Reform of the Death Penalty Regulations in the New Criminal Code: A Comparative Study of Three Abolitionist Countries

Authors

  • Indana Zhulfa Innova Study Program Faculty of Law, State University of Surabaya
  • Luthfillah Arrizqi Zainsyah Study Program Faculty of Law, State University of Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.33474/yur.v8i2.24572

Keywords:

New Criminal Code, Abolition, Conditional Death Penalty

Abstract

The reform of capital punishment in the New Criminal Code introduces a conditional death penalty mechanism that marks a change in Indonesia's approach to punishment, while raising questions about its compatibility with the principle of the right to life and the development of international human rights standards. This study aims to assess the normative coherence of the conditional death penalty and compare it with models of abolishing capital punishment in three countries. The study uses a normative legal method with a legislative, conceptual, and comparative approach. The results show that the application of conditional capital punishment reflects a transitional step towards more humanistic punishment, but is not yet fully in line with the global trend towards abolition. Indonesia is still in the retentionist category with modifications, so a more comprehensive policy evaluation is needed to ensure alignment with the principle of the right to life.

References

Amnesty International. Death Sentences and Executions 2022. London: Amnesty International, 2023.

Angelina, Anita, dan Subekti Subekti. “Hukuman Mati Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 21 (2024): 84–91. https://doi.org/10.5281/zenodo.14287289.

Anugrah, Roby, dan Raja Desril. “Kebijakan Formulasi Pidana Mati Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 3, no. 1 (2021): 80–95. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i1.80-95.

Baiti, Aqmarina Khusnul. “Pidana Mati Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023: Tinjauan Yuridis Terhadap Model Pemidanaan Alternatif.” Jurnal Hukum In Concreto 3, no. 1 (2024): 114–29. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v3i1.1849.

Baiti, Aqmarina Khusnul. “Pidana Mati Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023: Tinjauan Yuridis Terhadap Model Pemidanaan Alternatif.” Jurnal Hukum In Concreto 3, no. 1 (2024): 114–29. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v3i1.1849.

Burhan, Abdul As’ad Al. “Reformulasi Kebijakan Pidana Mati Terhadap Koruptor Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Hak Asasi Manusia.” Jurnal Hukum In Concreto 3, no. 1 (2024): 130–48. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v3i1.1856.

Darajati, Muhammad Rafi, dan Muhammad Syafei. “Politik Hukum Pembentukan Dua Kovenan HAM Internasional Tentang Hak Sipil Politik dan Hak Ekonomi Sosial Budaya.” Syiah Kuala Law Journal 4, no. 2 (2020): 106–22. https://doi.org/10.24815/sklj.v4i2.16999.

Death Penalty Information Center. “Equatorial Guinea Becomes 25th African Country to Abolish Death Penalty.” Diakses 25 Desember 2025. https://deathpenaltyinfo.org/equatorial-guinea-becomes-25th-african-country-to-abolish-death-penalty.

“Death Sentences and Executions 2022.” Amnesty International, 16 Mei 2023. https://www.amnesty.org/en/documents/act50/6548/2023/en/.

Gunawan, Bertrand Jerison, dan Go Lisanawati. “Masa Percobaan Pidana Mati Pada KUHP Nasional Ditinjau dari Aliran Utilitarianisme Hukum.” Jurnal Hukum Lex Generalis 5, no. 12 (2024): 1–23. https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i12.857.

Handrawan, Dewi Ratnasari Rustam, Jabaruddin, dan Karmila. “Shifting Death Penalty as Main Punishment towards Alternative Punishment: An Effort to Realize the Middle Way of Human Rights | Journal of Law, Social Science and Management.” Journal of Law, Social Science and Management 1, no. 1 (2025): 28–37.

Harmain, Irfan, Dian Mustika Intan, Ilhamda Fattah Kaloko, Herry Wahyudi, dan Irman. “Diskrepansi Praktik Hukuman Mati Di Indonesia Terhadap Standar Ham Internasional: Analisis Reformasi Kuhp 2023 Dan Implikasinya Bagi Kebijakan Pidana Nasional.” Jurnal Hukum Samudra Keadilan 20, no. 1 (2025): 1–16. https://doi.org/10.33059/jhsk.v20i1.11360.

Hendriana, Rani, Dwiki Oktobrian, dan Muhammad Isa Abdillah. “Proyeksi Ke Depan Pelaksanaan Pidana Mati Di Indonesia Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 1 (2022): 68–86. https://doi.org/10.26623/jic.v7i1.4906.

Herman, Handrawan, Sabrina Hidayat, Oheo Kaimuddin Haris, Sitti Aisah Abdullah, dan Andi Agung Hidayat. “Analisis Hukum Pidana Masa Tunggu Pidana Mati Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional Dalam Perspektif Keadilan Korektif.” Halu Oleo Legal Research 6, no. 2 (2024): 516–30. https://doi.org/10.33772/holresch.v6i2.798.

Huang, Gui. “The Death Penalty and Its Reforms in China and Other Countries.” Dalam On the Alternative Punishment to the Death Penalty in China, disunting oleh Gui Huang. Springer Nature, 2024. https://doi.org/10.1007/978-981-97-1627-2_3.

Igo, Mahyudin, Amiruddin, dan Ufran. “Kebijakan Formulasi Dalam Ruu Kuhp Terhadap Pidana Kerja Sosial Sebagai Alternatif Pidana Penjara.” JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT 10, no. 2 (2022): 707–13.

Jayanti, Feren Nur. “Kebijakan Pemerintah Dalam Pelaksanaan Hukuman Mati Terhadap Kasus Pembunuhan Berencana Berdasarkan Perspektif Hak Asasi Manusia.” WEDANA: Jurnal Kajian Pemerintahan, Politik Dan Birokrasi 10, no. 2 (2024): 50–59. https://doi.org/10.25299/wedana.2024.18132.

Kazakhstan Became the 90th State to Ratify the Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights. 30 Maret 2022. https://icomdp.org/kazakhstan-became-the-90th-state-to-ratify-the-second-optional-protocol-to-the-international-covenant-on-civil-and-political-rights/.

“Laporan Amnesty International tentang Hukuman Mati 2023/2024 • Amnesty International Indonesia.” Amnesty International Indonesia, 28 Mei 2024. https://www.amnesty.id/kabar-terbaru/siaran-pers/laporan-amnesty-international-tentang-hukuman-mati-2023-2024/05/2024/.

Lestari, Indah, Putu Riski Ananda Kusuma, Made Sugi Hartono, dan Dewa Bagus Sanjaya. “Analisis Pasal 100 Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Hukuman Mati Bersyarat Berdasarkan Asas Keadilan Dan Asas Kepastian Hukum.” Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis 4, no. 3 (2024): 1–12.

Mubarok, Kiagus Zaenal, Dina Yulianti, dan Otong Sulaeman. “Dilema Hukuman Mati: Komparasi Antara Konvenan International Terkait Hak Asasi Manusia Dan Pandangan Nahdlatul Ulama.” Jurnal Keislaman 6, no. 1 (2023): 190–209. https://doi.org/10.54298/jk.v6i1.3709.

Ningsih, Putu Ayu Veguita Putri, dan Irsyaf Marsal. “Politik Hukum Pembentukan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana: Peluang Dan Hambatannya Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 5 (2025): 7373–91. https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2375.

Nugraha, Roby Satya, Edi Rohaedi, Nandang Kusnadi, dan Abid Abid. “The Transformation of Indonesia’s Criminal Law System: Comprehensive Comparison between the Old and New Penal Codes.” Reformasi Hukum 29, no. 1 (2025): 1–21. https://doi.org/10.46257/jrh.v29i1.1169.

Prima, Jaka, dan Moh Kamaluddin. “Analisis Kebijakan Hukuman Mati Dalam Kasus Narkotika: Perspektif Hak Asasi Manusia.” Kabillah 9, no. 1 (2024): 53–64.

Puro, Djuhandhani Rahadjo, Kukuh Sudarmanto, dan Zaenal Arifin. “Optimalisasi Pelaksanaan Pidana Mati Dalam Mewujudkan Efek Jera Pada Tindak Pidana Pembunuhan Berencana.” Jurnal USM Law Review 6, no. 3 (2023): 1181–92. https://doi.org/10.26623/julr.v6i3.7945.

Putra, Aista Wisnu, dan Rahmi Dwi Sutanti. “Kebijakan Formulasi Pidana Mati Bersyarat dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 2, no. 3 (2020): 319–30. https://doi.org/10.14710/jphi.v2i3.319-330.

Putri, Dita Melati. “Hukuman Pidana Mati Dalam KUHP Baru Dan Perspektif Abolisionalis Serta Retensionis.” Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara 2, no. 4 (2024): 01–13. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i4.1451.

“Republik Afrika Tengah Hapus Hukuman Mati.” Diakses 25 Desember 2025. https://komunio.id/2022/05/30/berita-terkini-internasional-republik-afrika-tengah-hapus-hukuman-mati/.

swissinfo.ch, S. W. I. “Guinea Ecuatorial abole la pena de muerte en el nuevo Código Penal.” SWI swissinfo.ch, 19 September 2022. https://www.swissinfo.ch/spa/guinea-ecuatorial-abole-la-pena-de-muerte-en-el-nuevo-código-penal/47912656.

Tarmizi, Puan Zhinta Azzahra. “Perbandingan Penerapan Hukuman Mati Dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia Dan Negara-Negara Eropa: Tinjauan Terhadap Aspek Moral Dan Efektivitasnya.” Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN: 3031-8882 2, no. 2 (2025): 833–40. https://doi.org/10.62379/tc4s7t13.

Theofany, Shekinah, dan Wahyu Wijiati. “Pandangan Etika Kristen Tentang Hukuman Mati: Dilematis Antara Keadilan Atau Kekejaman.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 1, no. 4 (2025): 1653–61. https://doi.org/10.63822/j1r9sy58.

Tim Institute for Criminal Jutice Reform (ICJR). Politik Kebijakan Hukuman Mati dari Masa ke Masa. Institute for Criminal Justice Reform, 2017.

“Upaya Mencegah Overkriminalisasi Tindak Pidana Kesusilaan di Indonesia -.” Diakses 25 Desember 2025. https://icjr.or.id/upaya-mencegah-overkriminalisasi-tindak-pidana-kesusilaan-di-indonesia/.

Downloads

Published

31.12.2025

How to Cite

Indana Zhulfa Innova, and Luthfillah Arrizqi Zainsyah. 2025. “Reform of the Death Penalty Regulations in the New Criminal Code: A Comparative Study of Three Abolitionist Countries”. Yurispruden 8 (2):266-85. https://doi.org/10.33474/yur.v8i2.24572.