Demplot budidaya padi unggul nasional tinggi nutrisi zinc sebagai upaya mendukung pencegahan stunting

Authors

  • Agustiansyah Agustiansyah Universitas Lampung
  • Paul Benyamin Timotiwu Universitas Lampung
  • Fitri Yelli Universitas Lampung
  • Qudus Sabha Adhinugraha Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.33474/jipemas.v9i2.24928

Keywords:

biofortifikasi agronomi, padi, stunting, zinc

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia yang salah satunya disebabkan oleh kekurangan asupan zinc (Zn). Kandungan Zn pada beras umumnya masih rendah, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui biofortifikasi agronomi. Di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, petani belum memiliki pemahaman mengenai teknologi biofortifikasi agronomi untuk meningkatkan kandungan Zn pada beras. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan Zn pada padi serta meningkatkan pemahaman petani terhadap teknik biofortifikasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pembuatan demplot berbasis percobaan seluas 500 m² di lahan petani di Kecamatan Punggur menggunakan varietas Inpari 32 dan Cimelati. Perlakuan meliputi kontrol, penyemprotan 0,07% ZnSO₄, serta kombinasi 1% urea + 0,5% ZnSO₄. Aplikasi dilakukan pada fase booting, flowering, dan pasca-flowering. Selain pembuatan demplot, disertai juga penyuluhan serta evaluasi kegiatan melaui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi Zn meningkatkan kandungan Zn beras dibandingkan kontrol hingga 48%. Perlakuan terbaik pada Inpari 32 adalah 0,07% ZnSO₄, sedangkan pada Cimelati adalah kombinasi 1% urea + 0,5% ZnSO₄. Pemahaman petani mengenai biofortifikasi Zn meningkat hingga 100%, dengan 62% siap mengadopsi teknologi biofortifikasi. Disimpulkan bahwa biofortifikasi agronomi efektif meningkatkan kandungan Zn pada beras. Selain itu, kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas dan kesiapan petani dalam mengimplementasikan teknologi biofortifikasi agronomi pada tanaman padi.

References

Afriani, D., & Febriani, S. A. (2024). Stunting prevention is alan effort to reduce the risk of stunting. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(3), 871–876. https://doi.org/10.35568/abdimas.v7i3.4832

BPS Kabupaten Lampung Tengah. (2024). Kecamatan Punggur dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Lampung Tengah.

BPS Kabupaten Lampung Tengah. (2025). Kabupaten Lampung Tengah dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Lampung Tengah.

Chairuman, N., Fatimah Batubara, S., & Aryati, V. (2022). Peluang pengembangan inpari IR nutri zinc dan perbenihan padi di Sumatera Utara. Jurnal Agrikultura, 33(3), 390–401. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v33i3.41739

Hamam, M., Pujiasmanto, B., & Supriyono, D. (2018). Peningkatan hasil padi (Oryza sativa L.) dan kadar zink dalam beras melalui aplikasi zink sulfat heptahidrat. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 45(3), 243. https://doi.org/10.24831/jai.v45i3.12287

Harris, D., Rashid, A., Miraj, G., Arif, M., & Shah, H. (2007). “On-farm” seed priming with zinc sulphate solution-A cost-effective way to increase the maize yields of resource-poor farmers. Field Crops Research, 102(2), 119–127. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2007.03.005

Hartoyo, B. (2022). Perbaikan mutu gizi bahan pangan melalui biofortifikasi kandungan mineral improving the nutritional quality of food ingredients through biofortification of mineral content. Jurnal Agrifoodtech, 1(1),12-20. https://doi.org/10.56444/agrifoodtech.v1i1.53

Hussain, S., Sahar, K., Naeem, A., Zafar-Ul-Hye, M., & Aon, Muhammad. (2018). Combined zinc and nitrogen applications at panicle initiation for zinc biofortification in rice. Periodicum Biologorum, 120(2–3), 105–110. https://doi.org/10.18054/pb.v120i2-3.6866

Imran, M. (2013). Nutrient seed priming improves abiotic stress tolerance in Zea mays L. and Glycine max L. [Doctoral dissertation, University of Hohenheim]. University of Hohenheim Repository. https://hohpublica.uni-hohenheim.de/handle/123456789/5786

Imran, M., Garbe-Schönberg, D., Neumann, G., Boelt, B., & Mühling, K. H. (2017). Zinc distribution and localization in primed maize seeds and its translocation during early seedling development. Environmental and Experimental Botany, 143, 91–98. https://doi.org/10.1016/j.envexpbot.2017.09.001

Lestari, E., Shaluhiyah, Z., & Mateus, S. A. (2023). Intervensi pencegahan stunting pada masa prakonsepsi: Literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 6(2), 214–221. https://doi.org/10.31934/mppki.v2i3

Ludwig, Y., & Slamet-Loedin, I. H. (2019). Genetic biofortification to enrich rice and wheat grain iron: From genes to product. Frontiers in Plant Science, 10, 1-10. https://doi.org/10.3389/fpls.2019.00833

Nissar, R., Zahida, R., Kanth, R., Manzoor, G., Shafeeq, R., Ashaq, H., Waseem, R., Bhat, R. A., Anwar Bhat, M., & Tahir, S. (2019). Agronomic biofortification of major cereals with zinc and iron: a review. Agricultural Reviews, 40(1), 21-28. https://doi.org/10.18805/ag.R-1860

Prasetya, M. H., Zebua, D. D. N., & Yuliawati. (2021). Faktor Internal dan eksternal yang mempengaruhi tingkat resistensi petani terhadap usahatani padi organik. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 17(1), 39–51. https://doi.org/10.20956/jsep.v17i1.13509

Purwandini, S., & Atmaka, D. R. (2023). Pengaruh kecukupan konsumsi zink dengan kejadian stunting: Studi literatur. Media Gizi Kesmas, 12(1), 509–515. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.509-515

Ruminem, & Sukmana, M. (2022). Assessment of stunting status and stunting prevention efforts in Toddlers in Penajam District, North Penajam Paser Regency. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 949–955. https://doi.org/10.35568/abdimas.v4i2.1507

Tuiwong, P., Lordkaew, S., Veeradittakit, J., Jamjod, S., & Prom-U-thai, C. (2022). Seed priming and foliar application with nitrogen and zinc improve seedling growth, yield, and zinc accumulation in rice. Agriculture, 12(2). 1-15. https://doi.org/10.3390/agriculture12020144

Wang, S., Li, M., Liu, K., Tian, X., Li, S., Chen, Y., & Jia, Z. (2017). Effects of Zn, macronutrients, and their interactions through foliar applications on winter wheat grain nutritional quality. PLoS ONE, 12(7). 1-15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0181276

Yoneyama, T., Ishikawa, S., & Fujimaki, S. (2015). Route and regulation of zinc, cadmium, and iron transport in rice plants (Oryza sativa L.) during vegetative growth and grain filling: metal transporters, metal speciation, grain Cd reduction and Zn and Fe biofortification. International Journal of Molecular Sciences, 16(8), 19111–19129. https://doi.org/10.3390/ijms160819111

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Agustiansyah, A., Timotiwu, P. B., Yelli, F., & Adhinugraha, Q. S. (2026). Demplot budidaya padi unggul nasional tinggi nutrisi zinc sebagai upaya mendukung pencegahan stunting. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 9(2), 284–291. https://doi.org/10.33474/jipemas.v9i2.24928

Issue

Section

Articles