguan kesehatan, serta berkurangnya estetika wilayah. Salah satu jenis limbahnya, ampas tahu, sebenarnya memiliki kandungan gizi tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomis seperti kerupuk, keripik, flake, atau snack bar. Artikel ini bertujuan menggali pengetahuan masyarakat tentang limbah ampas tahu sekaligus mengenalkan potensi pengembangannya menjadi produk inovasi pangan. Melalui program pengabdian ini, masyarakat mendapatkan pelatihan teknik pengolahan ampas tahu serta strategi pemasaran yang efektif. Metode kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan pembuatan produk pangan kekinian, dan pendampingan berkelanjutan pada proses produksi dan distribusi produk. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat; pengetahuan tentang ampas tahu mendapat skor 4,18, sedangkan kemampuan pemasaran mencapai 4,63. Program ini membantu mengurangi limbah industri tahu yang mencemari lingkungan, menghasilkan produk pangan baru berbasis bahan lokal, dan membuka peluang usaha masyarakat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan keterampilan pemasaran digital serta merangsang lahirnya rencana pengembangan usaha pascapelatihan. Untuk menjaga keberlanjutan program, disarankan pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar pengolahan ampas tahu terus berkembang menjadi usaha yang berdaya saing tinggi.
References
Broto, W. R., Arifan, F., Supriyo, E., Pudjihasuti, I., Aldi, V., & Aldo, G. (2021). Pengolahan limbah ampas tahu menjadi produk olahan pangan (vegetarian ampas tahu) di Desa Sugihmanik. Jurnal Pengabdian Vokasi, 2(2), 136–140. https://doi.org/10.14710/jpv.2021.12661
Cahyani, M. R., Zuhaela, I. A., Saraswati, T. E., Raharjo, S. B., Pramono, E., Wahyuningsih, S., Lestari, W. W., & Widjonarko, D. M. (2021). Pengolahan limbah tahu dan potensinya. Proceeding of Chemistry Conferences, 6, 27. https://doi.org/10.20961/pcc.6.0.55086.27-33
Chaniago, P. S. N., Priyono, S., & Saputri, N. E. (2025). Pemanfaatan tepung ampas tahu dengan penambahan pasta kacang merah dalam formulasi snackbar. Hidroponik : Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman, 2(1), 269–283. https://doi.org/10.62951/hidroponik.v2i1.283
Ernawati, S., Rimawan, M., Jaeanab, J., Huda, N., & Kusumayadi, F. (2022). Pemanfaatan ampas tahu menjadi snack kekinian sebagai usaha untuk pemanfaatan limbah tahu di Desa Tonggorisa. Zadama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 92–96. https://doi.org/10.56248/zadama.v1i1.26
Fausta, K. P., Payong, P., Jandu, I. H., Ndiwa, F. C. Y., & Saomi, D. K. (2023). Pengolahan limbah ampas tahu menjadi kerupuk aneka rasa di Kelurahan Poco Mal. Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal, 6(2), 205–212. https://doi.org/10.33330/jurdimas.v6i2.1887
Fransiska, & Deglas, W. (2017). Pengaruh penggunaan tepung ampas tahu terhadap karakteristik kimia dan organoleptik kue stick. Teknologi Pangan: Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 8(2), 171–179. https://doi.org/10.35891/tp.v8i2.905
Karyantina, M., & Rahayu, K. K. (2017). Pelatihan pembuatan stik dan kerupuk ampas tahu di Perumnas Mojosongo. Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, I(1), 42–50. https://doi.org/10.33061/awpm.v1i1.1923
Koswara, S. (2009). Teknologi pengolahan kedelai (teori dan praktek). EbookPangan.com.
Kurniawan, D. A., Imaniah, B., Abdillah, Z. J., Mukhlis, M., & Haryana, N. (2023). Pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi produk inovatif sosis ampas tahu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat kelurahan baratan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 3(3), 2801–2807. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i3.1561
Kusumaningsih, E., Sukardi, & Wijana, S. (2007). Studi pengolahan tempe gembus menjadi keripik dengan kajian proporsi tepung pelapis. Jurnal Teknologi Pertanian, 3(2), 78–84. https://doi.org/10.16285/j.rsm.2007.10.006
Masyhura, Rangkuti, K., & Fuadi, M. (2019). Pemanfaatan limbah ampas tahu dalam upaya diversifikasi pangan. Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 2(2), 52–54. https://doi.org/10.30596/agrintech.v2i2.3660
Rasid, A. U., Masiaga, N., Santiara Misilu, Suleman, M., Usman, M., Hula, P. A., Suaiba, I., Matolodula, R., Husin, W., Tonuo, L. P., Moohula, N. N., Pontoh, F. F., & Saleh, R. (2024). Pemanfaatan ampas tahu dalam upaya pengembangan potensi usaha masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 5(4), 5519–5525. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i4.4366
Saputro, R. B. A., & Adi, A. C. (2020). Pengaruh substitusi ampas tahu dan penambahan pisang ambon pada snack bar kedelai untuk olahragawan (Aspek daya terima, ekonomi dan kandungan gizi). Media Gizi Indonesia, 15(2), 143–151. https://doi.org/10.20473/mgi.v15i2.143-151
Wahyudi, H., Ambarwati, D. A. S., & Paujiah, S. (2023). Pengolahan ampas tahu menjadi kerupuk kulit tahu untuk meningkatkan pendapatan pekerja industri tahu di Kelurahan Way Halim Kota Bandar Lampung. BEGAWI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.23960/begawi.v1i1.1
Wahyudi, R., Indriani, H., & Haris, M. S. (2022). Tahu sabar (sari bahari) efforts to use salt production waste as an environmentally friendly organic material for stunting sufferers. Amerta Nutr, 6(1), 44–52. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1.2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dedin Finatsiyatull Rosida, Fetty Tri Anggraeny

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.






