Bayi bahagia dengan tuina (BABITA): Program pemberdayaan ibu untuk meningkatkan kesejahteraan bayi dengan terapi pijat tuina
DOI:
https://doi.org/10.33474/jipemas.v9i1.24420Keywords:
tuina, balita, pelatihan, simulasi, sehatAbstract
Kondisi sulit makan pada anak dan balita dapat menyebabkan dampak negatif seperti malnutrisi, dehidrasi, berat badan rendah, gangguan elektrolit serta gangguan perkembangan motorik kasar dan halus. Pemahaman ibu terhadap pentingnya perawatan bayi, termasuk stimulasi fisik dan emosional masih rendah. Tujuannya yaitu memberdayakan ibu-ibu agar mampu melakukan pijat Tuina secara mandiri untuk mengatasi kesulitan makan pada anak. Proses pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan dan demonstrasi selama satu bulan dengan 2 kali pertemuan yang diikuti oleh 30 peserta yang kemudian diterapkan di rumah masing-masing peserta. Metode yang digunakan meliputi tahapan sosialisasi dengan memperkenalkan program BABITA, pelatihan yang dimulai dengan pemberian teori dan adanya demonstrasi pijat tuina yang bisa dipraktikkan langsung oleh peserta. Hasil dari kegiatan menunjukkan sebelum diberikan pelatihan dapat diketahui nila rata-rata 83 dan setelah diberikan penyuluhan nilai rata-rata menjadi 87 sehingga ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pijat tuina dan meningkatnya berat badan pada saat dilakukan monitoring. Sehingga pelatihan melalui teknik demonstrasi dan teori efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Pelatihan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dengan mengintegrasikan teknologi, pijat Tuina dapat menjadi solusi kesehatan modern yang mudah diakses oleh masyarakat.
References
Afrinis, N., Indrawati, & Raudah. (2021). Hubungan pengetahuan ibu pola makan dan penyakit infeksi anak dengan status gizi anak prasekolah. Aulad : Journal on Early Childhood, 4(3), 144–150. https://doi.org/10.31004/aulad.v4i3.99
Ariani, P., & Kristiningrum, W. (2024). Pijat tui na sebagai upaya meningkatkan nafsu makan pada balita di Dusun Pengkol, Kelurahan Ceweng Kabupaten Jombang. Prosiding Seminar Nasional Dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(2), 2770–2775. https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1126
Deviana, M., & Dini, A. Y. R. (2024). Pemberdayaan orang tua dalam pemberian pijat tui na untuk mengatasi kesulitan makan pada balita. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH), 3(1), 1–9.
Harianti, N., Rosida, R. I., Khayati, Y. N., & Afriyani, L. D. (2024). Pijat tui na sebagai upaya meningkatkan nafsu makan pada balita di Pustu Munding. Prosiding Seminar Nasional Dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(1), 262–266. https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/698
Intan, K., Fifit, S., & Afriyani, L. D. (2022). Pengaruh metode pijat tui na terhadap penambahan berat badan pada balita usia 1-5 tahun dengan masalah berat badan dan picky eater. Journal of Holistics and Health Sciences, 5(1), 135–143. https://doi.org/10.35473/jhhs.v5i1.255
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badankebijakan.Kemkes.Go.Id. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Kursani, E., Purba, C. V. G., & Marlina, H. (2020). Efektivitas pijat tuina terhadap picky eater pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga. Jurnal Kesehatan Dan Lingkungan Hidup, 5(2), 64–71. https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/1514
Maria, D., & Setiawan, A. (2016). Modifikasi tindakan: Pijat tuina dan coaching pada keluarga menurunkan status resiko gizi kurang anak usia sekolah. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 3(2), 62–65. https://doi.org/10.35842/jkry.v3i2.36
Maulida, H., & Sutrisna, E. (2024). Efektifitas pemberian kombinasi makanan modisco dan terapi pijat tui na terhadap kenaikan nafsu makan dan status gizi balita stunting. Jurnal Sehat Mandiri, 19(2), 160–171. https://doi.org/10.33761/jsm.v19i2.1603
Maulida, H., Sutrisna, E., & Afdila, R. (2024). Pengaruh pemberian tuina massage terhadap pertumbuhan balita stunting. Jurnal Promotif Preventif, 7(1), 103–109. https://doi.org/10.47650/jpp.v7i1.1172
Munjidah, A. (2015). Efektifitas pijat tui na dalam mengatasi kesulitan makan pada balita di RW 02 Kelurahan Wonokromo Surabaya. Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science), 8(2), 193–199. https://doi.org/10.33086/jhs.v8i2.204
Nadhiifah, R. D., Pristianto, A., & Charisa, A. D. (2024). Edukasi pijat tui na sebagai upaya untuk meningkatkan nafsu makan di kelas ibu balita. Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 280–286. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v7i2.19655
Purwanto, N. S. F., Ritonga, S. N., & Handayani, T. P. (2024). CILOR innovation (cocos nucifera and moringa leaves) as an effort to prevent stunting in the Wanaraja Health Center work area, Garut Regency. Science Midwifery, 12(4), 1500–1507. https://doi.org/10.35335/midwifery.v12i4.1713.
Sinulingga, S., & Patriani, S. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pelaksanaan pijat bayi di PMB Muzilatul Nisma Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 12(2), 302. https://doi.org/10.36565/jab.v12i2.627
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nofita Setiorini Futri Purwanto, Siti Nurcahyani Ritonga, Titi Purwitasari Handayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.






